
Keheningan menggantung, Lia butuh lebih banyak penjelasan pastinya. Dokter Putra akhirnya menghela napas sebelum lanjut berbicara. "Saya pikir tak ada seorangpun yang tahu kalau kamu seorang pasien, apalagi orang tersebut keluarga kamu. Makanya saya melontarkan kebohongan tanpa pikir panjang, saya hanya tahu hubungan pria dan wanita yang tak akan dihalangi, ya sudah tentu pacaran. Kalau saya mengaku sebagai dokter, saya tak mau membagi rahasia pasien saya pada keluarga yang hanya namanya saja keluarga, tetapi tak perhatian sama sekali." Lia mengangguk paham, memang benar apa yang dikatakan oleh dokternya. Tak ada yang tahu kalau dia adalah seorang pasien, bahkan tak satupun dari keluarganya yang tahu.
"Anda benar, om dokter," aku Lia. "Dan saya berterimakasih atas pertimbangan anda," lanjut gadis itu.
"Saya melakukan ini juga untuk menjaga privasi pasien saya," timpal Dokter Putra.
__ADS_1
"Hmm, tapi tante saya pasti akan bertanya ini dan itu lagi. Mungkin keluarga saya yang lain juga ingin bertemu dan melihat anda, sebagai kekasih saya tentunya?!" ucap Lia menggaruk pipinya canggung.
"Tak masalah, akan saya temui jika mereka ingin memastikan. Saya akan membantu sebisanya serta berperan sebaik mungkin," balas si dokter meyakinkan pasiennya kalau dia akan bertindak secara total. Lia berterimakasih pada dokternya, mereka pun melanjutkan makan siang sederhana mereka di rumah Lia.
...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...
__ADS_1
"Tapi saya tak memiliki masalah dan kalau soal rumor yang beredar, itu hanya sekedar rumor belaka!" balas Lia tenang.
"Banyak siswi yang bersaksi dan membenarkan rumor yang beredar tentang Nak Lia," si kepala sekolah jelas meminta penjelasan lebih tentang masalah ini. Dia tak ingin sekolahnya terkena masalah hanya karena satu murid yang mereka miliki.
Lia tersenyum kecil. "Kalau saya, datang ke rumah bapak, lalu bertemu dengan istri bapak, setelahnya saya mengatakan bahwa saya adalah anak bapak dari wanita lain, apa itu bisa dijadikan bukti kalau bapak pernah berselingkuh?" tanya Lia cukup berani. Dia sadar kalau banyak dari kawannya tak menyukai dirinya karena fisiknya yang lebih baik, bisa dikatakan Lia siswi paling cantik di kelasnya, dan itulah yang membuat banyak siswi iri dan berusaha menjatuhkan dirinya.
__ADS_1
"Jangan bicara sembarangan?! Saya ini tipe pria yang sangat-sangat setia?!" si kepala sekolah mulai naik pitam karena Lia berbicara sembarangan.
"Itulah yang dilakukan siswi-siswi yang bapak maksudkan pada saya, mereka hanya asal membuka mulut tanpa membawa bukti yang kuat. Padahal saya hanya sesekali dijemput oleh om saya, memang bukan om saya yang asli karena beliau keluarga jauh, jauh, dan jauh dari pihak ibu saya! Saya pun baru tahu saat kedua orang tua saya telah tiada." Lia tertawa kecil dalam hatinya, sekarang dia cukup mahir berbohong tanpa berkedip. Kasihan sekali dokternya itu, diperkenalkan dengan banyak indentitas pada orang-orang di sekitar Lia. Semoga sang dokter bisa menjalani perannya dengan tepat.