
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
"Gilang!" ucap zavania kaget, karena sudah lama tidak bertemu dengan sahabat Aldiyan itu.
"Apa kabar?" tanya Gilang
"aku baik, kamu sendiri?"
"ya seperti kamu lihat, oww ya kamu ngapain ke sini?? "
"aku bekerja di sini, kamu sendiri ngapain ke sini?"
"a…aku juga kerja di sini" jawab Gilang kaget dan juga gugup apalagi tau kalau zavania bekerja di perusahaan Aldiyan.
"yasudah aku permisi dulu, lain kali kita ngobrol" ucap Gilang segera pergi
takut jika zavania akan menanyakan soal Aldiyan seperti beberapa tahun yang lalu.
yaa,4 tahun lalu, beberapa hari setelah zavania menanyakan soal Aldiyan ke Gilang.
Gilang tiba tiba mendapat telfon dari seseorang yang berbulan bulan tidak ada kabar siapa lagi kalau bukan Aldiyan.
Aldiyan minta tolong ke Gilang karena dia satu satunya teman yang bisa dia andalkan untuk menjaga rahasia dan juga membantunya menghandle beberapa cafe dan rumah makan yang waktu itu sangat ramai.
Aldiyan menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi terhadapnya dan minta tolong untuk merahasiakan semuanya dari zavania.
kemudian satu tahun yang lalu Aldiyan meminta bantuannya kembali untuk menghandle cabang perusahaannya dan menyerahkan cafenya ke Clay salah satu sahabat mereka juga, karena Aldiyan terpaksa minta bantuan Clay karena Gilang tidak sanggup,
bahkan cafe Aldiyan makin rame karena Clay yang super ganteng serta narsis itu selalu mempromosikan dengan menggunakan ketampanannya
Clay akan mengijinkan foto bersamanya jika seseorang bisa mengajak 5 temannya untuk berkunjung di cafenya gokil bukan, tapi itulah Clay orang yang paling narsis serta play boy di antara anak 𝙏𝙝𝙚 𝘽𝙤𝙮𝙨
"kamu mengenal Pak Gilang??? tanya Risa setelah kepergian gilang
"iya "jawab zavania singkat
__ADS_1
"itu orang yang aku maksud tadi yang aku bilang ganteng,"
Seketika Zavania mematung berfikir apakah ini perusahaan ayah Aldiyan atau nggak secara Risa tadi bilang kalau anak bosnya pernah tinggal di sini.
sedangkan Gilang adalah direktur utama sedangkan yang dia tau keluarga gilang tidak ada yang mempunyai perusahaan.
"Apa mungkin ini perusahaan Aldiyan? Tapi risa bilang kalau pemilik perusahaan ini meninggal dunia sedangkan ayah Aldiyan kan masih hidup jadi tidak mungkin" ucapnya dalam hati, mencoba berfikir positif kalau perusahaan ini bukan milik Aldiyan
Seketika zavania kaget dengan teriakan Risa saat memanggil namanya dengan keras
"astaga ya ampun, apaan sih ris bikin kaget deh"
"kamu sih di ajak ngomong malah melamun kamu melamunkan apa? jangan jangan kamu juga suka ya sama pak Gilang"
"enak aja ngawur kamu, emang kau ngomong apa??
"ooww kirain, aku tadi ngomong kamu comblangin aku sama pak Gilang gitu"
"Hah "seketika Zavania melotot
"enak aja lagian setau aku dia sudah punya cewek bahkan sepertinya sudah menikah.
"yasudah kapan kapan aku tanyain, ayo masuk!" ajak zavania kemudian mereka masuk dan langsung bekerja .
"zavania tidak konsen dengan pekerjaannya dia masih memikirkan siapa pemilik perusahaan yang saat ini tempat dia bekerja
Sepulang kantor Zavania menunggu didepan kantor sambil menunggu Gilang.
"kamu nggak pulang?" tanya risa yang berada di atas motornya
"ini lagi nunggu taxi"
"iku aku saja yuk aku boncengin"
"nggak usah terimakasih soalnya aku mau Bertemu seseorang"
__ADS_1
"ya sudah aku duluan ya" ucap Risa lalu berlalu pergi
30 menit Zavania menunggu Gilang tapi dia tidak muncul muncul
"Ting" sebuah pesan masuk di handphone zavania.
setelah membaca pesan seketika tangannya memukul jidad nya sendiri menggunakan telapak tangan lalu segera menghubungi seseorang.
setelah menunggu 45 menit
"tiinnn" suara klakson mengagetkannya lalu keluarlah pria tampan dengan setelan jas, membuat semua mata yang melihatnya terpesona.
"ayo sayang masuk!" ucapnya sambil membukakan pintu mobil untuk zavania
"makasih" ucap zavania sambil tersenyum tanpa mereka sadari sepasang mata mengamati mereka berdua.
Dia sedang bersembunyi di dalam mobil tak jauh dari zavania, karena kaca mobil yang hitam membuatnya tidak terlihat dari luar.
Dengan handphone berada di tangannya saat ini dia sedang melakukan Vidio Call dengan seseorang.
ya Gilang sengaja tidak keluar sebelum zavania pulang, karena dia tau kalau zavania sedang menunggunya.
Gilang mengabari Aldiyan setelah Gilang bertemu dengan Zavania tadi sianh
Serta memberi tahukan bahwa zavania menunggu nya di depan kantor.
Karena itu Aldiyan sengaja mengajak Vidio Call karena Aldiyan ingin sekali melihat gadis yang 4 tahun lebih ini ia rindukan.
Seketika dia mengepalkan tangannya saat seorang cowok menghampirinya.
Walau pun Aldiyan sudah menikah dia tidak bisa melupakan Zavania bahkan perasaannya masih tetap sama.
"siapa dia? tanya aldian
"entahlah, lagian aku juga baru pertama kali bertemu dengan Zavania tapi di bio datanya dia masih belum menikah, mungkin dia temannya," ucap gilang
__ADS_1
"kapan lo balik kesini? udah 4 tahun lebih tapi kau cuma sekali kemari itu pun cuma berapa jam di sini lalu pergi lagi" lanjut Gilang
"belum saatnya aku ke sana" hanya itu yang di ucapkan Aldiyan kemudian menutup panggilannya dengan Gilang.