Berkah Atau Musibah

Berkah Atau Musibah
15.


__ADS_3

"Om dokter, nanti saja diurus lagi isi kulkas saya. Sekarang minum dulu teh hangatnya," ucap Lia memecah keheningan yang menggantung di udara. Dokter putra menatap dua jenis minuman yang sama tetapi di sajikan dengan cara berbeda.


"Baik sekali, di hari sepanas ini kamu minum teh dingin sendirian. Apa kamu kehabisan es, Lia?" tanya Putra tanpa melepas pandangannya dari gelas milik Lia yang terlihat mulai berembun.


"Loh, om dokter mau juga? Saya kira dokter menjauhi yang namanya es," balas Lia yang berpikir kalau dokter pasti hanya memilih makanan sehat dan es itu pasti sumber penyakit menurut dokter.


"Apa ada larangan seorang dokter minum minuman dingin? Saya juga suka es, loh!" tanya dan aku dokter muda itu. Lia terdiam, berpikir bahwa apa yang dikatakan sang dokter ada benarnya.


"Habisnya saya pikir karena om dokter terlalu sering mengomentari makanan saya, jadi om juga akan menghindari mengkonsumsi es, begitu," kilah Lia sambil membuatkan minuman dingin untuk dokternya.

__ADS_1


"Baiklah, lupakan soal itu. Bagaimana kabar kamu akhir-akhir ini?" tanya si dokter mengalihkan pembicaraan.


Lia mengernyit heran, bukannya kalau dia tak datang untuk berkonsultasi artinya dirinya baik-baik saja, apa mungkin sebaliknya. "Saya sangat baik, om dokter. "


Dokter Putra tampak menghembuskan napas lega. "Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, saya sedikit khawatir karen kamu tak berkunjung ke tempat saya," aku si dokter.


Lia tertawa kecil, memang akhir-akhir ini dia terlihat kembali ceria seperti dulu, meski hanya sedikit. "Saya tak mampir karena saya merasa baik-baik saja, jadi tak ada yang bisa saya keluhkan. Harusnya saya mengabari om dokter sesekali, tapi tugas saya beberapa hari ini sedikit menumpuk. Maaf, om dokter, saya sepertinya membuat anda cemas!"


"Jadi, karena itu juga om dokter mampir untuk memastikan keadaan saya?" tanya gadis itu tepat sasaran. Dokter Putra mengangguk tanpa menutup, memang benar itu yang dia lakukan dan tak ada alasan baginya untuk berbohong.

__ADS_1


Lia akhirnya menyiapkan makan siang sederhana untuk dirinya dan juga Dokter Putra, sesekali Lia menjawab pertanyaan yang dokternya lemparkan. Mereka terus berbincang sampai masakan Lia selesai semua, keduanya akhirnya mulai makan siang bersama meski telat beberapa menit.


Selesai makan, Dokter Putra menyuruh Lia untuk beristirahat. Dokter itu berkata ingin memastikan sesuatu, dia juga mengatakan agar pasiennya itu tak khawatir, sisa pekerjaan di dapur akan diurusnya sebisa dan Serapi mungkin, sembari memastikan hal yang sedang dipikirkannya.


Lia mengangguk setuju saja dan menaruh kepercayaan lebih pada dokternya, baginya sang dokter sudah dianggapnya seperti keluarga. Lia pun langsung melesat ke kamar dan mencoba untuk beristirahat siang.


Selang beberapa waktu, pintu rumah Lia diketuk dengan cukup keras. Belum lagi teriakan yang memanggil nama pemilik rumah agar bergegas keluar menemui tamu yang tak sopan di depan. Dokter Putra menghela napas lelah, ada apa dengan tamu zaman sekarang. Masa bertamu dengan gaya seperti preman pasar yang memalak uang keamanan. "Ya, ada apa?" ucap si dokter tegas, dia hanya membuka sedikit pintu, tak membiarkan pintu rumah Lia terbuka sepenuhnya. Siapa tahu tamu itu orang jahat, kalau dilihat dari sikap tamu tadi yang kurang beretika.


"Siapa anda? Kenapa bisa keluar dari rumah ini?" teriak tamu di depan sang dokter. Dandanan menor, cek. Baju sok berkelas, cek. Topi lebar yang tak sesuai tempat, cek. Ah, sepertinya ini orang buta yang baru saja belajar memadu-padankan baju dan aksesoris. Sungguh terlihat lucu dan kampungan karena sembarangan ambil tanpa tahu bagaimana dirinya terlihat.

__ADS_1


"Ekhem, anda yang siapa? Dan tolong perlakukan pintu rumah ini dengan sopan, kasihan kalau diketuk terlalu kencang!" si tamu tadi megap-megap, tak menyangka akan mendengar kata-kata barusan.


"Saya akan melaporkan kamu, dasar penjahat?!" pekiknya menarik perhatian orang-orang sekitar yang sedang lewat di depan rumah Lia. Dokter Putra menghela napas lalu tersenyum tipis, astaga masalah baru sepertinya akan muncul detik ini juga.


__ADS_2