Bayangan Cinta Pertama

Bayangan Cinta Pertama
bab 34


__ADS_3

...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...


Raffa yang saat ini berada di atas sang istri diam beberapa detik kemudian tersenyum dan menghujani ciuman berkali kali dengan pusaka yang masih enggan keluar


"I Love you, never leave me, i can't live without you" ucapnya pelan sembari mencium kepala Zavania


" I am sorry" lirihnya


Sedetik kemudian Raffa memiringkan badan Zavania dengan kaki yang sedikit terbuka Raffa menghentakkan senjatanya tapi berbeda dengan semula awalnya dia lembut penuh perasaan tapi sekarang sedikit kasar membuat Zavania menjerit karena terlalu keras hentakan Raffa


"aauuuu mas sakiit" tapi Raffa tidak menggubrisnya


"ssstttttt aauuuu" lanjutnya dengan tangan meremas sprei dan air mata yang sudah menetes


"sayang ma …maaf ," lirihnya saat mendengan isakan Zavania, raffa melepas penyatuannya kemudian membalikkan badan sang istri


"sayang kamu menangis? maaf aku sudah menyakitimu " dengan suara yang tercekat karena menahan marah serta sedih bersamaan karena mendengar sang istri menyebut nama orang lain sedangkan di sisi lain sangat sedih melihat air mata Zavania.


"maaf harusnya aku nggak nyakitin kamu " ucapnya sambil menyeka air mata istrinya


"aku cuma nggak mau kehilangan kamu, aku terlalu sayang sama kamu cuma minta lupakan dia dan cintai aku zavania!" ucapnya dengan suara sedikit keras turun dari tempat tidur dan memakai boxer sedangkan Zavania sudah menutupi tubuhnya dengan selimut


"Aku benci dengan diriku sendiri kenapa aku mencintai orang yang bahkan nggak cinta sama ku dan aku mengira dengan menikah, kamu bisa mempunyai perasaan yang sama dengan ku bahkan sampai 6 bulan kamu bersama ku kamu masih memikirkannya Zavania


aaaaa!


buugghhhhh


Raffa meninju tembok dengan tangannya membuat Zavania membulatkan matanya


"ma…maaf mas a…ku"


pyyaaarrrrr

__ADS_1


nggak puas dengan meninju tembok Raffa beralih ke kaca membuat zavania ketakutan karena begitu banyak darah yang keluar dari tangan Raffa dan baru kali ini di melihat suaminya itu begitu marah terhadapnya


"maasss hiks hiks hiks maafkan aku " ucapnya turun dari tempat tidur kemudian tangannya terulur memegang kedua kaki Raffa


Raffa menoleh kebelakang dan berjongkok menghadap sang istri


"seharusnya aku yang minta maaf sama kamu aku terlalu memaksakan keinginanku," ucapnya mendongakkan wajah zavania


"kalau kamu ingin aku pergi aku akan pergi dan melepaskan mu, aku akan berusaha mengikhlaskan kamu bersamanya, pergilah dan kejarlah cinta mu "


lanjutnya lalu berdiri meninggalkan Zavania


"mas maafkan aku, jangan tinggalkan aku, aku mohon mass hiks hiks hiks"


ucap zavania berlari dengan selimut putih yang sudah penuh darah karena kakinya terkena pecahan kaca


"jangan tinggalkan aku mas aku ingin melupakannya dan aku minta bantu aku hiks hiks hiks aku ingin hidup selamanya dengan kamu"


Raffa yang mendengar itu berbaik menghadapnya lalu menarik zavania untuk berdiri kemudian memeluk erat tubuh sang istri dengan kencang seakan tidak mau melepaskannya


mendengar perkataan sang istri Raffa semakin mengeratkan pelukannya punggungnya bergetar hebat pertanda dia saat ini sedang menangis


Zavania begitu menyesal dengan dirinya sendiri karena berulang kali menyakiti orang yang begitu tulus mencintainya


"aku akan lakukan apa pun asal kamu jangan pergi mas hiks hiks"


Raffa mengusap air matanya lalu mengurai pelukannya


"aku cuma ingin kau membalas cintaku itu aja apa aku egois!"


"ng…nggak mas aku akan berusaha mencintaimu tapi jangan tinggalkan aku"


Zavania kembali memeluk erat Raffa

__ADS_1


Raffa kaget saat melihat ke bawah Zavania karena warna selimut yang tadinya putih itu menjadi merah karena darah, Raffa melepas pelukannya lalu membuka selimut yang melekat di tubuh sang istri membuat Zavania kaget karena saat ini ia tidak memakai sehelai benangpun


Raffa berjongkok lalu menatap sedih saat melihat kaki Zavania banyak luka dan masih terdapat kaca yang menempel di kaki mulus sang istri


yaa saat Zavania berjongkok di bawahnya terdapat begitu banyak pecahan kaca yang di pukul Raffa membuat kaki serta lututnya banyak pecahan kaca yang menempel tetapi Zavania tidak merasakannya karena perasaan bersalahnya terhadap Raffa membuat dia mengabaikan rasa sakitnya itu


greeppp


"maasss" ucap zavania yang sudah berada di gendongan Raffa lalu mendudukkan nya di tepi ranjang tanpa mengucapkan satu kata pun hanya wajah sendu yang dia tampilkan


"aauuu" teriak Zavania dan tangannya meremas sprei saat Raffa mencabut saru persatu pecahan kaca yang menempel di kakinya dengan darah yang masih menetes


sedangkan tangan Raffa begitu bergetar dan hatinya begitu sakit saat mencabut satu persatu kaca.


karena kemarahannya, membuat zavania terluka dan mengeluarkan banyak darah,


baginya melihat zavania kesakitan itu lebih sakit dari pada saat mendengar Zavania menyebut nama pria lain, Raffa tidak tega melihat orang yang di cintai nya kesakitan


"maafkan aku " ucapnya dengan air mata yang menetes setelah membalut kakinya Zavania.


"tangan mas berdarah sini aku obatin" zavania mengambil tangan Raffa


"apa sakit?" tanya Zavania mencabut sedikit pecahan kaca yang menempel


karena yang menempel cuma sedikit jadi tidak terlalu lama dia mencabutnya berbeda dengan kedua kakinya .


"lebih sakit melihat kamu terluka " jawabnya dengan wajah sendu


"maafkan aku" lalu zavania membalut nya dengan perban


mata Raffa tak lepas dari wajah zavania yang matanya sudah membengkak karena menangis


"lupakan dia ! dan cintailah aku karena aku nggak bisa hidup tanpa mu !" ucap lirih Raffa lalu zavania mengangguk mereka saling berpelukan menyalurkan perasaan masing masing.

__ADS_1


***


Di saat bersamaan seorang pria baru saja menginjakkan kakinya di negara I dengan hati yang berbunga bunga.


__ADS_2