Bayangan Cinta Pertama

Bayangan Cinta Pertama
bab 36


__ADS_3

...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...


"yeeaaaa akhirnya kita bisa 𝘴𝘶𝘯𝘮𝘰𝘳𝘪 lagi " teriak Darel saat jalan sepi, karena sudah 5 tahun ini The Boys tidak pernah 𝘙𝘰𝘭𝘭𝘪𝘯𝘨 mereka hanya berkumpul di basement untuk nongkrong pas weekend.


"apa'an sih lo teriak teriak kayak cewek aja" ucap tomi


"lah napa lo sewot! "


Mereka memutuskan untuk touring ke kota B yang tidak terlalu jauh dan juga menurut tomy pantai di sana sangat bagus dan bersih maka dari itu mereka setuju untuk 𝘙𝘰𝘭𝘭𝘪𝘯𝘨 di kota B yang kebetulan keluarga Clay mempunyai sebuah Villa di sana hingga mereka bisa bersantai ria di sana.


mereka melakukan 5 jam perjalanan, waktu yang cukup lama karena biasanya ke kota B bisa di tempuh hanya 3 jam, karena mereka ingin menikmati perjalanan dengan santai dan sesekali nongkrong di pinggir jalan seperti dulu sebelum Aldiyan di Negara A.


Aldiyan dan teman satu Genk nya baru sampai di villa Clay yang ternyata terletak tidak jauh dari villa keluarga Raffa.


"hhmm lelah banget dah gue udah lama nggak motoran" ucap Tomi saat setelah mereka sampai di Villa dan duduk di kursi kayu yang mengarah ke laut.


"emang lo pada nggak pernah touring atau Rolling ?" tanya Aldiyan


"boro boro kita touring atau Rolling Al, buat ngumpul di basement aja susah , pada sibuk semua!" jawab tomi


"kalau si clay sibuk cewek ceweknya," lanjutnya menoleh ke Clay yang berada di sampingnya


"enak aja orang gue sibuk ngurusin perusahaan bokap gue, sama bantuin tu orang " ucapnya sambil dagu ia condongkan ke arah Aldiyan


"hehehe sorry gue repotin lo!" ucap Aldiyan.


"nggak masalah asal kalau gue minta bantuan lo, lo harus bantuin gue kayak dulu" ucap clay


"hahahahaa" membuat semua yang mengingatnya tertawa bersama


"enak aja, ogah gue lagian lo udah tua cari yang buat jadiin istri jangan lo koleksi"


ucap Aldiyan sebel, bukan tanpa alasan dulu pas sekolah jika Clay bertemu cewek yang baru dia kenal di sosmed maka Aldiyan lah yang akan bertemu dengannya kalaupun cantik maka clay akan menemuinya dan jika sebaliknya Aldiyan yang jadi buronan dan kejar kejaran cewek itu.


"gue udah insaf Al" elaknya


"insaf dari mana lo, kemarin aja ada cewek yang hubungin gue nanyain si clay dan yang bikin gue kesel masak gue dikira bokapnya, dasar memang dia,


suka banget bikin temennya sengsara di teror ceweknya untung aja lo temen gue kalau nggak gue muti lasi lo" kesal Darel karena nomornya di berikan ke salah satu cewek clay buat alasan dia.

__ADS_1


membuat semua terbahak bahak melihat cerita darel


"sekali kali lo kasih salah satu cewek lo buat dion atau gilang " lanjutnya membuat gilang langsung memukul pundak Darel


"enak aja, ogah gue bekas clay yang ada tu cewek udah bolong semua bekas dia ya nggak dion" ucap gilang melihat ke Dion


"setuju, lagian gue masih ingin bikin bisnis gue maju dulu, males mikir cewek" jawab Dion.


"mereka berdua belum pernah rasain kandang buaya makannya bilang begitu, coba kalau udah masuk sekali pasti ketagihan ya nggak Al" ucap Clay


"dasar otak lo ya" Aldiyan sambil menonyor kepala Clay


"gue pengen ke sana, lo pada ikut nggak?" lanjutnya menunjuk pantai dengan laut uang sangat biru dan bersih


"ogah gue pengen tiduran aja " ucap Tomi


"iya gue juga capek" timpal Daren


"kalau gue ada urusan bentar mau beli sesuatu buat makan malam nanti" ucap Clay


"gue ikut clay deh sekalian ada yang mau gue beli" timpal Dion.


"awas jangan nyasar ya lo pada!, sekalian lo carikan cewek gilang kali aja ada yang nyantol hahahha" ucap Clay ke Aldiyan dan Gilangk


"lo kira gue anak kecil, awas lo ya kalau gue dapat cewek cantik lo embat!" ucap Gilang


"se play boy nya gue, pantang bagi gue nikung cewek teman", ucapnya langsung pergi dengan menaiki motor ke arah yang bertolak dengan membonceng Dion.


Akhirnya Aldiyan dan Gilang yang pergi ke pantai yang tidak terlalu jauh dari villa.


" lo pernah ketemu dia?" tanya Aldiyan saat di jalan, walaupun Aldiyan tidak menyebut nama tapi gilang tau pasti siapa yang temannya itu maksud


"nggak, setelah dia menikah dia keluar dari kantor bahkan dia rela bayar pinalti buat keluar dari perusahaan, lagian gue juga heran bokap dia bukannya mempunyai perusahaan sendiri tapi kenapa dia malah mau bekerja di perusahaan lo apalagi dia ingin bekerja jadi staf biasa padahal jika di lihat kemampuannya bahkan dia termasuk lulusan terbaik di universitasnya, dia bisa mendapatkan jabatan yang tinggi tapi dia menolak, apa dia mengetahui kalau perusahaan itu milik lo? "


"Dia tipe orang yang mandiri dan ingin semuanya tanpa campur tangan orang lain termasuk keluarganya bahkan dia sekolah pun bersusah payah ingin mendapatkan beasiswa hingga orang tuanya tidak mengeluarkan biayanya sekolah dia juga orang yang rendah diri mungkin dia ingin merasakan jadi orang bawah makannya dia ingin jadi staf biasa, kalau masalah perusahaan itu kayaknya dia nggak tau deh" jelas Aldian


"lo tau siapa suaminya?" lanjutnya


"kalau nggak menurut salah satu temannya, suaminya zavania itu salah pengusaha muda, gue juga nggak tau pasti siapa dia soalnya pas antar jemput zavania gue nggak bisa lihat jelas wajahnya"

__ADS_1


"gue pengen zavania bersama gue lagi dan gue akan mengambilnya dari dia" seketika Gilang berhenti lalu menatap sahabatnya itu


"jangan macem macem Al, lo jangan sampai mengambil sesuatu yang sudah milik orang masih banyak wanita di luaran sana, biarlah dia bahagia"


"kalau dia nggak bahagia lo setuju gue ambil"


"gue nggak mau sahabat gue dalam masalah"


"tapi gue pengennya dia gil"


"terserah lo" ucap gilang lalu meneruskan jalannya menuju pantai


"gimana istri lo?" tanya gilang saat sudah sampai di pantai dan duduk di pasir


"mantan istri!"


"hhmm terserah lo dah mau nyebut dia apa"


"kalau gue tau dia bohongin gue, udah dari dulu gue tinggal, "


"menurut gue lo juga salah, udah nikah masih aja mikirin orang lain makanya dia cari cara buat terus di samping lo walaupun dengan cara yang salah"


"ini masalah hati gil, gue nggak bisa lupain zavania bahkan rasa cinta gue ke dia masih sama, gue nyesel kenapa nggak mulai dulu gue cari tau tentang Ayesha lebih awal"


"rencana lo gimana seterusnya?"


"gue akan tetap di sini walau pun setiap bulan gue harus ke sana buat lihat perkembangannya, gue lebih nyaman hidup di sini"


"siapa yang menghandle perusahaan kakek lo di sana?"


"ada orang kepercayaan keluarga gue di sana dan gue serahkan perusahaan ke dia, "


"gimana caffe masih rame?"


"masih rame bahkan makin rame apalagi di pegang playboy kayak clay makin rame tuh caffe" jawab Gilang membuat Aldiyan tertawa.


tawa Aldiyan berhenti saat tidak sengaja melihat orang yang sangat ia rindukan berada tak jauh dari tempatnya saat tertawa dengan seorang pria di sebelahnya


__ADS_1


Aldiyan yang tengah main di pantai


__ADS_2