BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 10 : Bertemu Master Api


__ADS_3

Xiao Shan dengan luka di kedua tangannya. Dia tidak begitu ingat apa yang terjadi setelah tertidur, hanya terasa guncangan beberapa kali.


"kau tidur sampai siang hari. Apa lukamu separah itu sampai mempengaruhi jiwamu? " Qin Yuan bergumam sendiri.


Qin Yuan dan anak keduanya Qin Yinchi duduk berhadapan di samping Xiao Shan. Mereka menjaganya semalaman setelah roh penjaga hutan menghilang karena kehabisan Qi.


"kapan kakekku menghilang tuan Qin? "


"tadi malam, tak lama setelah kau pingsan. "


"apa dia ada meninggalkan pesan untukku. "


Qin Yuan mengingat sejenak "ada. Dia memintaku melatihmu menggendalikan elemen apimu selama sisa hari ini. " terang Qin Yuan sembari menyuruh Qin Yinchi memanggil ibunya.


Mendengar kakeknya memilih orang itu sebagai guru kedua Xiao Shan pun langsung memberi hormat pada Qin Yuan. "dengan segala hormat tuan Qin. Saya Xiao Shan tidak tahu anda adalah master kedua saya. "


Qin Yuan terkekeh. Terungkaplah master kedua Xiao Shan bukan Qin Yuan. Tak mungkin kultivator spesialis elemen angin melatih orang lain yang berelemen api.


Istri Qin Yuan datang, dialah yang akan menjadi master kedua Xiao Shan yang tegas, namanya Qin Ahri.


Dalam kesempatan itu Qin Yuan juga memperkenalkan anggota keluarganya yang lain. Ternyata Qin Yuan memiliki lebih banyak anak dari yang terakhir diingat roh penjaga hutan.


"ini Qin Hyeji, kakak tertua yang sudah bergabung dengan pasukan kultivator. Lalu Qin Yinchi, dia juga bergabung dengan pasukan kultivator tapi hanya sebagai cadangan. "


"ayah..!!! " Qin Yinchi menyela ayahnya. Dirinya nampak kesal.


"walaupun pemarah dia sebenarnya anak yang baik, pipinya sangat empuk saat dipegang. " sambung Qin Yuan dengan sedikit menggoda Qin Yinchi.


Dari sini Xiao Shan mencium bau bau niat terselubung dari perkenalan ini. Selain 2 anak kandung Qin Yuan juga mengadopsi 3 anak perempuan korban perang. Ketiga anak angkatnya itu bernama Qin Chichi, Qin Nua, dan Qin limna.


Xiao Shan pura-pura mengingat nama mereka semua. Qin Hyeji si kakak tertua menyiapkan makan siang lalu menaruhnya di atas meja di kamar Xiao Shan. Qin Yuan meminta maaf karena keluarganya sudah makan siang lebih dulu.


Xiao Shan merasa tidak enak mendapat perlakuan baik seperti itu. Qin Nua bahkan menyuapinya saat makan. Xiao Shan tak ingin terlihat seperti orang sekarat karena itulah dia memaksakan diri untuk duduk.

__ADS_1


Qin Nua menyuapinya dengan sabar. 3 anak angkat Qin Yuan lebih muda dari kakak angkat mereka. Qin Yuan sendiri tampaknya masih berumur sekitaran 12 - 15 tahun.


Xiao Shan tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada keluarga kecil harmonis ini seandainya kemarin mereka gagal menghabisi semua monster dan eclipse tidak berakhir. Mungkin ribuan hingga ratusan ribu manusia yang disinari kegelapan akan mati.


Apa yang menyebabkan gerhana itu muncul. Xiao Shan membayangkan satu sosok sepuh yang tahu segalanya tentang dunia ini. Kakeknya pasti akan datang besok atau lusa. Dan saat itu Xiao Shan bisa menanyakan apa saja, tentunya kalau suasana hatinya sedang baik.


Setelah makan Qin Nua mengelap mulut Xiao Shan dengan pelan. Kelembutan gadis itu membuat Xiao Shan jatuh hati dan ingin mengenalnya lebih jauh.


Secepat mungkin Xiao Shan menampar dirinya sendiri karena telah memikirkan hal hal yang tidak baik dengan Qin Nua.


"kakak bisa mandi sendiri kan? " tanya Qin Nua.


Xiao Shan baru ingat dia belum mandi dari kemarin sore. Badannya sudah bau keringat campur tanah benar benar membuat perih mata yang mencium aromanya.


"i iya, aku bisa sendiri kok. " Xiao Shan tak bisa menyembunyikan rasa malunya. Daritadi Qin Nua pasti sudah menghirupnya.


Di kamar mandi yang berada di luar ruangan terdapat sebuah kolam air kecil yang mengingatkan Xiao Shan dengan kolam ikan mas di istana kaisar.


Karena takut diintip Xiao Shan tidak membuka pakaiannya, dia juga menggunakan kolam air untuk melatih pengendalian elemen air.


Beberapa saat kemudian penjaga rumah yang sedang berkeliling kaget melihat halaman belakang yang penuh dengan air. Rupanya air yang sangat banyak itu berasal dari jurus kultivasi Xiao Shan.


"nak, jangan mainkan airnya! Cepatlah selesaikan mandimu." ucap penjaga rumah dengan sedikit membentak.


Xiao Shan merasa bersalah pada penjaga rumah. Dia jadi harus memindahkan semua air itu ke sumur di tengah desa.


Setelah mandi Xiao Shan memeriksa keadaan tangannya. Terdapat luka bakar memanjang yang sebelumnya tidak ada. Selain menemukan keanehan di tangannya Xiao Shan melihat kejanggalan pada pupil matanya.


"sejak kapan aku punya pupil berwarna kuning? " Xiao Shan bertanya tanya pada dirinya sendiri.


Sebelumnya mata Xiao Shan berwarna hitam. Sejak lahir dan sejak dalam kandungan juga hitam, terang ayahnya dahulu. Lantas apa yang memicu perubahan pada warna matanya.


"mataku jadi mirip selir kaisar itu. " keluh Xiao Shan.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian terdengar teriakan seorang wanita dari jendela. Xiao Shan mengeluarkan kepalanya dari jendela. Terlihat di halaman belakang Qin Ahri memberi isyarat dengan tangannya. Xiao Shan kembali melihat ke tangannya.


Kemarin rasa panas di tangannya dapat diredakan dengan jurus elemen air, tapi kenapa sekarang tidak bisa. Xiao Shan pun memasang kembali perbannya dengan mulut lalu turun ke halaman belakang sambil berpura pura sakit di depan Qin Ahri.


Hal itu dia lakukan karena saat melewati pintu depan tadi tampak 3 pembantu perempuan sedang bergosip cukup keras. Mereka menyebut Xiao Shan sebagai pemuda yang malang karena dilatih oleh Qin Ahri.


Qin Ahri, dia terkenal di pasukan khusus sebagai pelatih api yang tidak segan segan menghanguskan salah satu anggota tubuh muridnya jika dia tidak berlatih dengan sungguh sungguh.


Xiao Shan sempat tidak mempercayai apa yang dikatakan para pembantu. Sampai Qin Chichi muncul dan menunjukkan luka bakar di jari kelingking dan jari manisnya. Luka itu diberikan ibunya setelah dia menyebut elemen api sebagai elemen yang paling buruk untuk dikuasai karena dapat membahayakan tubuh penggunanya.


Mendengar Qin Ahri membakar jari anaknya nyali Xiao Shan pun menyusut. Sambil terus berharap roh penjaga hutan segera menjemputnya.


"selamat siang master Qin. Saya siap untuk latihan hari ini. " (Xiao Shan)


"kau datang terlambat. Lain kali jangan sampai terlambat ya. " ucap Qin Ahri dengan senyum manis.


"menakutkan..." batin Xiao Shan.


"aku dengar kemarin kau bertarung bersama suamiku dan roh penjaga hutan. Walaupun masih tingkat bumi bintang 1 kau mampu mengalahkan monster Centaur berzirah Platinum yang seekornya setara kultivator tingkat rendah. "


Xiao Shan menggaruk rambutnya yang tidak gatal, "iya begitulah. "


"aku tidak bertanya padamu. " sela Qin Ahri dengan dingin.


Qin Ahri memberikan sebuah pedang kayu ke Xiao Shan. Qin Ahri akan mengajarkan Xiao Shan cara mengalirkan qi berelemen api ke pedang agar daya hancur dari jurus apinya berkurang.


Latihan pertama dimulai, Qin Ahri mempraktekkan bagaimana caranya mengalirkan qi ke benda mati.


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁

__ADS_1


.................................................................................


__ADS_2