
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
Aldiyan mengibaskan kakinya membuat Ayesha terpental kebelakang, tapi Aldiyan tidak menghiraukan dia malah langsung pergi begitu saja.
yaa 6 bulan yang lalu saat Aldiyan dan rio sedang di dalam mobil menuju ke sebuah club Rio menceritakan kejanggalannya terhadap Ayesha.
Walaupun Rio baru mengenal Aldiyan tapi dia sangat menghormati dan menjaganya karena itu pesan mendiang ayahnya Aldiyan sebelum meninggal.
Bukan hanya itu Rio sangat berhutang budi terhadap keluarga Aldiyan terutama kakeknya karena atas pertolongannya dia yang dulunya sangat kesusahan dan rela banting tulang untuk membiayai ibu yang sakit, sehingga dia harus rela berhenti sekolah demi mencari uang.
Hingga tidak sengaja bertemu dengan kakeknya Aldiyan, karena kasihan Rio di suruh tetap sekolah dan membantu membiayai pengobatan sang ibu walaupun tidak lama setelah itu akhirnya ibunya tidak tertolong.
Rio yang masih di bangku Sekolah Menengah Pertama akhirnya ikut bersama kakeknya aldiyan hingga setelah menyelesaikan pendidikannya Rio menjadi asisten mendiang ayah Aldiyan.
"sial berani beraninya dia bermain main dengan ku"
"kita harus mencari tau terlebih dahulu tuan, dan saat itu sebaiknya tuan bersikap baiklah terhadap nyonya agar tidak curiga"
"kamu benar Rio, kita harus mencari dokternya Ayesha"
"baik besok aku akan ke rumah sakit"
Aldiyan yang saat itu mendengarkan cerita Rio dia mulai saat itu mencari tau semuanya dan berusaha baik terhadap Ayesha supaya tidak menaruh curiga terhadapnya
Keesokan harinya Rio mencari keberadaan Dokter yang menangani Ayesha tapi nihil karena sang dokter telah terbukti melakukan tindakan 𝘮𝘢𝘭𝘧𝘦𝘢𝘴𝘢𝘯𝘤𝘦 sehingga pihak rumah sakit mencabut ijin praktek di rumah sakit tersebut.
Braakkkk
"siiaall licik juga perempuan itu, mereka merencanakannya dengan baik, " ucap Aldiyan dengan menggebrak meja kerjanya
"kita harus gimana tuan?"
"Kamu cari tau dimana dia sekarang! bagai mana pun carannya" baik tuan
__ADS_1
Hingga sampai hampir 6 bulan masih belum ada kabar dari rio tentang orang yang dia cari
Aldiyan yang hampir saja kehabisan ke sabaran ingin rasanya berhenti melakukan sandiwara terhadap Ayesha karena dia sangat muak dengan wajah yang sengaja di buat buat polos dan lemah.
"Rio berhenti !" ucap Aldiyan saat berada dijalan salah satu kota di Negara C
"ada apa tuan?? "
"kamu lihat seorang yang baru keluar dari rumah sakit itu? " dengan menunjuk seseorang yang mau masuk mobil berwarna merah
"i…itu bukannya orang yang kita cari tuan?"
"Ayo kita ikuti dia jangan sampai kita kehilangan jejak"
Setelah mobil merah itu turun dan memarkirkan mobilnya di sebuah rumah yang lumayan mewah.
Aldiyan dan Rio segera turun dari mobilnya lalu menghampiri mobil tersebut
"ma…maaf apa ada perlu? " ucap nya
"ya " ucapnya singkat
"maaf dengan siapa?"
"nggak perlu basa basi langsung saja, apa kau mengenal Ayesha pasien anda yang berada di Negara A?? "
"A…ayesha?" tannya nya gugup dengan wajah yang pura-pura di buat biasa saja karena dia tau siapa yang berhadapan dengannya saat ini.
"jangan pura pura nggak tau karena aku sudah menyimpan semua buktinya dan jika kamu mengelak hidup serta karirmu akan jadi taruhannya"
"ma…maaf tuan tapi itu semua Ayesha yang menyuruh. " ucap nya dengan memohon karena hanya di sinilah satu satunya rumah sakit yang mau menerimanya karena sebelumnya sudah tidak ada yang mau menerima.
"kau urus dia Rio!" ucap Aldiyan lalu pergi menuju mobilnya.
__ADS_1
"Sudah tuan!" Rio yang saat ini sudah di dalam mobil
"Ayo kita kembali saat ini juga karena kita ada bukti untuk memaksa Ayesha mau bercerai."
***
Flashback off
"Apa rencana tuan saat ini?"
"aku akan secepatnya ke Negara I dan aku menyerahkan urusan kantor kepadamu, aku akan berusaha merebut Zavania dari suaminya karena aku tau perasaannya masih sama terhadap ku" jelas aldiyan sambil tersenyum kecil membayangkan wajah seseorang yang beberapa tahun ini dia rindukan
"kapan tuan berangkat? biar saya mengurus semuanya?"
"lusa aku pergi dan kamu urus semua perceraian ku jika Ayesha tidak mau, berikan semua buktinya jika perlu laporkan ke polisi atas penipuan, aku yakin dia tidak ada pilihan"
"Baik tuan!"
Aldiyan langsung mengambil benda pipih yang saat ini berada di sakunya.
"halo bro" ucap seseorang di sebrang sana"
"gue akan ke sana lusa" ucap Aldiyan
"loe mending nggak usah kesini kalau lo cuma sehari doang kesini, bikin gue ribet aja! anak anak udah bela belain kumpul tapi lo malah balik cepat" ucap Gilang
"lo nggak usah khawatir gue akan menetap di sana"
"hah serius lo?"
"gue serius, besok gue ceritain kalau sudah samapi sana"
"ok gue tunggu dan gue akan kabarin yang lain" ucap gilang lalu menutup panggilan telefon nya
__ADS_1