
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
"Sorry,,, tapi sepertinya temen gue nggak minat kenal sama lo"
"Tapi kalau gue maksa gimana" ucap Raffa menurun naikkan kedua alisnya sambil menoleh ke zavania yang saat itu kedua tatapan mata mereka saling bertemu.
sedetik kemudian zavania langsung mengalihkan pandangannya,Zavania menaruh uang warna biru di meja lalu menarik tangan cicillia untuk keluar dari cafe.
"e e ehhh bentar ,,,,,itu minuman gue belum gue minum!!" sungut cicillia karena tangannya ditarik paksa dengan tubuh menghadap ke samping dan kepala menoleh kebelakang melihat minuman segar yang belum di minum sama sekali.
Raffa yang melihatnya langsung berlari mengejar karena nggak mau kehilangan lagi.
"Heiii tunggu!! gue pengen tau nama lo !" teriak Rafa sambil mengejar zavania, kemudian ia berhenti
"huh huh huh " nafas Raffa ngos ngosan
"gue cuma pengen tau nama lo dan pengen kenal sama lo mau nggak berteman sama gue" ucap aldiyan dengan mengulurkan tangannya
"Jangan ganggu gue lagi!" hanya itu yang terucap dari mulut Zavania dengan menatap mata Raffa lalu dia langsung pergi
Sedangkan yang di tatap malah mematung dengan memegangi dadanya yang berdetak begitu kencang saat gadis itu menatap wajahnya tanpa di sadari dua gadis itu sudah tidak ada di sana
"ya ampun baru di tatap saja jantung gue dangdutan ,
hemmm gue harus dapetin dia !" gumam Rafa sambil senyum senyum sendiri lalu pergi dari tempat itu menuju kantornya karena hampir seminggu ini Raffa hanya sebentar ke perusahaanya akibat mencari gadis yang membuat dia jatuh cinta.
"siapa sih tuh orang van? tanya cicillian setelah duduk di bangku taman
"Nggak tau" jawab zavania cepat
"lo nggak tau tapi dia ngempet banget pengen tau nama lo"
"seminggu lalu dia nggak sengaja nabrak gue pas jalan ke kelas"jelas Zavania
__ADS_1
"kayaknya dia cinta pada pandangan pertama deh sama lo van"
"mana ada cinta pada pandangan pertama, ngaco aja lo"jawab Zavania sambil memukul pundak cicillia
"Tapi lumayan lo buat gantikan Aldiyan. dia tak kalah ganteng malah gantengan dia kayaknya di bandingkan Aldiyan" ucap cicillia langsung dapat pukulan yang lebih keras lagi
"Nggak akan ada yang bisa gantikan Aldiyan di hati gue walau pun seratus kali lebih ganteng dari Aldiyan,
kalau lo suka embat aja, kayaknya lebih baik dari Hendri" setelah ngomong Zavania langsung meninggalkan
"Zavania tunggu!!" cicillia langsung berlari mensejajarkan langkahnya dengan sang sahabat
"kok di tinggalin sih"
"elo sih ngapain ngomong yang aneh aneh"
"gue pengen lo move on va sudah se tahun lo belum move on juga" ucap cicillia dan Zavania langsung berhenti
"Gue nggak yakin apa gue bisa move on dari Aldiyan ??
gue takut jika suatu saat mengecewakan hati orang lain" jawab Zavania dengan suara pelan dan menunduk
"apa yang lo takutin sih van?" tanyanya penasaran
"gak usah diteruskan gue mau pulang dulu" jawab Zavania langsung pergi
"𝘨𝘶𝘦 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯 𝘭𝘰 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘥𝘶𝘭𝘶, Zavania 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨, 𝘨𝘶𝘦 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘮𝘶𝘪𝘯 𝘵𝘶𝘩 𝘤𝘰𝘸𝘰𝘬 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘻𝘢𝘷𝘢𝘯𝘪𝘢 𝘮𝘰𝘷𝘦 𝘰𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪" ucapnya dalam hati
Di dalam kamar..
"bentar lagi anniversary kita ke 3 Al dan sudah setahun kamu ninggalin aku tanpa kabar sama sekali hiks hiks hiks kamu tega Al" Zavania menangis sambil menatap foto Aldiyan yang tersenyum dengan tangan yang berada di kepala Zavania
"Kapan kamu kembali Al aku kangen hiks hiks hiks"
__ADS_1
"derrtt derrrt derrttt" handphone nya bergetar terlihat nomor baru yang memanggil
"hallo" ucap Zavania mengangkat telfon dengan suara khas orang habis menangis
"halooo ini siapa" tanya zavania lagi karena tidak ada suara di sebrang sana
"kalau nggak ngomong gue matiin aja" ucap zavania jengkel
"ehhemm" suara di sebarang telefon zavania pun langsung mengenalnya
karena beberapa hari ini dia yang mengganggu nya.
"kamu lagi " ucap zavania sebal langsung mematikan sambungan panggilan tanpa permisi.
"tut tut tut"
"sial di mati'in lagi" ucap Raffa
yaa, yang telfon adalah Raffa.
Dia baru saja mendapatkan nomor Zavania. siapa lagi yang memberikan kalau bukan sahabatnya sendiri yaitu cicillia.
cicillia tidak sengaja bertemu dengan Raffa di sebuah minimarket kemudian mereka berbincang dan cicillia meminta tolong Raffa untuk menghibur Zavania,
Raffa langsung saja neminta nomor zavania untuk PDKT karena Raffa yang sudah sangat menyukai Zavania walaupun dianya masih cuek
"ting" bunyi oesan masuk di handphone Zavania
^^^"𝘏𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘴𝘰𝘳𝘦!"^^^
^^^"𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩"^^^
^^^"𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬"^^^
__ADS_1
^^^"𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘰𝘯𝘨"^^^
Zavania yang merasa terganggu langsung saja mematikan handphone nya