Berkah Atau Musibah

Berkah Atau Musibah
8.


__ADS_3

Lia menguap lebar, padahal jam baru menunjukkan pukul enam sore dan dia sudah sangat mengantuk sekarang. Tak bisa menahan kantuknya, Lia memilih untuk tidur lebih cepat, hari esok masih panjang, masih banyak yang harus dilakukannya dan dia butuh tenaga ekstra, apalagi kalau dia diganggu oleh kawan-kawannya seperti sebelumnya.


Baru beberapa detik Lia jatuh tertidur, cahaya yang menyilaukan menyelimuti dirinya. Ketika cahaya itu mulai memudar, rambut Lia yang panjang berubah menjadi pendek.Begitu cahaya tadi sepenuhnya menghilang, mata Lia terbuka, melihat dengan seksama seakan memeriksa keadaan di sekitarnya. "Ahh, ini terjadi lagi. Akan bertahan berapa lama kira-kira kali ini?" suara berat menggantikan suara halus milik Lia.


Orang yang Lia, tetapi bukan Lia yang sebenarnya juga itu pun turun dari ranjangnya. Berkeliling menyisiri tempat tinggalnya tersebut. Tangannya menyentuh pelan kertas yang ditempel di figura foto keluarganya. "Aku juga merindukanmu, adikku!" katanya sedih dengan suara yang bergetar.


Ternyata, orang yang mengendalikan tubuh Lia tak lain adalah kakaknya sendiri. Entah apa yang terjadi, sepertinya Anthony menguasai waktu malam Lia, saat adiknya tertidur, dirinya akan bangun dan tubuh Lia pun berubah menjadi tubuh pria muda. Awal, Tony juga nampak terkejut. Namun, selebihnya dia malah bersyukur. Dirinya bisa menemani adiknya meski sang adik tak sadar akan keadaan yang dialaminya. Semakin lama dia merasuki, semakin lama juga dia bertahan. Jika saat pertama kali dia bergantian dengan adiknya, dia hanya bertahan tak lebih dari setengah jam. Kini dia bisa bertahan lebih dari dua jam. Makanya Tony membantu adiknya bersih-bersih atau sekedar membaca coretan-coretan tangan adiknya, pria itu juga lebih sering berkeliling rumah, merasakan kesepian yang selalu dirasakan adiknya.

__ADS_1


Anthony tahu dirinya sungguh kakak yang buruk. Bagaimana tidak, dia tak menepati janji yang dibuatnya, malah sekarang dia menjadi parasit di tubuh sang adik yang paling disayanginya. Tapi dirinya juga tak paham mengapa dia bisa berakhir seperti ini, mungkin ini kesempatan yang dibuat untuk dirinya atau mungkin hanya karena rasa bersalah dan ego yang dimiliki untuk adiknya. Apa pun itu, Tony tak ambil pusing. Dia hanya akan menjaga sang adik dan membantu sedikit saat dia terbangun seperti sekarang.


...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...


Lia terbangun lebih awal, gadis itu menengok keluar melalui jendela. Ah, rupanya tetesan air hujan menyambut paginya kali ini. Lia berjalan dengan malas ke kamar mandi, menghabiskan beberapa waktu di dalam sana dan keluar setelah berpakaian rapi. Tangan dara manis ini sibuk mengeringkan rambutnya. Selesai menyisir rambutnya, Lia pun membuat sarapan, hanya sepotong roti dan segelas susu hangat yang disiapkannya.


Setelah menghabiskan sarapannya, Lia menyambar tas sekolahnya. "Aku pergi dulu," pamit gadis itu pada udara kosong.

__ADS_1


"Siapa yang masuk ke sini?" katanya pelan.


"Kapan dan bagaimana orang itu bisa masuk lalu sembarangan mencoret-coret barang orang lain?" lanjut Lia kesal.


"Lia mendekat, membaca coretan yang sepertinya baru dibuat tepat di bawah tulisan yang dia tulis kemarin. 'Aku juga merindukanmu, adikku'."


Lia mengusak rambutnya sendiri, dia terkekeh mengumpati dirinya. "Wah, aku pasti sudah gila. Sepertinya penyakitku makin parah, aku melihat dan memikirkan hal-hal yang tak mungkin terjadi," katanya meragukan kesehatan jiwanya sendiri.

__ADS_1


"Tapi ..., kenapa aku sangat ingin mempercayai kalau ini memang ditulis oleh kakakku," lanjut Lia menatap tulisan tangan itu dengan tatapan sedih.


"Ha-ah, nanti saja kupikirkan. Aku tak boleh terlambat!" putus gadis itu memilih berangkat ke sekolah.


__ADS_2