
...◦•●◉✿ 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 ✿◉●•◦...
"makanya gue nggak bisa lupain dia karena dia orang yang pertama dan sebaliknya, gue nggak bisa lepasin dia gitu aja dion, gue harus ambil dia gimana pun caranya dia milik gue!"
"apa suaminya menerima dia?" tanya dion
yang
"itu gue pikirin apa dia bahagia sama suaminya, karena menurut gue nggak ada cowok yang mau bekas orang lain, gue ingin mengambilnya lagi, gue masih sayang sama dia"
"kalau memang jodoh nggak akan ke mana Al lo sabar aja"
"thanks Di" ucap nya sambil kembali membakar sebatang rokok.
keesokan harinya zavania sudah bersiap siap kembali ke mansion nya
"sayang sudah siap?" tanya Raffa menghampiri sang istri
"sudah mas, ayo" ucap zavania lalu mereka masuk ke dalam mobil lalu Raffa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
setelah beberapa jam mereka keluar villa, Aldiyan yang tidak mengetahui kalau Zavania sudah pergi, dia menunggu zavania di dekat rumahnya hingga hampir satu jam
satpam yang melihat Aldiyan langsung menghampirinya
"maaf anda sedang mencari siapa?? "
"oow nggak pak saya cuma mau tau apa pemilik villa ini ada di dalam?? "
"ooww tuan Raffa tadi pagi sudah balik ke kota
"Raffa?"
"iya tuan Raffa, " ucap satpam karena dari kecil dia memanggilnya Raffa sedangkan nama Davin hanya dalam dunia bisnis
"ooww yasudah terimakasih pak, kalau begitu saya permisi" Aldiyan lalu melajukan motornya menuju villa clay
sebenarnya Aldiyan dan teman temanya akan kembali ke kota maka dari itu Al ingin melihat Zavania tapi ternyata yang di cari sudah lebih dulu pulang
"kita akan bertemu lagi Van, aku akan kembali jadi milik ku" gumamnya.
***
satu minggu setelah Aldiyan pulang dari kota B, dia tidak pernah bertemu Zavania karena dia tidak mengetahui tempat tinggalnya sekarang, orang orang tidak ada yang mengetahui rumah seorang Davin Raffasya karena dia sangat menutupi privasinya dari umum.
__ADS_1
"Lo dapat undangan dari pemilik XX Corp, mungkin semua pengusaha di kota ini akan menghadirinya" ucap Gilang
"berarti pemilik DRD Corp akan hadir?"
"entahlah biasanya dia jarang datang di acara acara seperti itu,"
"gimana lo bisa?"
"kapan?"
"besok malam "
"ok gue ke sana dan lo juga ikut"
"baiklah" jawab Gilang lalu pergi ke ruangannya sendiri
keesokan harinya Raffa yang baru pulang langsung menemui sang istri yang tengah berada di halaman belakang memberi makan ikan ikan di kolam.
"sayang" ucapnya langsung memeluk zavania dari belakang
"mas! kamu bikin kaget deh"
"aku kangen " ucap raffa sambil mencium leher jenjang sang istri
"satu jam serasa setahun , jadi kamu hitung sendiri berapa jam kita berpisah!"
"hhmmm gombal banget sih suami ku ini !" ucapnya membalik badannya dan sedikit mencium gemas pipi Raffa lalu kembali menghadap kolam ikan
"jangan mancing mancing sayang !"
"siapa yang mancing sih mas,, ow ya kok tumben sudah pulang jam segini?"
"salah satu pengusaha yang bekerja sama dengan mas mengadakan acara di perusahaannya makanya mas mau jemput kamu buat menghadirinya"
"kok mas nggak bilang sih, kan kalau bilang aku bisa siap siap dulu"
"mas lupa sayang, lagian masih banyak waktu buat kamu ke salon" ucap raffa dengan posisi masih memeluk zavania dari belakang
"yasudah lepasin iihh, aku siap siap dulu mas," ucap zavania kesal karena Raffa belum melepaskan pelukannya
"5 menit lagi!" tawarnya
"baiklah" akhirnya zavania pasrah dengan ulah suaminya, bukan 5 menit tapi hampir setengah jam Raffa masih betah memeluk istrinya
__ADS_1
"maass udah pegel kaki ku"
happ
"Raffa menggendong tubuh sang istri menuju kamarnya
"mas turunin, malu di lihat orang orang" ucapnya karena di mansion Raffa tidak sedikit yang bekerja di sana
"biarin aja , katanya kamu pegel hemm?"
"iya pegel tapi masih sanggup kok berjalan"
Raffa tidak menghiraukan ucapan sang istri, dia menurunkan zavania di dalam kamar mandi,
"mas keluar dulu aku mau mandi !"
"mas juga mau mandi " ucap Raffa dengan membuka semua kain yang melekat di tubuhnya
"mas ntar lama kalau mandi berdua!"
"nggak bakalan sayang!"
lebih dari satu jam mereka di dalam kamar mandi karena lagi lagi Raffa meminta ritual menengok sarang bu *rungnya terlebih dahulu.
Zavania keluar dengan bibir yang manyun sedangkan bibir rava membentuk lengkungan ke atas
"kenapa kok manyun gitu?"
"tau"
"mmbb mau lagi?" goda Raffa
"maas ntar kita telat loh"
"kalau telat ya nggak jadi !" ucapnya enteng
"mana ada begitu !"
"ya sudah kamu tunggu di sini dulu mas ke tuang kerja karena habis ini ada pegawai salon yang akan merias kamu" ucap Raffa lalu keluar kamar
benar daja tidak lama pintu kamar zavania di ketuk dari luar dan ternyata pegawai salon yang datang karena waktunya tidak cukup kalau pergi ke salon akibat ulah Raffa
__ADS_1