Berkah Atau Musibah

Berkah Atau Musibah
33.


__ADS_3

Putra kembali berhadapan dengan Anthony, pemuda itu meminta adiknya untuk memanggilkan Putra, katanya ada yang harus ditanyakannya secara langsung. Di sinilah keduanya, berhadapan sambil bertatapan muka. Hanya saling adu tatap, tanpa ada yang mau buka suara.


"Mau minum?" ucap Anthony setelah beberapa waktu berlalu.


Si dokter menggelengkan kepalanya. "Tidak," balas pemuda itu.


Tony. mengangguk cuek. "Bagus, saya juga terlalu malas untuk membuatkan anda minuman!" katanya ketus


"Lalu kenapa nanya?!" gumam Putra setengah kesal.


"Karena saya ingin bertanya saja! Sekedar basa-basi, lah ceritanya?!" ternyata Anthony mendengar gumaman pemuda di depannya ini.


Hening kembali menyapa, keduanya hanya beradu tatapan. Akhirnya Anthony menghela napas panjang. "Saya tahu saya tak seharusnya bertindak seperti ini, maafkan saya," kata pria itu tulus.


"Tidak apa, saya tak merasa anda melakukan sesuatu yang salah," balas Putra dengan sopan.

__ADS_1


"Ahh, lidahku mati rasa kalau bicara begini. Kita ngomong santai saja, ya?" tanya Anthony dengan wajah tertekuk masam.


"Lakukan sesukanya, saya akan mengikuti sebaik mungkin!" balas Putra memberi persetujuan atas ajakan kakaknya Lia tadi.


"Baguslah," timpal Tony dengan wajah lebih bersahabat.


Wajah Anthony berubah menjadi serius, dia menatap Putra dengan seksama. "Kuharap kamu mau mengerti, aku melakukan hal ini karena terlalu menyayangi adikku satu-satunya?! Aku tak ingin keputusan yang dibuatnya secara tiba-tiba, malah membuatnya terikat dalam derita atau masalah yang berkepanjangan. Makanya aku memanggil kamu untuk berbicara, tapi aku malah bingung mau ngomong apa setelah ketemu seperti ini!" desah Anthony dengan wajah tak enak hati.


"Tadinya aku ingin marah, menyuruh kamu menjauh dan berhenti menjadi dokter adikku. Namun, aku takut kalau adikku bukannya malah terlindungi. Tetapi mungkin saja dia malah terluka karena aku ikut campur," lanjut pria itu mengaku.


"Lia,, ya?" Dokter Putra berpikir sejenak. "Dia pintar, baik, manis, dan terkadang sedikit ceroboh. Tapi Lia juga cukup pandai memendam emosinya, dia tipe yang akan berpikir dulu baru bertindak. Ya, walau beberapa kali dia malah melakukan yang sebaliknya, tapi itu semua pasti ada alasan kenapa dia seperti itu!" jelas Putra menggambarkan sosok Lia yang selama ini dia tahu.


"Hampir semua terjawab, ya. Rupanya kamu cukup mengenal adikku," timpal Tony cukup puas dengan jawaban pemuda di depannya. "Tapi sebenarnya adikku itu teramat rapuh, dia juga sering ketakutan, terlalu memikirkan pendapat orang, dan kadang kebaikannya sering dimanfaatkan. Itu juga yang membuat aku takut kalau kamu hanya memanfaatkan adikku," lanjut Tony mengaku.


"Jangan bercanda?! Tak ada keuntungan sama sekali kalau aku melakukan itu!"

__ADS_1


"Aku tahu, makanya aku sekali lagi akan meminta maaf karena telah salah paham!"


"Ahh, dan satu lagi. Aku akan menyetujui kalau kalian menjalin hubungan yang lebih! Meski dalam keluargaku tak ada yang namanya menikah muda, tetapi kondisinya sekarang jauh berbeda. Adikku butuh seseorang yang menjaga di sisinya, dan kurasa aku akan cukup puas kalau orang tersebut adalah kamu!" lanjut Anthony menunjuk ke arah Putra.


Putra menggaruk belakang lehernya canggung. "Hmm, semua terserah Lia, aku tak ingin memaksa," katanya pelan.


"Bukannya kalian sudah saling melamar? Apa lagi yang harus dipikirkan?!" tanya Anthony heran.


"Itu awalnya hanya ajakan impulsif dari Lia, tapi keesokan harinya aku juga ikut-ikutan ngajakin nikah karena menurutku kami bisa saling membantu. Aku yang tahu semua tentang masalah Lia, dan Lia juga bisa menjadi tameng yang menyingkirkan wanita gila yang sering kehilangan akal lalu melompat ke arahku," jelas Putra jujur.


"Apapun namanya tak masalah, yang jelas aku ingin kamu tahu, kalau restuku akan kuberikan untuk jalan yang kalian berdua pilih nantinya!" timpal Tony memutuskan.


"Kamu bisa bermain catur, kan?" tanya Tony. Putra mengangguk mengiyakan. "Temani aku bermain kalau begitu?!" lanjut Anthony meminta, lebih tepat kalau dikatakan memaksa karena pria itu tak menerima penolakan.


...°°°°°...

__ADS_1


...══════❖•ೋ° °ೋ•❖══════...


__ADS_2