
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
puk
Aldiyan menepuk pundak Gilang yang sedang bersandar di mobil dengan memegan handphone, membuatnya menoleh ke arah Aldiyan .
"udah lama nunggu?"
"lumayan 15 menitan"
"sorry ngrepotin lo malam malam gini"
"nggak masalah, kaya lo nggak pernah ngerepotin gue aja" ucapnya sambil menepuk pundak aldiyan
"hhahaaa"
"yuk buruan anak anak udah nunggu lo mulai tadi"
"mereka nunggu gue??
"iyya mereka udah di besmen mulai tadi " ucap gilang langsung menjalankan mobilnya ke besmen The Boys tempat mereka ngumpul dulu
30 menit baru dia sampai di tempat yang dituju
"welcome back brooo" ucap ke empat sahabatnya clay, dion, darel dan tomi lalu mereka bersalaman ala genk mereka
"thanks udah sambut gue, gue kira kalian udah pada sibuk sendiri sendiri" ucap aldiyan
"lo yang sibuk sendiri, kita mah sering kumpul kayak gini , " ucap Darel sambil menuangkan segelas minuman beralkohol buat Aldiyan
"sejak kapan minuman gini ada di besmen kita?" tanya Aldiyan
"ayolah Al kita bukan anak SMA lagi kita udah dewasa dan gue tau lo pasti di negara A lebih dari ini kan" ucap Tomi menimpali
"lo akan di sini apa balik lagi Al? " tanya clay
"gue mau menetap di sini "
__ADS_1
"wah The boys bakal komplit lagi nih" ucap Darel
"Gimana kalau kita besok ke kota B naik motor pantai di sana bagus banget siapa tau ada bidadari nyasar" timpal Tomi
"cewek mulu yang lo pikirin" ucap daren dengan menonyor kepala tomi
"gimana Al lo mau?" tanya Gilang
"ok, besok kita berangkat " ucap Aldiyan
***
sedangkan di dalam kamar sebuah villa Raffa sedang memandangi wajah sang istri yang tengah tertidur dengan mata yang sembab menyingkirkan anak rambut Zavania dengan pelan.
" apa aku egois berharap kau mencintai ku,?
aku sayang sama kamu, tapi aku akan berusaha mengikhlaskan mu jika kau tidak bahagia bersama ku, karena kebahagiaan mu itu jauh lebih penting, aku akan lepaskan mu jika kau memintanya asal kau bahagia, walau pun itu berat untuk ku.
maafkan aku yang egois ini karena selalu mengharap kau membalas cinta ku, maafkan aku" ucapnya lirih dengan mengelus lembut pipi zavania hingga sebuah tangan mencekal tangannya
"kenapa mas menangis ? apa aku salah lagi?" tanya zavania saat melihat ada bekas air mata Raffa
"siapa yang nangis ?" elaknya
"i …itu bukan air mata "
"terus itu apa nggak mungkin itu iler kan lagian mas nggak pernah ngiler" ucapnya membuat Raffa sedikit ketawa
"enak aja, lagian mana ada cowok nangis"
"mmbb gitu " zavania manggut manggut
walaupun hati Raffa masih sedikit sakit tapi dia berusaha baik baik saja di depan zavania
"kita mulai dari awal lagi ya mas maafkan aku, aku janji kamu yang jadi satu satunya orang yang ada di sini" ucap Zavania dengan menuntun tangan Raffa berada di dadanya
"semarah marahnya kamu jangan pernah ninggalin aku mas hiks hiks hiks" zavania menangis di dada Raffa
"kok malah kamu yang nangis? mas janji akan sabar menunggu kamu membalas cinta ku tapi jika kamu ingin pergi mas juga akan melepaskan mu tapi kamu jangan khawatir mas akan selalu ada untuk mu"
__ADS_1
zavania mendongak melihat Raffa lalu menggelengkan kepalannya
"mas jangan ngomong gitu, aku akan selalu bersama mas dan aku akan berusaha mencintai mas tapi jangan pernah mas melepaskan aku atau menyuruh ku pergi. "
"yasudah kamu tidur lagi ya, udah larut malam"
"bareng" ucap zavania sedikit manja dengan merentangkan tangannya meminta pelukan Raffa
Raffa pun memeluk zavania dan mereka kembali tertidur bersama melupakan kejadian malam yang melelahkan menahan emosi
bukan tidak sakit hati tapi Raffa mencoba bertahan selagi sang istri masih mau berada di sampingnya.
****
"mas kita nggak pulang?? " tanya zavania saat menikmati indahnya pantai yang sangat indah di hadapannya
"emangnya kamu nggak betah di sini hem?" tanya raffa menghampiri zavania memeluknya dari belakang
"seneng kok malah seneng banget jarang jarang kita bisa kayak gini, biasannya kan mas sibuk terus" sambil melihat sebentar kearah wajah tampan sang suami dengan rambut yang basah membuat ketampanannya semakin bertambah
walaupun Raffa sosok yang bisa di bilang hampir sempurna sebagai seorang pria apalagi suami tapi entah mengapa rasa itu masih belum tumbuh di hati Zavania dia saat ini berusaha sekuat tenaga mencintai Raffa.
"𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘴 " ucapnya dalam hati.
"maafkan mas ya kalau mas selama ini sibuk dan nggak ada waktu buat kamu" ucap Raffa semakin mengeratkan pelukannya
"kita balik lusa saja ya,??" lanjutnya
" emang bisa mas libur lama? "
"perusahaan udah mulai normal setelah beberapa bulan ada masalah jadi sekarang mas bisa kerja di sini cuma pas meeting aja mas harus datang ke kantor, makannya baru sekarang bisa ngajak kamu jalan jalan. "
"kita ke sana yuk mas" tunjuk nya ke pantai dekat villa
"kamu ganti baju dulu,"
__ADS_1
"iyalah mas masak aku pakai baju ini"