
David memberi kode dengan jari telunjuk, agar sang gadis semakin mendekat. Lalu, ia membisikkan sesuatu didepan wajah Laura.
"Mereka udah menikah," celetuknya serius.
Bukan terkejut, Laura menatap malas pria itu. Tentu saja, hal itu sudah ia ketahui, bahkan dengan terang-terangan Darren menyatakan itu didepan publik.
"Aku udah tau," kesal Laura.
"Hah? Iya kah?" tanya David dengan wajah tak percaya. Pasalnya, ia pernah mendapat peringatan dari Darren untuk tidak menyebarluaskan pernikahan mereka. Dan sekarang? Gadis itu justru sudah tau. Bagaimana bisa? Pikirnya.
"Kamu tau dari mana?" tanyanya.
"Darren sendiri yang mengakui pernikahannya di depan anak-anak kampus," balas Laura. David ber 'oh ria' menanggapi. Ia yang berbeda kampus dengan temannya itu, tentu saja tertinggal informasi.
"Hem, baguslah! Itu tandanya dia udah mau mengakui janin yang dikandung Zea," celetuk David.
"Maksudmu?" sambar Laura menautkan alis tak mengerti.
Melihat reaksi Laura, tentu David dapat menebak. Jika gadis itu tidak tau apa yang sebenarnya terjadi diantara Darren dan Zea. Hingga ia enggan untuk membahas hal yang takutnya akan menjadi masalah.
"Emm ... Bukan apa-apa!" sangkalnya tersenyum tipis.
__ADS_1
Laura memicing curiga. Tentu saja gelagat David seolah menutupi sesuatu darinya. "Kamu yakin? Kayaknya ada hal yang kamu sembunyikan dariku," Gadis itu tentu tidak percaya begitu saja. Sudah nampak jelas dari sudut matanya, David menyembunyikqn sesuatu.
"Gak ada! Yang ku tau, kamu sendiri udah tau," sangkal David lagi, lalu meminum air yang sudah disediakan waiters di meja mereka.
Laura masih tidak mempercayai pria itu. Dalam hati, ia yakin David menyembunyikan sesuatu yang tidak boleh orang lain ketahui. Memgingat tawar menawar mereka sebelumnya, Laura pun memiliki ide, agar pria itu berbicara terbuka.
"Sehari kencan," celetuk Laura memberi penawaran.
David hampir tersedak, mendengar penawaran itu. Ia tidak mengira Laura mau menggunakan penawaran tersebut. David tersenyum senang menanggapi. "Kamu pikir aku teman apaan? Lagian, gak ada rahasia lagi yang-"
"Tiga hari!" sambar Laura menyelak ucapan David. "Kasih tau aku segalanya!"
David terkekeh. "Ini bukan soal kencan, tapi-"
David menghembusakan napas panjang. Jujur ia tidak ingin mengkhianati temannya, dengan membeberkan masalahnya. Namun, mendapat kesempatan berkencan dengan gadis yang sudah lama ia incar, menjadi suatu kehormatan dan tentu tidak akan terulang lagi.
'Apa yang harus aku lakuin? Aku gak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini. Tapi, Darren ...' batin David menimang.
"Waktumu selesai. Kayaknya kamu enggan memberitahuku," celetuk Laura yang sudah bosan menunggu jawaban David. "Baiklah, kita akhiri disini. Maaf, udah mengganggu waktumu!" finalnya hendak berlalu.
Namun, tangan David kembali mencekalnya, hibgga Laura mengurungkan niatnya dengan senyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"Aku terima tawaranmu. Asal dengan satu syarat ..." David memberi syarat yang mana membuat gadis itu menautkan alisnya heran. David hanya tersenyum menatap penuh arti.
**
Sinar mentari menyapa sepasang manusia yang tengah melakukan yoga di depan jendela besar. Setelah terbangun di waktu subuh, Darren mengajak sang istri untuk melakukan perenggangan otot dengan yoga ala ibu hamil yang ia pelajari dari internet. Bahkan, pria itu dengan senang hati menjadi instrukturnya.
Beberapa menit berlalu, Darren menghentikan aktifitas mereka saat dirasa cukup. "Udah hampir tiga puluh menit. Aku rasa cukup, Sebaikya kita sarapan sekarang!" ajaknya.
"Hem, oke!" Zea menganguk setuju. Apalagi hari ini gadis itu memiliki kelas pagi.
Darren mengulurkan tangan yang segera disambut oleh Zea. Sepasang manusia itu bergera menuju dapur untuk melakukan sarapan.
Baru saja, mereka memginjakkan kaki di ambang dapur, suara bel berbunyi mengalihkan atensi mereka, dengan pemikiram yang sama. Siapa yang bertamu pagi-pagi begini?
"Biar aku yang buka pintu," tawar Darren dan diiyakan Zea yang bergegas langsung memasuki dapur.
Ting! Tong!
Lagi-lagi suara bel meminta si empunya rumah segera membukanya. Hingga Darren mempercepat langkan untuk sampai di depan pintu.
Ceklek!
__ADS_1
"Kamu?"
\*\*\*\*\*\*