Bayangan Cinta Pertama

Bayangan Cinta Pertama
bab 29


__ADS_3

...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...


Ternyata ucapan Gilang selama ini benar adanya, dan dia terlalu lama untuk menemui Zavania sehingga kini dia sudah menikah dengan orang lain, membuat hatinya sangat terpukul,


Berbeda dengan istrinya,


Ayesha mendapatkan telefon dari orang suruhannya, untuk memata-matai Aldiyan, bahwa orang yang di cintai suaminya itu sudah menikah, dan itu membuat Ayesha sangat senang.


yaa, selama Ayesha berpura--pura sakit, dia tidak mau jika tanpa sepengatuhuannya Aldiyan kembali bersama orang yang di cintai nya itu, makannya Ayesha membayar seseorang untuk mengikuti kemana Aldiyan pergi , karena jika dia sendiri yang memata-matainya dia takut kalau ketahuan.


"Aku yakin, kau akan mencintai ku apalagi saat tau orang yang kau cintai sudah di miliki orang lain" ucap Ayesha tersenyum senang setelah mematikan panggilan dari anak buahnya


lalu menekan nomor seseorang


"drama kita sudah selesai, aku ingin mengakhirinya, jadi kamu harus bilang ke suami ku bahwa aku sudah sembuh.!" lalu menutup telfonnya sebelum mendapatkan jawaban dari sebrang telfon


"cara ku memang salah, tapi aku nggak mau kehilanganmu karena kamu satu satunya yang ku miliki, akan aku pastikan kalau kau hanya milikku, bagaimana pun caranya" ucap Ayesha dalam hati


Aldiyan mendapat kabar bahwa sang istri sudah sembuh dan boleh pulang, dia mengernyitkan dahinya karena sedikit curiga.


Tapi perasaan itu tidak lama karena dia tidak mau memikirkan wanita itu lagi, dia sudah sangat sedih memikirkan zavania.


"lo jemput Ayesha di Rumah sakit" ucap Aldiyan kepada Rio asisten pribadinya.


"nyonya Ayesha sudah sembuh?"


pertanyaan Rio tidak ada jawaban dari Aldyan, bosnya itu hanya mengangkat bahunya pertanda dia tidak mau tahu.


Rio yang mengerti itu langsung pergi dan menjemput istri tuannya itu.


Sedangkan di rumah sakit, Ayesha bersiap siap dia sedikit merapikan penampilannya, karena dokter suruhannya sudah memberi tahu Aldiyan kalau dirinya sudah boleh pulang, dan Ayesha percaya kalau suaminya itu bersedia menjemputnya.


karena selama Ayesha pura pura sakit Aldiyan sering menemuinya sehingga membuat Ayesha berfikir kalau Aldiyan sedikit membuka hatinya,

__ADS_1


padahal yang sebenarnya Aldiyan hanya merasa bersalah karena dia Ayesha mengalami keguguran dan mengakibatkan dia sakit seperti ini.


Ckelek


suara pintu terbuka dan Ayesha berpura pura masih lemas karena mencari simpati dari sang suami,


tapi saat melihat siapa yang membuka pintu, Ayesha sangat terkejut karena yang di lihatnya bukan lah sang suami melainkan asistennya.


"mana suami ku?"


"dia ada urusan penting nyonya, makannya saya yang menjemput nyonya "


"Nyonya mari saya bantu" ucap Rio mendekat karena ingin membantu sang majikan turun dari nakas


"nggak perlu!" ucap Ayesha turun sendiri. dan segera keluar menuju mobilnya


Rio yang melihatnya terkejut karena menurutnya seseorang yang sakit tidak mungkin seleluasa itu kalau bergerak apa lagi melihat istri bosnya berjalan santai menuju mobilnya.


"mungkin nyonya terlalu semangat untuk pulang karena terlalu lama di rumah sakit" gumamnya Rio dalam hati, berusaha berfikir positif.


Tadi saat turun dari mobilnya dia langsung menaiki kursi roda dan menyuruh Rio mendorongnya, seolah dia memang benar benar sakit,


Rio yang mulai tadi curiga hanya bisa diam dan menuruti semua keinginan istri majikannya.


"mas kamu kok nggak jemput aku? ucapnya setelah sampai didekat Aldiyan , seusai memberi kode Rio untuk menghampiri sang suami.


Aldiyan hanya diam dan melihatnya sejenak lalu mematap Tv lagi.


"istirahatlah! " ucap Aldiyan tanpa menatapnya dan menggunakan wajah yang datar.


"Rio bawa dia ke kamarnya!" ucap aldiayan


"iya tuan"

__ADS_1


"tapi mas" sebelum Ayesha bicara Rio sudah mendorong kursi rodanya menuju kamar,


Aldiyan berdiri dan langsung keluar rumah setelah melihat Rio keluar dari kamar Ayesha.


"gue pusing, kita ke club!" ucapnya saat sudah di mobil dan Rioblangsung pergi ke tujuan yang di inginkan Bosnya itu.


**


Di negara A


Cup Cup Cup


Raffa tidak bosan menciumi gadis yang membuatnya tergila gila entahlah dia juga heran kenapa bisa begitu cinta sama Zavania padahal begitu banyak wanita yang mengejar ngejarnya.


"I Love you" ucapnya sembari menciumnya lagi dan menyingkirkan anak rambutnya.


Zavania yang masih lelah karena ulah suaminya yang tidak pernah absen untuk menghajarnya semalaman,


Dia tidak menghiraukan semua kelakuan suaminya itu dan masih menikmati alam tidurnya.


Matanya seketika membuka saat Raffa menikmati goa bawahnya karena mulai semalam Zavania masih belum mengenakan selembar kain pun dan hanya tertutupi oleh selimut.


"Massss " rengeknya dan berusaha menjauhkan kepala sang suami yang tepat berada di tengah pangkal pahanya dengan mulut yang masih mengobrak abrik sesuatu yang membuat Raffa begitu candu.


Raffa menghiraukan rengekan istrinya lalu menyingkirkan tangan yang mengganggu kegiatannya.


Zavania tidak bisa menolak saat sang suami menghentakkan juniornya ke dalam goa sang istri.


Zavania terkadang masih mengingat Aldiyan Yang berada di atasnya, saat sedang melakukannya bersama sang suami,


Entahlah kenapa dia masih selalu mengingatnya, tapi dia berusaha melupakan itu semua karena melihat begitu tulus dan cintanya Raffa terhadapnya,


***

__ADS_1


Usia pernikahannya saat ini sudah menginjak 6 bulan dan Zavania sudah berhenti bekerja di perusahaan Aldiyan karena dia mencoba menghargai keinginan Raffa dan dia juga sudah menyerah mencari Aldiyan.


Selama dia bekerja di perusahaan tempatnya dulu bekerja, dia tidak menemukan apa-apa tentang Aldiyan, dan menganggap kalau Gilang emang bekerja dengan orang lain bukan Aldiyan


__ADS_2