Bayangan Cinta Pertama

Bayangan Cinta Pertama
bab 27


__ADS_3

...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...


Saat Raffa keluar dari kamar mandi, dia masih menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, berharap sang istri belum tidur,


Tapi ternyata keinginannya sirna karena melihat Zavania sudah masuk ke alam mimpi .


"sabar ya junior mungkin belum waktunya, kasihan goa mu lelah karena acara tadi" ucapnya pelan sambil melihat juniornya


Raffa akhirnya segera memakai baju tidur kemudian naik ke atas kasurnya.


"aku akan selalu membahagiakan mu apapun yang terjadi, aku sangat menyayangi mu" ucapnya pelan sambil menyingkirkan anak rambut Zavania dan mengelus wajah cantiknya yang tengah tertidur. hingga dia tidak terasa mengikuti sang istri ke alam mimpi


Raffa terjaga jam 3 dini hari dia tersenyum senang karena melihat Zavania tengah memeluknya dengan erat


Cup


Raffa mencium sekilas bibir ranum milik sang istri hingga membuat sang empunya terjaga


"Mas !"


"maaf ganggu kamu tidur"


Zavania hanya menggeleng pelan sambil mengangkat bibirnya ke atas


"kalau nggak apa apa boleh dong sekali lagi?" ucapnya dengan mengedipkan sebelah matanya.


Zavania membelalakkan matanya ,


"masih bau m…mmbbhhhh


belum selsai bicara Raffa langsung melahap bibir sang istri


Zavania hanya menutup mata dan diam tak membalasnya.


"ya tuhan apa harus sekarang,? tapi aku belum siap, tapi aku juga nggak mau membuat Raffa kecewa" ucap zavania dalam hati saat bibirnya masih di lahap habis oleh Raffa


Raffa menggigit kecil mulut zavania supaya dia bisa membuka mulutnya.

__ADS_1


Raffa yang sudah menahannya mulai semalam langsung ******* habis bibir sang istri mengabsen semua yang ada di dalamnya kemudian tangannya merayap masuk ke dalam baju tidur Zavania


"Sayang aku ijin ya" ucap Raffa setelah melepas panggutan bibirnya dengan suara berat menahan tubuhnya yang sudah terasa panas.


Zavania hanya diam dan menutup matanya


"kamu harus siap vania, dia sudah resmi jadi suamimu itu kewajiban mu sebagai istri, kamu harus siap!! maafkan aku Al" ucapnya dalam hati


Zavania membuka matanya lalu mengangguk pelan membuat Raffa tersenyum lalu kemudian melahap bibirnya lagi


"uugghh" ******* yang sudah berusaha zavania tahan lolos begitu saja saat Raffa memposisikan dirinya bak bayi yang tengah kehausan.


Entah kapan baju mereka berdua terlepas bukan mereka yang melepas tapi Raffa lah yang melepasnya karena saat ini mereka sudah tanpa sehelai benang pun.


Raffa beranjak turun ke bawah mengobrak abrik bibir bawah perutnya, membuat sang istri menggeliat tak karuan dengan tangan yang menarik rambut Raffa.


"uugghhh" desah nya sambil menggigit bibir bawahnya sendiri


Raffa yang melihatnya langsung naik ke atas melahap bibir zavania dan mengarahkan juniornya yang mulai semalam sudah on


"sakit mas" ucap Zavania sedikit merintih entah karena junior Raffa sangat besar atau mungkin karena sudah lama Zavania tidak melakukannya lagi semenjak Aldiyan pergi.


"uugghhh" Raffa mende sah saat junior berhasil memasukinya


yang awalnya pelan lama kelamaan Raffa memompanya dengan cepat membuat erangan menggema di ruangan tersebut, dinginnya AC kalah dengan hawa panas dari tubuh mereka berdua


Zavania berusaha menahan desahannya dengan menggigit bibir bawahnya


"jangan di tahan sayang aku ingin mendengar suaramu" ucapnya lalu melahap dua bukit kembar secara bergantian


"uughhhhh" suara de sahan "Zavania lolos dari bibirnya membuat Raffa semakin memompa dengan cepat membuat tubuh Zavania bergetar hebat.


"sayang aku hampir keluar" ucap Raffa membuat Zavania mencengkeram punggung Raffa dengan erat karena dia memompa dengan cepat dan dalam


"aaahhhh" Raffa sudah sampai puncaknya tapi tetap membiarkan sang juniornya berada di dalam sarangnya.


"makasih sayang "ucap Raffa sambil mengelap keringat di dahi sang istri

__ADS_1


"maaf kare…" belum selesai Zavania berbicara Raffa langsung mengarahkan jari telunjuknya di bibir sang istri karena dia tahu apa yang Zavania akan katakan


"nggak usah di bahas sayang kamu tau, kamu itu sangaatt nikmat, lihat junior ku masih betah di dalam dengan kondisi masih kokoh " ucapnya sambil menunjuk yang di bawah, membuat Zavania malu lalu memalingkan wajahnya.


Raffa memaju mundurkan lagi juniornya membuat Zavania memejamkan matanya karena sang suami melakukannya lagi,


Raffa memposisikan tubuhnya di belakang sang istri yang berada di depannya lalu memaju mundurkan juniornya kembali, de sahan terus menggema di ruangan itu hingga tidak terasa matahari sudah mulai menampakkan diri.


"mas aku mau mandi, badan aku terasa lengket" ucap zavania kepada Raffa yang berada di belakang nya berulangkali mencium tengkuk sang istri, sedangkan sang juniornya masih tidak mau keluar dari sarangnya.


"tapi junior tidak mau keluar gimana?"


"aku lelah "


"yasudah " ucap Raffa hingga terpaksa mengeluarkan juniornya dengan paksa walaupun sebenarnya sang junior masih kokoh berdiri., tapi dia tidak tega dengan sang istri yang kelelahan


"sstttt" Zavania meringis sakit saat dia beranjak bangun dari tempat tidur


"kenapa sayang?"


"nggak apa apa kok" ucapnya sambil menahan sakit dan berjalan lambat menuju kamar mandi


ggrreeepp


Raffa menggendong Zavania karena tidak tega melihat zavania yang berjalan lambat hampir seperti pinguin


Raffa menurunkannya di tepi bath up lalu mengisinya dengan air hangat,


"aku mandikan ya!"


"nggak usah, mas keluar saja aku bisa sendiri" jawab zavania cepat takut sang suami minta nambah, apalagi melihat juniornya sang suami masih berdiri kokoh


Zavania heran entah kenapa junior suaminya masih kokoh saja padahal sudah lebih dari 3 x .


"nggak apa apa sayang aku takut kamu kenapa kenapa"


"tapi jika kamu di sini malah bikin aku kenapa kenapa" ucap zavania sedikit memanyunkan bibirnya membuat Raffa gemas dan langsung melahap bibirnya yang manyun itu

__ADS_1


__ADS_2