
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
sesampai di ruang tamu Zavania dan juga Raffa duduk di dekat orang tuanya masing masing.
"Gimana, sudah ngobrolnya" tanya hendra
"sudah pa"ucapnya sambil tersenyum.
"Jadi gimana keputusannya nak?"tanya Rani lembut ke Zavania membuat semuanya menoleh ke Zavania untuk menunggu jawaban darinya,
"iya saya bersedia tante" ucapnya sambil menunduk
"syukurlah" ucap semuanya tersenyum lalu Rani mengarahkan kedua tangannya ke zavania untuk memintanya berpelukan, zavania pun menerimanya lalu mereka berpelukan dengan Rani yang menangis senang, walaupun dia baru bertemu pertama kali tapi Rani sangat menyukainya zavania.
"ini buat kamu nak," ucap Rani sambil menyodorkan sebuah kotak berwarna merah
"ini dari kakek buyut Raffasya, ini di wariskan turun temurun buat menantu keluarga kita ,dan mama akan berikan untuk kamu" lanjutnya, kemudian Zavania membuka kotak itu.
seketika matanya terbelalak melihat sebuah kalung berlian yang sangat indah dengan liontin berwarna biru berbentuk hati"
"ini terlalu berlebihan tante"
"ini memang buat kamu sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi menantu kita jadi kau berhak mendapatkannya"
"ow ya, kamu sebentar lagi akan menjadi menantu kita, jadi jangan panggil tante, panggil mama saja"
"i…iya tan ee mama" jawabnya gugup membuat semuanya tertawa sekaligus senang
setelah menerima lamaran itu Dilla mengajak semuanya untuk makan malam.
"kami akan ke sini lagi minggu depan untuk membicarakan soal pertunangan" ucap Hendra sebelum pulang,
__ADS_1
"kami tunggu dengan senang hati"jawab david
ya pertunangan mereka akan diadakan 2 minggu lagi dan akan melaksanakan pernikahan kurang lebih satu bulan lagi, Zavania hanya menurut saja menuruti keinginan orang tuanya sedangkan Raffa,
dia begitu sangat bahagia.
"Aku pulang ya" ucap Raffa saat sudah berada di depan pintu rumah yang di antar zavania
"hati hati "ucapnya pelan kemudian Raffa beserta keluarganya pulang menggunakan mobil terpisah
pagi harinya zavania mendengar suara telfon yang berdering.
"siapa sih pagi pagi telfon"gumamnya lalu kemudian mengangkat tanpa melihat nama yang ada di handphonenya itu, karena ini masih terlalu pagi.
"halo"ucapnya khas suara bangun tidur
^^^"𝘮𝘰𝘳𝘯𝘪𝘯𝘨 𝘤𝘢𝘭𝘰𝘯 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪"^^^
"Raffa?"
"ini baru bangun, ada apa kok pagi banget kamu telfon"
^^^"𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘯𝘨𝘦𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶"^^^
Lalu mereka melanjutkan obrolan hingga berjam jam dan berhenti saat Raffa berada di kantornya. itulah aktifitas zavania semenjak dia menerima lamarannya, Raffa selalu menghubunginya setiap saat.
seperti hari biasa setelah melakukan panggilan dengan Raffa di pagi hari Zavania langsung bergegas mandi kemudian siap siap untuk ke kantor tempat dia melamar pekerjaan karena kemarin sore Zavania mendapatkan kabar bahwa dia di terima bekerja di sebuah perusahaan dan langsung masuk hari ini juga.
sebenarnya perusahan itu berpusat di negara A dan Zavania bekerja di perusahaan cabangnya yang baru 1 tahun di buka di negara I.
Zavania begitu senangnya bisa bekerja di perusahaan tersebut walaupun jabatan dia tidak terlalu tinggi di bandingkan dengan di perusahaan ayahnya, karena Zavania ingin merasakan bekerja di perusahaan orang lain dan berteman dengan banyak orang. karena jika di perusahaan ayahnya zavania sangat di segani karena dia anak pemilik perusahaan, jadi pegawai di sana sungkan mau ngobrol bahkan berteman dengan zavania.
"hai nama lo siapa!" sapa teman bekerja zavania
__ADS_1
"gue zavania kalau kamu?" jawab zavania
"gue Risa, kamu orang baru ya?"
"iya, senang berkenalan dengan mu"
"nanti kita lanjut di restoran depan aja ngobrolnya" ucap risa langsung pergi ke tempat duduknya
ting
𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦 cafe 𝘹 𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘭𝘰 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘙𝘢𝘧𝘧𝘢.
pesan singkat dari Cicillia.
ya cicillia tau jika hari ini pertama kali zavania bekerja tapi dia tidak tau masalah perjodohannya dengan Raffa.
setelah membaca pesan zavania langsung memulai pekerjaannya
"kamu sudah lama bekerja di sini?" tanya zavania ke Risa saat mereka sudah di restoran dekat perusahaan untuk makan siang
"setahun lalu waktu perusahan ini baru saja di buka, " ucap Risa
"pemilik perusahaan ini katanya sudah meninggal tapi di wariskan oleh anaknya yang katanya dulu pernah tinggal di sini makannya buka cabang di negara sini, tapi ya itu dia hanya sekali datang ke perusahaan ini waktu pas peresmian perusahaan ini. " jelas Risa menjelaskan tapi Zavania hanya bisa mengangguk kan kepalannya pertanda memperhatikan Risa bicara
"ow kamu tau nggak Direktur utama di sini ganteng banget lo, dia yang menghandle di perusahaan ini"
"iihh dasar ya kalau lihat yang ganteng ganteng" ucap zavania akhirnya buka suara
"hahahhaa kan namanya juga mata wanita"ucap Risa lalu tertawa bersama
kemudian mereka berdua kembali ke kantor setelah melakukan makan siang.
"Buugghh" Zavania yang asik mengobrol tiba tiba menabrak seseorang
__ADS_1
"maaf maaf" ucap zavania saat melihat handphone pria itu terjatuh
"Za… zavania" ucap cowok tersebut