
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
"gilaaang… vania gil" ucapnya sambil menepuk nepuk lengan gilang
"apaan sih lo " ucap Gilang tanpa melihat Aldiyan karena dia sedang membaca pesan di ponselnya
"itu vania gil !"
"otak lo Al, vania mulu yang lo ingat"
plaakk
Aldiyan yang sudah mulai kesal dengan Gilang sehingga memukul lengan sahabatnya itu dengan kencang
"aauu gila lo ya keras banget pukulan lo !"
"makannya lihat sono!" ucapnya sambil menunjuk ke arah 2 orang yang tengah tertawa bersama
"itu kan Zavania Al ?"
"gue harus samperin dia Gil" ucapnya sambil menahan air mata karena terharu melihat orang yang ia rindukan selama ini.
"jangan macem macem lo, belum saatnya lo ketemu sama dia, apalagi sepertinya dia bersama suaminya"
"tapi gue pengen ketemu dia gil" ucapnya sambil berdiri tapi saat mau melangkah Gilang segera mencegahnya
"gila lo ya, tunggu waktu yang tepat !"
"tapi gue mau nyamperin dia Gil gue mau jelasin ke dia" ucap Aldiyan sedikit berteriak dan melepaskan tangan Gilang dengan keras
Gilang yang tidak mau membiarkan kesempatan Aldiyan pergi menemui Zavania, Aldiyan mendorong kuat Gilang hingga tubuhnya terjatuh ke tanah,
Gilang yang tidak terima langsung menarik keras tangan Aldiya lalu....
"buugghhhh" Gilang yang sudah geram memukul pipi Aldiyan agar mau berhenti
"ngapain lo halangin gue gil !" teriak Aldiyansambil memegang pipinya yang sakit karena pukulan gilang lumayan keras
untung saja jarak mereka tidak terlalu dekat karena suara ombak dan angin yang sedikit kencang membuat suara Aldiyan tidak sampai terdengar oleh Zavania maupun Raffa yang asik bercanda gurau dan asik berkejaran
__ADS_1
"lo nggak lihat dia begitu bahagia ?
apa lo mau ngerusak kebahagiaan dia? kalaupun lo ke sana apa lo bisa bicara sama dia?
lo lihat, itu ada suaminya dan gue yakin dia tidak akan biarin istrinya bicara sama lo, bukannya lo jelasin malah yang ada lo berantem dan bikin zavania tambah kecewa sama lo Al !"
Gilang yang mulai emosi karena sahabatnya itu mulai ngotot ingin menemui Zavania.
"aaaggrrrhh " Aldiyan sedikit berteriak menahan emosi,
"tunggu waktu yang tepat Al , jangan bikin Zavania makin kecewa sama lo ,!"
"kapan gil ? gue nggak bisa lihat dia bersama orang lain seperti itu"
"dia bukan orang lain dia suaminya dia berhak atas Zavania di banding lo dan lebih baik lo tunggu waktu yang agar lo bisa bicara dengannya,"
Aldiyan yang luluh pun diam dan menjatuhkan tubuhnya ke pasir, dia menatap dengan perasaan yang bercampur antara senang sedih dan marah
senang karena bisa melihat zavania yang begitu sangat ia rindukan saat ini berada di dekatnya dengan tawa yang membuatnya sangat cantik ,
sedih dan marah karena yang di samping dan membuatnya tertawa bukan dia.
"dia makin cantik " ucapnya lirih matanya tidak lepas dari zavania ,
"lo sabar, suatu saat lo pasti bisa menemuinya dan menjelaskan semuanya sama zavania" ucap gilang sambil mengusap punggung Aldiyan,.
sedangkan di sisi lain Zavania seolah merasakan kehadiran seseorang yang di tunggu selama ini bahkan dia mendengar suaranya
"sayang kok bengong ?" tanya Raffa
"eehh maaf mas tadi kayak mendengar suara teriakan seseorang menyebut nama ku" ucapnya menoleh ke segala arah tapi dia tidak melihat ada orang yang dia kenal,
karena saat Zavania maubmenoleh ke arah Aldiyan, Gilang langsung menariknya ke sebelah pohon belakang hingga Zavania tidak melihatnya
"mana orangnya apa kau melihatnya?" zavania menggeleng
"kamu pasti kecapean, ayo kita balik ke villa!" lanjutnya
Zavania pun mengangguk dan menuruti Raffa untuk kembali ke villa nya
happ"
Raffa menggendong zavania, karena takut terjatuh, zavania mengalungkan tangannya di leher sang suami.
__ADS_1
"mas turunin!! banyak orang aku mal… emmbbhh" Zavania berhenti biscara saat Raffa ******* habis bibirnya, tidak perduli dengan sekelilingnya
setelah asupan oksigen habis Raffa melepaskan lumatannya dengan masih menggendong sang istri
"kamu senang hem ?" ucap Raffa sambil berjalan
"i iya senang mas, tapi aku malu iihh turunin aku"
"diam atau aku cium lagi!" membuat zavania terdiam lalu seketika dia mengingat lagi suara orang yang menyebut namanya suara yang mirip dengan seseorang yang sangat ia tunggu dan rindukan 5 tahun lalu
𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘷𝘢𝘯𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘸𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘥𝘪𝘺𝘢𝘯, 𝘢𝘺𝘰𝘰 𝘷𝘢𝘯𝘪𝘢 𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢
ucap zavania dalam hati menenangkan dirinya sendiri, dengan tubuh yang masih dalam gendongan Raffa
Aldiyan mengepalkan tangannya melihat seorang pria menggendong pujaan hatinya, dia masih belum bisa melihat wajah suami Zavania itu karena dia selalu membelakangi Aldiyan
ketika melihat si cowok malah menciumnya di depan mata Aldiyan membuat dia emosi lalu berdiri ingin segera memukulnya karena tidak rela Zavania di sentuh orang lain walau pun itu suaminya,
beruntung Gilang langsung mencegahnya
"kali ini jangan halangin gue gil, gue nggak rela dia di sentuh orang " ucapnya sambil mengibaskan tangan aldiyan
"dia suaminya bahkan dia berhak atas semua yang ada pada Zavania, lo jangan egois itu semua juga salah lo jadi lo harus terima ngerti lo!"
"sakit gi sakiit, melihat dia bersama orang lain" kini air matanya tidak bisa di bendung
"aaggghhh vania!!!" teriaknya
Deg
hati Zavania seolah merasakan kehadirannya dia lagi bahkan suaranya begitu jelas di telinga dia menoleh ke belakang tubuh sang suami, dia melihat 2 orang laki laki lumayan jauh dari tempatnya sekarang,
Zavania tidak bisa melihat wajah pria tersebut karena Gilang membelakanginya sedangkan Aldiyan tertutupi tubuh Gilang hanya ada gerakan tangan yang seakan memanggilnya
"tidak mungkin" gumamnya pelan Raffa yang mendengarnya pelan langsung berhenti dan melihat ke belakang
"kenapa sayang?" tanyanya
"ng…nggak ada mas!" ucapnya lalu kemudian Raffa berjalan kembali menuju villanya .
setelah cukup jauh posisi zavania, gilang baru melepaskan Aldiyan ,
__ADS_1
tak menunggu lama Aldiyan langsung berlari mengejar zavania yang saat ini semakin jauh,