Bayangan Cinta Pertama

Bayangan Cinta Pertama
bab 11


__ADS_3

...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...


Di negara I


Zavania berusaha memulai hidupnya lagi demi ke dua orang tuanya dia tidak mau mengecewakan mereka


Zavania memutuskan untuk meneruskan kuliah bersama sang sahabat siapa lagi kalau bukan cicilia.


Zavania sudah tidak pernah menghubungi Aldiyan lagi entah mungkin dia lelah menunggu tapi dari dalam hatinya masih mengharapkan Aldiyan


Dia sudah berusaha menanyakan kepada teman temannya tapi mereka semua tidak tahu kabar Aldiyan sama sekali Aldiyan bak di telan bumi.


pernah juga dia datang ke cafe nya tapi pegawainya bilang aldian tidak pernah datang ke sana.


***


zavania yang berjalan menuju kelasnya tiba tiba di tabrak seseorang yang tengah asik memainkan handphone nya hingga menyebabkan buku buku zavania berserakan.


"Brughhh"


"Maaf aku nggak sengaja ucapnya sambil membantu mengambil buku yang berserakan


"hmmm" hanya itu yang keluar dari mulut zavania sambil mengambil bukunya


"kenalin gue Raffa" ucapnya sambil mengulurkan tangan


tapi zavania hanya menolehnya sekilas kemudian berlalu pergi tanpa bicara satu katapun

__ADS_1


Zavania gadis yang dulu ceria , cerewet banyak omong sekarang menjadi gadis yang pendiam, cuek, irit bicara apalagi kepada cowok.


dia berubah setelah kepergian Aldiyan


"cantik" gumam cowok itu bahkan dia memegang dadanya yang berdetak begitu kencang saat menatap wajah zavania,


perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya


"baru kali ini ada gadis yang begitu cuek ke gue padahal biasanya mereka cari muka ke gua" ucapnya sambil melihat punggung gadis itu yang semakin menjauh


"apakah ini yang di namakan cinta pandang pertama?" gumamnya tersenyum sendiri


𝘿𝘼𝙑𝙄𝙉 𝙍𝘼𝙁𝙁𝘼𝙎𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙍𝙈𝘼𝙒𝘼𝙉 cowok super tampan serta pengusaha termuda yang banyak di gandrungi cewek cewek



kecuali AURELIA ZAVANIA.


"Gue harus tau itu cewek, enak aja cuekin gue" gerutu Raffa


"Astaga gue lupa!" ucap Raffa lalu berlari


Raffa tadinya mendapat telfon dari mamanya untuk menjemputnya di bandara.


"Rafaaaa dasar yaaa anak nakal, mama sampai capek menunggu kamu" mama rita sambil menarik telinga sang anak


walaupun Rafasya sudah dewasa tetap saja Rita menganggapnya masih anak kecil sedangkan sang Raffa dia begitu sangat manja kalau sedang di rumah,

__ADS_1


berbeda sekali pada saat di kantor karena pada saat bekerja dia akan sangat tegas.


"Aawww sakit mah nanti kalau ada cewek cantik lewat malah di ketawain lagi mau di taruh di mana muka anak mama yang super ganteng ini" gerutu sambil mengusap telinganya yang merah


"Dasar ya bukannya minta maaf karena telat malah menggerutu" ucap mama rita kemudian masuk kedalam mobil


"ya sudah maaf mama ku sayang emuach" ucap Raffa sambil mencium sekilas pipi mamanya Raffa tidak akan malu mencium sang mama asal tidak ada yang melihatnya.


"mama tau ngga, Raffa baru kali ini menemukan cewek yang di ajak kenalan nggak mau bahkan melihat pun cuma sekilas , dia nggak tau apa kalau dia satu satunya perempuan yang Raffa ajak kenalan, biasanya kan cewek yang minta kenalan dulu" ocehnya di dalam mobil


"hahhahaaaa akhirnya ada juga yang nggak suka sama kamu" tawa Rita menggoda sang anak


walau pun sudah dewasa Raffa begitu dekat dengan sang mama dan tidak malu untuk bercerita kepada sang mama tetapi Raffa juga sering iseng kepada mamanya


terkadang Rita ngomel gara gara keisengan anaknya memberikan nomor sang mama kepada cewek yang meminta nomor Raffa, sampai Rita harus mengganti nomer telfon, dan setiap hari begitu banyak paket yang datang untuk anaknya itu dari penggemar setianya


"iihhh mama, bukanya sedih lihat anaknya di cuekin cewek" sungut Raffa


"coba kenalin sama mama nanti mama kasih hadiah itu anak karena dia satu satunya cewek yang nggak terpikat sama kamu"


"boro boro kenalin sama mama, tanya nama saja gue malah di tinggal ". ucapnya pelan karena takut di ketawain lagi


Sampai malam Rafa masih terbayang bayang wajah gadis yang dia tidak tau namanya itu.


dia bertekad akan terus berusaha mendapatkan cewek itu gimana pun caranya walupun harus mendatangi kampus setiap hari untuk mencarinya


Raffa tidak lagi Mahasiswa di kampus itu dia berada di sana karena bertemu dengan sahabatnya.

__ADS_1


raffa orang yang sangat cerdas hingga dia bisa menyelesaikan kuliahnya lebih cepat.


__ADS_2