Bayangan Cinta Pertama

Bayangan Cinta Pertama
bab 33


__ADS_3

...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...


"aauuuw" teriak Raffa berpura pura sakit padahal tidak sama sekali.


kemudian Raffa menggelitik perut Zavania sampai dia tertawa


"hahahahaa berhenti mas ahaha "


"minta maaf nggak?"


"hahaha i…iya aku mjnta maaf hahahahaa berhenti dulu hahha aku capek hahah kalau aku capek hahhaha perut akubsakit mas hahahaa"


Raffa langsung menghentikan aksinya Zavania langsung menarik nafas karena lelah


mereka berdua akhirnya merebahkan diri di tempat tidur yang masih banyak bunga bunga


"kamu mandi aja dulu sayang "ucap lembut Raffa dengan mengusap kepala Zavania


"iyya bentar aku bersihin ini dulu biar tidurnya nyaman"


"nggak usah biar aku saja yang bersihin, kamu mandi saja!"


sambil bangun dari tempat tidur lalu menggendong istrinya ke kamar mandi


"mas turunin iya iya aku mandi"


"kelamaan biar aku mandikan sekalian"


"nggak usah nanti lama mas"


"ya sudah deh" ucapnya lesu lalu menurunkan Zavania di dekat bath up kemudian meninggalkannya keluar.


setelah 15 menit Zavania keluar dari kamar mandi lalu melihat sang suami tengah duduk di pinggir tempat tidur yang sudah bersih dan di sampingnya terdapat paper bag.


"kamu pakai bajunya ya!" bisik Raffa di telinga Zavania kemudian berjalan menuju kamar mandi

__ADS_1


"pengertian banget sih " ucapnya pelan lalu mengambil dan kemudian membuka paper bag nya


"hahh" ucapnya seketika membelalakkan matanya melihat baju kekurangan bahan berwarna hitam yang sudah di belikan sang suami


"baju apaan ini?" gumamnya karena walaupun sudah 6 bulan menikah dia baru kali ini mendapatkan baju yang seperti jaring itu.


walaupun awalnya dia malas memakainya karena malu jika di lihat Raffa tapi dia tetap saja memakainya sebab dia tidak mau mengecewakan Raffa.


ceklek


pintu kamar mandi terbuka dan Raffa keluar dengan masih menggunakan balutan handuk di pinggangnya dengan dada masih terekspos menampilkan otot yang begitu menggoda sedangkan di tepi tempat tidur zavania duduk dengan membalut tubuhnya menggunakan selimut dengan wajah yang ditekuk dan bibir manyun karena sebal.


"kok gitu wajahnya" goda Raffa padahal dia tau penyebab sang istri begitu


"hmmm"


"sayanggggg" Raffa mendekati zavania lalu memeluknya dari samping


"ganti baju sana iihhh nanti masuk angin looo"


dengan sekali tarikan selimut Zavania sudah terbuka lalu Raffa lempar ke sembarang arah


"maaassss!"


Raffa terpaku melihat tubuh Zavania yang begitu **** dengan warna yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih membuat Zavania sangat cantik


Zavania menutupi tubuhnya dengan bantal yang berhasil dia ambil dan menundukkan wajahnya karena sangat malu terhadap Raffa.


"kok di tutupin sih sayang, lagian aku sudah melihatnya setiap hari"


"iihhh tau deh! mas hadap ke temboh dulu aku malu iihhh. " ucap Zavania dengan suara yang hampir tidak jelas karena mukanya tertutup bantal tapi masih bisa di mengerti Raffa


"iya deh aku hadap tembok"


Zavania mengintip Raffa dan benar saja suaminya itu tengah menghadap tembok

__ADS_1


"bentar mas hadap sana dulu!" ucapnya sambil mencoba mengambil selimut yang sudah di lempar Raffa dengan satu tangan menutupi dua bukit nya dan satu tangan lagi menutupi area sensitifnya


Raffa yang mencuri pandang berusaha menahan tawa karena melihat tingkah sang istri yang sangat lucu menurutnya


Greeeppp


zavania yang berjongkok mengambil selimut tiba tiba di peluk Raffa dari belakang lalu melempar selimutnya lagi, lalu dengan cepat membalikan tubuh zavania untuk menghadapnya.


"maa… embbbhhhh" sebelum Zavania bicara Raffa sudah ******* habis bibir sang istri hingga stok oksigen mereka hampir habis baru raffa melepaskannya


"kamu cantik sayang sangat menggoda" ucap Raffa saat menatap tubuh Zavania dari atas sampai bawa dengan memegang bahu zavania takut jika sang istri lari untuk menutupi tubuhnya lagi, sedangkan zavania menunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan karena sangat malu


"sayang lihat aku!"


"nggak,,aku malu lagian mas kenapa belikan baju kayak gini coba!" sungutnya dengan wajah masih tertutupi kedua telapak tangannya.


"yasudah kalau nggak mau pakai ini!"


sreeekkkk


Raffa merobek baju yang di kenakan Zavania membuat dia membuka telapak tangannya dan menutupi dua bukit kembar yang sudah tidak ada penghalangnya itu


"masss…eemmpphhh" Raffa yang sudah tidak tahan akhirnya melahap habis bibir Zavania dengan lapar, mengabsen setiap isi mulur Zavania lalu turun ke lehernya dengan tangan yang berusaha menyingkirkan tangan zavania yang menutupinya.


"uugghhhh" leguhan Zavania lolos begitu saja saat Raffa menempatkan dirinya bak bayi yang ke haus an.


"maasss" suara zavania sedikit mende sah


Raffa kembali mel"u"mat bibir zavania dan menuntunnya menuju tempat tidur tanpa melepas lilitan di mulutnya,


sampai di tempat tidur zavania di tidurkan sedangkan Raffa berada di bawahnya dan membuka kedua kaki sang istri lalu merobek sisa benang yang melekat di sana kemudian mengarahkan mulutnya lalu melahap men jilat hingga Zavania tidak kuasa menahan nya


"eemmmhhh mass ssstttoop aku mau pipis!" ucap Zavania dengan susah payah sedangkan Raffa malah memasuk kan satu jarinya ke lubang yang membuatnya candu


"keluarkan sayang " ucap Raffa membuat sang istri menggeliat tak karuan

__ADS_1


"aaaaaall" ucapnya tanpa di sadari lalu seketika dia tersadar dengan ucapannya hingga membulatkan matanya.


__ADS_2