BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 16 : Pasca Eclipse (5)


__ADS_3

"kau akan menyesal anak kampung, aku adalah kultivator bumi bintang 4. "


Xiao Shan masih bintang 1.


Si mata jelalatan mengeluarkan jurus tanpa ragu. Bersama dengan ayunan tangannya dia meneriakkan nama jurusnya.


"tingkat bumi! Jurus sabit pembelah bumi!! "


Xiao Shan melapisi tangannya dengan elemen bumi lalu menepis tangan lawannya.


Setelah itu Xiao Shan membalas dengan jurus elemen air.


"tingkat bumi, meriam darah. "


Xiao Shan memukul dada si pria dengan telapak tangan lalu memanipulasi darah di jantungnya hingga menyebabkan serangan jantung.


Pria itu pun membentur tanah. Xiao Shan menjaganya tetap bernafas dengan menormalkan kembali aliran darahnya.


Melihat temannya dihajar kultivator lainnya spontan menyerang Xiao Shan.


Karena mereka menyerang tanpa qi hanya menggunakan senjata biasa, Xiao Shan pun mengalahkan mereka dengan pedangnya.


"aku tidak pernah belajar ilmu pedang. Tapi aku bisa mengalahkan mereka dengan teknik bertarung yang diajarkan kakek. "


Brak


Yang berbadan paling besar diantara mereka kaget melihat teknik menepis Xiao Shan. Itu adalah salah satu teknik dasar aliran kungfu langka. Aliran yang dimaksud adalah Duàn rèn liú.


'Aliran air penghacur pedang'


Teknik itu Xiao Shan pelajari dari roh penjaga hutan setiap kali dia menghajar bandit yang membuat onar di hutan.


Seperti namanya itu adalah teknik untuk mematahkan mata pedang dengan cara memukul punggung pedangnya.


Krak krak krak


Tidak ada pedang yang selamat dari Xiao Shan.


Sambil memasang ekspresi sombong Xiao Shan berkata kepada para amatir itu "lain kali berhati hatilah memilih lawan. "


Mereka mengeluarkan jurus bersama sama memakai 3 elemen yang berbeda.


Xiao Shan mengeluarkan jurus yang dapat membalikkan arah serangan mereka. Jurus itu dia buat diam diam sewaktu berlatih dengan Jie Mei.


"tingkat bumi, arus angin pembalik! "


Ke 3 serangan mereka berbelok arah di jarak 1,5 meter dari Xiao Shan lalu melayang kembali ke pemiliknya.


Qin Hyeji kaget melihat perkelahian itu. Dia dan Qin Yinchi pun bergegas melelai mereka sebelum ada yang terluka.


"berhenti semuanya!! Berhenti!!! "


"berhenti Xiao Shan!!! "


Qin Yinchi menghalangi dengan tubuhnya.


Qin Yinchi memarahi Xiao Shan karena membuat keonaran.

__ADS_1


"Kak Jie, jelaskan apa yang terjadi! "


Jie Mei menjelaskan kejadiannya. Singkatnya Xiao Shan dan pria yang terkapar sama sama salah. Yang satu tersinggung karena mata jelalatan, yang satu tidak bisa menjaga pandangan dan memulai kekerasan.


"kalian beruntung penjaga sedang beristirahat, Sekarang bubar! Atau aku laporkan kalian ke penjaga hutan, agar misi kalian batal. "


Qin Hyeji membubarkan perkelahian itu. Mereka menurut saja karena tidak yakin bisa melawan Xiao Shan, sementara teman yang pingsan digotong oleh si pria besar.


"memangnya hutan yang menakutkan ini ada penjaganya? " Jie Mei bertanya karena penasaran.


"sebenarnya tidak ada. Aku hanya mengarang cerita untuk menakuti mereka. Benar benar sekumpulan orang bodoh. "


Kelompok Xiao Shan menunggu sampai kelompok tadi masuk ke dalam hutan, karena berpapasan berpotensi menimbulkan pertengkaran lagi.


"bagaimana kalau mereka menemukan Centaur lebih dulu? Dan bagaimana cara kita membuktikan pekerjaan kita? " tanya Xiao Shan mendetail.


"biasanya petualang akan membawa kepala buruan, tapi karena dalam kasus Centaur mereka dapat mengeluarkan racun jadi kita hanya akan memotong kuku mereka. Jangan khawatir soal kecepatan kita akan mendahului mereka." jawab Qin Hyeji.


Jie Mei bicara "musuh kita Centaur berzirah platinum kan? Aku tidak meragukan kemampuan Qin Hyeji dan Xiao Shan. Tapi ini terlalu berat untukmu Qin Yinchi. "


"apa kau mau meningkatkan kemampuanmu dengan mengikuti misi berbahaya macam ini? "


Anak kedua keluarga Qin itu memainkan ujung rambutnya. Jie Mei menanyakan hal yang sensitif, tentang kemampuannya yang tidak sehebat kakaknya.


Qin Hyeji melirik adiknya yang berjalan di sampingnya takut terjadi hal yang tidak inginkan.


"kau benar. Aku memang lemah. Karena itulah aku ingin jadi lebih kuat. " sahut Qin Yinchi.


"apa?? Tapi bagaimana kalau kau terluka? " tegas Jie Mei.


"dunia kultivator tidak seindah yang kau bayangkan. Memang bagus memiliki keberanian dan tekad kuat, tapi kau juga harus memahami apa yang aman dan yang berbahaya. " Ucap Jie Mei dengan nada kuat.


Xiao Shan merasa ada yang aneh dengan Jie Mei, dia biasanya tidak banyak bicara.


Xiao Shan melacak aliran qi di udara. Tak ada yang mempengaruhi Jie Mei untuk melakukan itu. Berarti kemungkinan besar Jie Mei dipengaruhi oleh hutan ini.


Disaat kedua orang itu masih ribut dengan pendapat masing masing monster Centaur yang mereka cari muncul dalam jumlah besar.


Melihat monster datang Xiao Shan langsung berlari ke arah mereka dan menyalakan api.


"saat fenomena eclipse aku bisa menghabisi mereka dengan satu serangan menggunakan elemen api. Tapi berbeda dengan saat itu, disini aku tidak bisa mengeluarkan bola api sembarangan. "


"kalau begitu... "


Xiao Shan berpikir untuk meniru jurus si lemah bintang 4 tadi tapi dengan output qi yang jauh lebih besar dan lebih efektif.


"tingkat bumi, cakar naga air. "


Xiao Shan mengayunkan kukunya yang dilapisi air secara vertikal hingga menyentuh tanah.


Lalu 5 bilah air pun melaju membelah tanah lalu membelah para Centaur.


Zirah platinum monster yang ditakuti pasukan manusia seakan hanya lapisan kulit rapuh di hadapan Xiao Shan. 


Jie Mei terkejut bukan main mengetahui rumor yang ia dengar dari Qin Yuan dan roh penjaga hutan benar adanya. Xiao Shan di tahap terbawah ini memiliki kekuatan setara kultivator puncak daratan, yaitu tingkat pegunungan.


"hoho, kalimat bisa menghindarinya ya. "

__ADS_1


"kau bicara seperti roh penjaga hutan keramat. " Jie Mei maju ke samping Xiao Shan.


"kau sudah berbaikan dengan Qin Yinchi? "


"be belum... Rasanya tadi ada sesuatu yang mempengaruhiku untuk mengatakan hal hal yang tidak mengenakkan itu. "


"oh ya? Mungkin itu hanya alibi mu. " sahut Xiao Shan dengan ketus.


"mungkin saja... Tapi yang aku katakan tidak sepenuhnya salah kan? "


Jie Mei mengeluarkan bendera lalu membuat formasi di langit. Ini adalah salah satu jurus spesial Jie Mei yang bernama pilar penguasa.


Formasi taktis Jie Mei tidak akan bisa dihancurkan karena berada cukup tinggi di langit.


Kekuatan Qin Yinchi meningkat ke bintang 5, sementara Qin Hyeji meningkat ke bintang 3. Lalu Xiao Shan meningkat ke bumi bintang 5 sama seperti Qin Yinchi.


Kekuatan Xiao Shan di tahap ini jauh lebih mengerikan. 


Untuk menghindari kerusakan berlebih dan potensi kena teman, Xiao Shan pun memakai metode yang sama untuk membasmi para monster.


Aura qi Xiao Shan sangat besar setinggi 10 meter. Qin Yinchi merasa ngeri, beda dengan Mei dan Hyeji yang justru kagum dengannya.


"tingkat bumi, tornado pengebor raksasa! "


"pegangan pada Xiao Shan!!! " teriak Hyeji.


Tarikan tornado itu luar biasa. Pohon, batu, tanah, hewan, dan koloni monster menjadi yang terakhir dapat bertahan dari tarikannya.


Golem Xiao Shan muncul di belakang dan melindungi mereka berempat dari benda benda yang melayang.


"topannya mengebor tanah!! " teriak Mei memperingatkan Xiao Shan.


"memang harus seperti itu agar bisa melanjutkan serangan."


Xiao Shan menyerahkan gadis gadis kepada golem sementara dia akan mengeluarkan jurus lanjutan.


Untuk mengeluarkan jurus diperlukan juga sikap tubuh atau bahasa kerennya kuda kuda. Kuda kuda tidak dapat dilakukan jika tubuhmu dipeluk oleh 3 orang.


Xiao Shan membatin "aku harus cepat. Qi di kakiku tidak bisa bertahan lebih lama lagi menghadapi tarikan ini. Serangan berikutnya akan kulakukan dengan kekuatan penuh. "


Garis garis putih muncul menandakan alter egonya ikut campur dalam pelepasan jurus ini.


"tahap bumi! Mulut bumi! "


Xiao Shan dengan imajinasinya yang luas mengukir tanah menjadi sepasang rahang yang sangat besar lengkap dengan gigi di sisi kiri dan kanan tornado lalu menghimpit semuanya dan mengurung mereka di dalam.


Karena adanya cekungan itu para monster pun selamat, namun serangannya tak hanya sekedar dua itu. Serangan terkuat kedua adalah naga api kembar.


Memunculkan naga api kembar membuat lengannya mengalami luka bakar, tak apa karena luka itu sepadan dengan kekuatan yang dihasilkan.


Naga api terbang memutari mulut tanah lalu membakarnya. Tidak terjadi ledakan besar kali ini dan itu membuat Xiao Shan sangat bersyukur. Tapi apakah para monster itu sudah mati?


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁

__ADS_1


.................................................................................


__ADS_2