
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
6 bulan kini usia pernikahan zavania dan Raffa,
Raffa sangat bahagia menjalankan pernikahannya dengan Zavania, tapi entah dengan zavania apa dia sangat bahagia bersama Raffa apa dia hanya pura pura bahagia.
"hati hati di jalan mas" ucap zavania sambil mencium punggung tangan Raffa lalu memberikan tas bekerja sang suami.
"kamu juga hati hati di rumah, sesekali keluarlah kalau kamu bosan di rumah" ucap Raffa sambil mencium dahi Zavania lalu mencium sekilas bibirnya kegiatan yang setiap hari di lakukan suami istri itu.
Semenjak Zavania keluar dari kantor, dia hanya di rumah saja, mulai dulu dia adalah gadis rumahan yang tidak suka keluar rumah, dan hanya keluar jika ada perlu atau pun kalau sahabatnya cicillia mengajak keluar, dan selebihnya hanya di rumah saja dia lebih betah di rumah.
Kalaupun dia dulu bertemu dengan Aldiyan, mereka bertemu di dekat sekolahan ataupun keluar bertiga dengan cicillia buat melabui David karena tidak mengijinkan mereka pacaran.
"aku di rumah saja mas lagian mau keluar sama siapa, cicillia juga tidak ada"
"yasudah, weekend kita jalan jalan ya sekalian usaha biar isi" ucap Raffa sambil tersenyum menggoda dan mengusap perut Zavania
"iiihhhh mesuummm yasudah gih berangkat, sudah siang"
"siang juga nggak apa apa orang perusahaan sendiri"
"hmmmm ya deehhhh pak boooosssss ," dengan nada yang sedikit mendayu dan memaju majukan bibir bawahnya.
"kalau gitu aku libur aja deh ingin kerja di kasur aja" Raffa yang mulai gemas dengan istrinya itu
"Mana ada begitu mas, " ucapnya sambil berlari masuk dan segera mengunci cepat pintu rumah takut Raffa serius dengan ucapannya.
"sayaaanggg buka! brak brak brak" teriaknya sambil menggedor pintu.
"nggaaakk, mas kerja aja dulu !" teriak zavania dari dalam
"ya sudah deh mas kerja dulu" ucapnya lesu lalu membalik badan dan berjalan menuju mobilnya.
"ceklek"
Mobil Raffa yang baru sampai dekat pintu gerbang, ia langsung melihat sang istri keluar dengan melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Hati hati sayaaanggg "teriak Zavania lalu melakukan cium jauh ke arah Mobil sang suami dan itu membuat Raffa tersenyum bahagia karena ini kali pertama Zavania memanggil sayang kepadanya.
Sebenarnya Raffa ingin sekali menghajar Zavania di kamarnya, karena ulah sang istri yang menurutnya lucu itu.
Tapi Raffa ada meeting dengan orang yang sangat penting maka dari itu dia harus ke kantornya.
"awas ya kamu nanti" teriak Raffa dari jendela kaca yang sengaja ia buka dan kini mobilnya hampir keluar dari pintu gerbang
***
Di negara A
"Aaarrrghhhh"
"praannkkk" Teriak Ayesha dan menghancurkan peralatan di meja riasnya.
Ayesha mengamuk karena Aldiyan sudah keluar dari rumah dengan membawa koper besar
"Aku cuma ingin kamu Al !!!!!!!"
"Aaalllll "
Ayesha berteriak frustasi.
Flashback…
"kamu kenapa kok masukin semua baju kamu ke koper mas?"
"apa kamu mau ke luar kota? sini biar aku yang bantu" tanya Ayesha dengan suara lembutnya.
Tapi Aldiyan hanya diam saja bahkan menampel tangan Ayeha yang berusaha mengambil baju Aldiyan untuk membantu memasukkan ke dalam koper.
"Mas kamu kenapa?" tanya Ayeha kaget dengan perlakuan Aldiyan
"Aku sudah ajukan perceraian kita, terserah kamu mau tetap di sini atau mau pergi tapi yang pasti aku akan keluar dari rumah ini !" jawab Aldiyan yang masih memasukkan pakaiannya di koper tanpa menoleh ke Ayesha
"Ta…tapi kenapa kamu tiba tiba ceraikan aku mas? tanya Ayesha terbata katena sedikit syok dan memundurkan langkahnya ke belakang.
__ADS_1
Aldiyan langsung membalikkan badannya dan menghadap Ayesha
"Harusnya mulai dulu aku ceraikan kamu, aku menyesal telah percaya kalau kamu sakit!"
"Deg
Ayeaha langsung membuka mulut mendengar ucapan Aldiyan
"kenapa kamu kaget aku tau semuannya?" tanya aldian dengan senyum yang menakutkan padahal sehari setelah kepulangannya dari rumah sakit Aldiyan begitu baik terhadapnya
Bahkan sangat perhatian, Aldiyan menjalankan perannya sebagai suami yang baik berbeda dengan Aldiyan yang dulu walaupun Aldiyan masih belum mau memberinya nafkah batinnya dengan alasan takut kesehatan Ayesha akan terganggu dan menunggu Ayesha sembuh total.
perhatian seperti Itulah yang membuat Ayesha percaya kalau Aldiyan benar benar sudah mulai mencintainya.
Maka dari itu Ayesha sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Aldiyan yang tiba tiba ingin menceraikannya dan pergi dari mansionnya.
Ayesha langsung diam tak berkutik beberapa detik lalu menjatuhkan tubuhnya di lantai.
"Apa kamu sudah puas mengurung ku selama ini berada di sampingmu! ucapnya sedikit berteriak
"hanya karena sisi kemanusiaan dan rasa bersalah ku kepadamu aku kehilangan orang yang aku sayang !" Aldiyan semakin berteriak
"apa kamu puas hah!"
"ta…tapi apa salah ku hiks hils hiks" Ayesha menangis pura- pura tidak tau apa yang di maksud Aldiyan
"oowww kamu masih belum mengerti iya atau pura pura bodoh setelah apa yang kamu lakukan.!"
Ayesha Hanya diam dan masih terisak
"kalau kamu belum mengerti juga dengan ucapan ku, kamu pasti mengenal Dr Marten bukan orang yang kamu suruh membohongiku bertahun tahun dengan penyakit bohongan mu itu, apa kamu belum mengeri juga Ayesha!"
Aldiyan semakin berteriak begitu sangat emosi.
Ayesha yang tadinya menunduk sekarang mendongakkan wajahnya menghadap Aldiyan yang sedikit membungkuk menghadapnya
"ma…maaf kan aku mas hiks hiks hiks" ayesha semakin terisak keras lalu mengulurkan kedua tangannya untuk memeluk kaki Aldiyan.
__ADS_1