Bayangan Cinta Pertama

Bayangan Cinta Pertama
bab 16


__ADS_3

...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...


Zavania terkejut atas perlakuan lelaki yang ada di depannya itu,


Dia menoleh ke kiri dan ke kanan, begitu banyaknya orang yang yang menonton adegan mereka bak di drakor yang saat ini di gemari banyak remaja.


"terima terima terima! " suara mahasiswa bersorak sambil menepukkan kedua tangannya


Sedangkan Raffa masih setia berlutut menunggu jawaban Zavania.


"Sorry i can't" ucap zavania langsung berlari meninggalkan Raffa yang masih di posisi jongkok


"yaaahhhh" ucap para siswa yang berada di situ


"padahal cowoknya ganteng banget loh tapi kenapa cewek itu menolak sok jual mahal banget,


kalau gue yang di posisinya pasti langsung gue peluk dan bilang Yessssss!" ucap salah satu perempuan yang di tak jauh dari Raffa tapi masih bisa di dengar suaranya.


Raffa yang mendapatkan penolakan langsung berdiri dan pergi menyusul Zavania tanpa menghiraukan orang orang yang melihatnya.


"kamu menolak ku bukan berarti aku akan menyerah, tapi aku semakin penasaran ingin mendapatkan mu " gumamnya sambil melihat Zavania yang duduk sendirian di kursi taman tak jauh darinya.


"Kalau nggak nerima aku jadi pacar nggak apa apa tapi jangan nolak aku jadi teman kamu!" ucap Raffa saat setelah sampai di belakang Zavania.


Zavania tau siapa pemilik suara itu, ia pun tetap dengan pandangan ke depan tak berniat menoleh sumber suara


"Kamu kenapa diam saja ?

__ADS_1


ntar cantiknya berkurang loh!" ucap Raffa yang langsung meletakkan bokongnya di samping Zavania lalu memandangi wajah Zavania dengan satu tangan menompang dagunya.


"mana ada begitu" ucap zavania dengan nada ketus tapi langsung membuat Raffa senang.


"ya ada lah, coba kamu ngaca kalau nggak percaya! " Raffa berusaha menggoda zavania tapi malah tidak ada jawaban lagi dari gadis di sampingnya itu


"oh ya kita belum kenalan loh" ucap Raffa dengan mengulurkan tangan kanan nya di hadapan zavania


"belum kenal tapi berani nembak" gerutu Zavania pelan. Raffa yang mendengarnya mengangkat tipis bibirnya dia merasa gemas oleh tingkah gadis di sampingnya itu


"Aku serius loh dengan ucapan aku tadi, dan aku akan menunggu kamu sampai kapan pun" ucapnya dengan wajah yang meyakinkan


"Jangan menunggu sesuatu yang belum pasti kamu dapatkan!" ucap zavania


"Tapi aku yakin,kalau suatu saat aku akan mendapatkan kamu!" ucap Raffa menurun naikkan alisnya melihat ke zavania


Raffa menarik tangan kanan zavania memaksa nya untuk mau dia ajak bersalaman, karena gemas dengan zavania yang nggak mau membalas uluran tangannya mulai tadi.


"Apaan sih kamu? lepas nggak!" ucap Zavania memberontak


"Kamu di ajak kenalan susah banget, makannya harus pakai paksaan!" ucap Raffa tegas padahal dalam hatinya begitu gemas lihat tingkah Zavania


"Hai cantik nama aku Raffa " ucap Raffa menggerak gerakkan tangannya yang sudah berjabat dengan tangan Zavania.


"Gak penting " ucap Zavania lalu menarik tangannya dari tangan Rafa tapi tidak bisa karena terlalu kuat tangan Raffa memegang tangannya


"iihhh Lepasin" ucap zavania

__ADS_1


"Nggak mau sebelum kamu ngasih tau nama kamu!"


"Gak usah gue kasih tau pasti lo sudah tau, nomer gue aja lo tau " gerutu Zavania sambil memanyunkan bibirnya


"Astagaaa lucu banget sih nih anak kalau begitu" ucap Raffa dalam hati


"Lepasin nggak? apa perlu gue teriak!" ucap zavania mengancam


"yasudah gue lepasin " ucap Raffa tapi bukan malah melepaskan dia malah mengarah kan tangan zavania ke bibirnya dan…


"cup" Raffa berhasil mencium punggung tangan Zavania sekilas lalu berlari menjauh dari zavania.


"Dasar ya cowok nyebelin" Zavania berusaha mengejar Raffa hingga berakhir saling kejar kejaran


Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah asik melihat mereka saling mengejar tersenyum ke arahnya


"Akhirnya dia bisa ketawa juga" ucap cicillia


ya, cicillia tidak sengaja melihat vidio Raffa nembak Zavania dalam grup kampus.


cicillia yang akan menanyakan kebenaran itu malah di kejutkan melihat sang sahabat tengah asik bermain kejar kejaran.


aDa perasaan bahagia melihat sahabatnya bisa tersenyum lepas.


"Eheemmm" deheman cicillia berhasil membuat dua orang itu berhenti


Akhirnya mereka bertiga ngobrol santai ya walaupun Zavania tetap saja bicara seadanya itu pun kalau di tanya selebihnya memilih diam

__ADS_1


__ADS_2