
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
"Pa, siapa sih yang akan kita temui, kayaknya penting banget" tanya Raffa di telfon sambil menunggu klien datang, Raffa tidak bisa meninggalkan meeting karena klien yang di temui ini sangat penting.
"Nanti kamu juga tau, kata beliau kamu pernah bertemu dengannya, Dia salah satu Pengusaha yang cukup di kenal.
makanya cepetan selesaikan urusan mu, jangan sampai nggak datang, "
"iya pa, satu jam lagi Raffa ke sana"
"Awas sampai tidak datang, papa hapus nama kamu di dalam KK (Kartu Keluarga) !"
"jahat banget sih jadi orang tua, yasudah sampai ketemu di sana pa, " tut Raffa langsung mematikan sambungan telefonnya
Setelah 15 menit Hendra sampai di kediaman David.
David dan dilla langsung menyambutnya dan mempersilahkan Hendra dan juga Rita untuk masuk ke dalam.
"Loh kok Raffasya nggak ikut Hen? tannya David
"Biasa, anak itu sibuknya minta ampun,
Dia masih harus bertemu klien yang sangat penting, tapi dia sudah janji akan kesini" ucap Hendra
"ooww gitu,, wajar sih kalau dia sibuk, Di umur yang masih muda dia bisa menjadi pengusaha yang sukses bukan hanya ganteng tapi dia begitu genius" ucap David memuji
"Ya iyalah, bibit siapa dulu"
"kayaknya kamu dulu nggak gitu, bahkan kamu terkenal nakal banget "
"huusss jangan buka rahasia dong"ucap hendra malu dan membuat semua yang di sana tertawa lalu mereka ngobrol santai.
"oow ya jeng, mana nih calon mantu" Tanya Rita ke Dilla
__ADS_1
"Ow ya, sampai lupa saya jeng, bentar saya panggilkan" ucap Dilla langsung di angguki oleh Rita dan juga Hendra.
Lalu bergegas menuju ke kamar sang anak
"Van, Zavania!"
"Iya ma, masuk saja"jawab zavania
"waaaahhh cantiknya anak mama" puji Dilla melihat sang anak menggunakan casual dress m warna hitam dengan lengan berwana cream serta riasan wajah yang natural, terkesan sangat anggun
"Ayo keluar, tamu kita sudah mulai tadi datang dan menunggu kamu. " ucap dilla sambil keluar menggandeng Zavania
semua mata Terpesona melihat Zavania yang turun dari tangga dengan di gandeng mama Dilla
"waahh pa cantik banget, pasti Raffa nggak bakal nolak" ucap Rita yang berbisik ke suaminya.
"malam om, malam tante" ucap zavania sopan lalu menjabat tangan Hendra dan mencium punggung tangannya kemudian beralih kepada Rita
Zavania hanya menggeleng sambil tersenyum.
"dulu om yang selalu ngajak kamu bermain bahkan selalu merengek minta di belikan Es cream kalau om bilang mau ke kantor ayah mu" jelas Hendra
"gimana ingat nggak?"
"Iya ingat om" jawab Zavania sambil tertawa manis
Bertepatan itu Raffa Baru saja datang dan memberi salam kepada David dan dilla tanpa menoleh Zavania.
lalu seketia…
"Zavania/Raffa" ucapnya bersamaan, mereka berdua seketika mematung karena kaget tak percaya dengan apa yang di lihat.
__ADS_1
kemudian Raffa tersenyum tipis dengan hati yang berbunga bunga, ternyata ucapan cicillia kemarin memang benar.
"Silahkan duduk nak Raffa" ucap David
lalu raffa Duduk di sebelah sang ayah
"Kalian saling kenal?" tanya Hendra
"iya pah " jawab Raffa
"mama ingat nggak gadis yang 3 tahun lalu aku ceritakan, yang mama bilang harus kenalin dia ke mama?" tanya Raffa ke Rita pelan
" iya ingat, dan kamu sampai sekarang belum ngajak dia ketemu sama mama" ucap rita masih dengan suara pelan
"sekarang mama sudah ketemu sama orangnya". seketika Rita terbelalak matanya lalu tersenyum
"Zavania, Om dan keluarga kesini bertujuan ingin melamar kamu untuk putra om Raffasya apa kamu berkenan menerima lamaran Kami?
"hah" seketika Zavania mengangah tak percaya dengan ucapan Hendra barusan. melihat ke arah ayah dan mamanya untuk mendapatkan penjelasan, begitu juga dengan Raffa, dia kaget sekaligus senang karena orang tuanya melamar gadis yang selama ini dia cintai tanpa ia minta.
"Ayah dan Om Hendra dulu pernah merencanakan perjodohan kalian 10 tahun yang lalu dan Saat ini waktunya, apa kamu menerimannya Van? Tanya David
Sebelumnya mama Dilla sudah memberi tahukan kepada Zavania atas tujuan seseorang yang akan menemuinya itu, tapi Zavania tidak tau siapa dia.
Dilla menjelaskan bahwa ayah David sangat berhutang budi terhadap om Hendra,
Ayah Davit dan mama Dilla berharap zavania mau menerima lamaran dari keluarga Hendra Dermawan
"Boleh Vania ngobrol sama Raffa dulu yah?"
"ooww silahkan nggak apa apa" jawab David
Lalu Zavania mengajak Raffa pergi dari ruang Tamu meninggalkan orang tua mereka.
__ADS_1
Raffa mengekori di belakang zavania
mereka berjalan tanpa ada obrolan sama sekali hingga mereka duduk di bangku besi panjang dekat kolam renang