
...◦•●◉✿𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝙘𝙖◦✿◉●•◦...
Aldiyan tidak bisa tidur memikirkan zavania sedangkan handphone zavania tidak bisa di hubungi sejak sore tadi membuat aldiyan makin gelisah.
Aldiyan nekad menemui zavania bagaimana pun caranya
pukul 12 malam aldiyan keluar rumah menggunakan mobil.
Aldiyan berhenti di dekat rumah zavania dia melihat lihat keaadan sekelilingnya
Di rasa aman Aldiyan bergegas manjat pintu pagar rumah david kebetulan rumahnya tidak memiliki satpam .
setelah berhasil memanjat dengan selamat Aldiyan mencari pohon mangga karena setiap mereka Vidio call di kamar zavania terlihat pohon mangga di depan kamarnya
"semoga saja yang itu kamarnya " gumam Aldiyan sambil melihat kamar yang ada di lantai 2 itu
Kebetulan di tembok dekat pohon mangga ada tangga yang yang tergeletak.
aldiyan bergegas mengambilnya dengan penuh hati hati supaya tidak menimbukan suara.
Tiba di balkon kamar aldiyan membawa tangganya ikut naik keatas karena jika di biarkan takut ada yang melihatnya.
Aldiyan mengintip dari luar jendela memastikan siapa pemilik kamar itu dan tiba tiba dia melihat sosok yang di cari sedang tertidur
"syukurlah ternyata benar kamar kamu sayang " gumam aldiyan
Sebenarnya aldiyan langsung ingin pulang setelah melihat sang kekasih baik baik saja dia iseng membuka jendela dan tenyata jendelanya tidak di kunci,
__ADS_1
Aldiyan pun memberanikan diri untuk masuk.
"Sayang maafkan aku ya" ucapnya pelan sambil membelai lembut rambut zavania dan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantiknya walau matanya masih terlihat sembab.
"uummmm" sang empunya sedikit terganggu lalu mengucek matanya berulang kali .
"kayaknya mimpi deh " gumamnya pelan lalu memencet hidung aldiyan
"kok bisa disentuh sih , ini mimpi nggak sih? gumamnya lagi
Aldiyan tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu lalu membawa zavania kedalam pelukannya dan merasakan pelukan yang terasa sangat hangat
"ini kamu kan sayang?? " tanya zavania lagi setelah melepaskan pelukannya
"iya ini aku Aldiyan" jawabnya dengan senyuman termanisnya
"Sayang aku kangen" ucap zavania pelan karena takut akan membangunkan orang tuanya
Zavania Tak kuasa menahan tangisnya lagi lalu memeluk erat sang kekasih dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Aldiyan
"kamu kok bisa kesini ? kamu lewat mana? kamu manjat pohon ? "tanya zavania beturut turut
"iiihhh cerewet banget sih " gemasnya sambil mencubit hidungnya zavania lalu mentap lekat wajah zavania
Aldiyan begitu kaget melihat memar bergambar tangan dengan jelas di pipi zavania dan ujung bibir yang terlihat terluka
"Sayang maafin aku ya gara gara aku kamu kayak gini, ini pasti sakit banget ya?? " tanya aldiyan sambil menatap sendu zavania
"Nggak apa apa kok besok juga hilang" jawab zavania dengan sedikit tersenyum
__ADS_1
"kamu belum jawab pertanyaan ku kok bisa sampai sini?" zavania mengulang pertanyaannya yang tadi
"ada deh apa saja bisa aku lakuin agar bisa bertemu kamu " ucapnya sambil mencubit hidung zavania
"Aku pulang ya,,,aku sudah lega bisa ketemu kamu,"pamitnya sambil mengusap lembut rambut zavania
" oh ya aku lupa,,,kok di telfon gak aktif sih?? " tanya aldiyan
"handphone nya di lempar ayah sampai rusak" jawab zavania lesu
"yasudah pakai handphone aku dulu ya sayang biar aku bisa hubungin kamu" aldiyan sambil menyodorkan handphonenya ke zavania
"nggak usah sayang"tolak zavania
"Jangan di tolak sayang aku nggak bisa kalau tidak mendengar suaramu sehari saja" ucap aldiyan
"iihhh gombal"zavania dengan malu malu
Aldiyan mengangkat wajah zavania yang tertunduk malu lalu memiringkan kepalanya mendekatkan ke wajah zavania lalu mencium lembut bibir zavania
awalnya cuma ciuman biasa lama lama menjadi ******* lembut dan menuntut
"haahh "zavania mengambil nafas dalam karena hampir saja kehabisan nafas akibat ulah aldiyan
Hujan tiba tiba turun dan suara petir begitu mencekam, sebenarnya aldiyan ingin pulang tapi di larang oleh zavania karena hujan sangat deras
"kamu di sini saja nanti sebelum subuh semoga hujannya redah" ucap zavania
"yasudah kamu tidur biar aku temenin" ucap aldiyan sambil menidurkan zavania di lengannya
__ADS_1