
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
Di Negara I
Zavania yang berada di dalam kamar merasa gelisah selalu menatap layar handphone nya berharap ada pesan dari Aldiyan
karena hampir 1 minggu setelah keberangkatannya ke kota A Aldiyan tidak pernah menghubunginya sama sekali
Pesan singkat yang di kirim tidak ada balasan hanya centang dua bertanda pesan sudah di baca tapi tak juga ada balasan serta telfon yang selalu di tolak oleh aldiyan
^^^𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘰𝘬 𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳^^^
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨?
𝘬𝘰𝘬 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳?
𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘯𝘨𝘦𝘯
𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘭𝘦𝘴 𝘥𝘰𝘯𝘨
𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘭𝘧𝘰𝘯𝘯𝘺𝘢
Zavania tidak lelah mengirim pesan kepada Aldiyan walau hanya di read.
dia tidak pernah keluar kamar zavania selalu murung memikirkan Aldiyan
Zavania terus berusaha berfikir positif mungkin Aldiyan akan memberi kejutan kepadanya makanya tidak menghubunginya
***
hari dimana Aldiyan akan melamar Zavania telah tiba tapi sampai saat ini Aldiyan masih tidak ada kabar.
__ADS_1
Di dalam kamar, Zavania sudah merias wajahnya dan juga memakai gaun yang begitu indah, dia terus berputar putar di depan cermin menunggu kehadiran sang kekasih dan masih berfikir Aldiyan memberikan kejutan terhadapnya
Zavania juga sudah bilang kepada orang tuanya kalau ada seseorang yang mau bertemu, tapi zavania tidak bilang siapa yang datang dia takut jika David akan marah dan tidak mau menemuinya
1 jam 2 jam 3 jam Zavania masih tetap menunggu berharap sang kekasih datang
"van " panggil Dilla di luar kamarnya
"iya ma dia sudah datang ma?" tanyanya antusias setelah pintu dia buka
"ini mama mau tanya temen kamu jadi kesini nggak ini sudah malam loh van??" tanya dilla.
benar saja waktu sudah menunjukkan 10.30 malam tapi yang di tunggu belum datang.
"ya sudah mama sama ayah tidur saja mungkin dia ada kepentingan lain makanya tidak bisa datang " ucapnya berusaha menahan air matanya
"siapa sih van yang datang?"
"hiks hiks hiks hiks kamu kok tega Al kamu bohongin aku, kamu jahat hiks hiks hiks hiks" tangis zavania pecah dia menangis histeris di dalam kamar untung saja kamarnya di pasang mengedap suara jadi tidak bisa di dengar dari luar
Zavania terus menangis sampai tidak terasa dia ketiduran karena terlalu lama menangis.
pagi yang cerah tapi tak secerah gadis yang masih termenung di balkon dengan mata yang sembab dan tatapan kosong.
"apa yang harus aku lakukan Al kenapa kamu tega sama aku, gimana nasib aku al aku tidak bisa hidup tanpa kamu, aku sudah memberikan semuanya ke kamu kamu jahat sama aku setidaknya kasih kabar aku" ucap zavania lirih dengan air mata yang terus mengalir
walau sudah hampir satu bulan di mana seharusnya Aldiyan melamar nya
Zavania masih mengurung diri dari kamar hanya keluar ketika makan saja
Dilla dan David bingung serta khawatir dengan keadaan sang anak mereka selalu bertanya kepada zavania tapi selalu di jawab dengan kata "vania baik baik saja yah, ma jadi nggak perlu khawatir sama vania, vania cuma pengen menenangkan fikiran "
__ADS_1
begitulah jawaban zavania
"sayang ada cicilia nih, dia ingin ketemu kamu" ucap dilla dari luar kamar bersama cicilia
Dilla sengaja menghubungi sahabat terdekat zavania supaya anaknya itu bisa kembali ceria
"ceklek" pintu terbuka dari dalam.
"sisil" ucap zavania yang langsung memeluk sang sahabat
"yasudah mama tinggal dulu ya van " ucap mama dilla lalu bergegas meninggalkan dua sahabat itu
Selepas mama dilla keluar,
zavania langsung mengunci pintu lalu kemudian memeluk sahabat dan menumpahkan air matanya
"hiks hiks hiks dia membohongi aku sil dia jahat hiks hiks hiks" ucap zavania dalam isakan tangisnya
lalu kemudian zavania menceritakan semuanya kecuali apa yang di lakukan mereka selama pacaran
"cowok bukan Aldiyan saja di dunia ini van, masih banyak cowok yang lebih baik dari Aldiyan , kamu itu cantik, baik, mana ada cowok yang tidak suka sama kamu "
"kamu harus cepat move on jangan mengharap orang yang tidak serius sama kamu
ada pepatah bilang Mati satu tumbuh satu juta , iya nggak" ucap cicilia mencoba menghibur zavania
"hahaha mana ada satu juta yang ada seribu" zavania ketawa dengan ucapan sahabatnya itu
"ya iyalah satu juta ,kalau ceweknya kayak kamu, coba kayak aku seratus saja sudah susah banget " ucap cicilia sambil merebahkan badannya di kasur empuk
"mana mungkin ada cowok yang mau dengan cewek bekas orang" ucap zavania dalam hati lalu kembali kembali murung untung saja ada cicilia yang masih menghibur zavania.
__ADS_1
sehingga bisa melupakan kesedihannya sesaat.