
Di luar tembok labirin -
Guan Yu mengamuk sejadi jadinya. Entah karena dia kehilangan putrinya atau karena penyebab lain yang lebih besar. Guan Yu hanya ingin melepaskan amarah yang tertumpuk di hatinya semenjak sang putri koma.
Guan Yu membuat cermin es yang sangat besar, lebih besar dari anjing pemburu.
Tak lama kemudian cermin es itu berubah menjadi patung es raksasa yang bentuknya sama persis dengan anjing pemburu.
"Jurus lautan merah darahmu tidak seperti yang aku bayangkan." Ucap anjing pemburu sambil mendekatkan wajahnya ke patung es yang hanya diam menatapnya.
"Jurus lautan merah darah ada di atasmu." Guan Yu menunjuk ke atas kepala anjing pemburu.
Terlihat dinding berwarna merah darah yang dipenuhi duri di atas sana.
Patung es itu adalah jurus lain yang Guan Yu keluarkan tanpa merafalkan nama.
"Sebelum lautan merah itu menghancurkanmu, aku ingin tahu dimana jiwa-jiwa orang-orang yang terjebak?"
"Kultivator kegelapan itu bilang ada jiwa manusia yang terjebak disini. Jadi sebaiknya kau tidak mengelak karena aku sudah tahu semuanya." Tegas Guan Yu.
Anjing pemburu menjawab dengan nada main-main. "Wajahmu tampak serius pak tua. Apa Perishkakk mengambil jiwa orang yang berarti bagimu?"
"Ya." Jawab Guan Yu dengan wajah serius.
"Kalau begitu akan kuberitahu setelah kau mengalahkanku."
Mendengar jawaban itu Guan Yu langsung memberikan komando kepada lautan darah untuk jatuh menimpa anjing pemburu.
Anjing pemburu menarik daratan menjadi puing puing yang kemudian bertabrakan dengan lautan darah yang bagian atasnya penuh dengan pedang dan tombak.
Jurus lautan darah itu terinspirasi dari keadaan medan perang yang penuh akan darah, mayat, dan senjata yang berserakan. Bedanya, Guan Yu tidak meletakkan mayat di atas lautan darahnya karena jurus ini belum pernah dia gunakan pada siapapun.
"Kau adalah yang pertama merasakannya dan orang pertama yang berhasil menahannya." Ucap Guan Yu pada anjing pemburu yang berhasil bertahan dengan membuat perisai batu.
Meskipun begitu anjing pemburu tetap menderita luka di bagian tangan, bahu, dan kedua kakinya.
"Kau tahap langit rendah bintang berapa?" Tanya anjing pemburu yang penasaran setelah menerima serangan yang cukup fatal barusan.
"Langit rendah bintang 1." Jawab Guan Yu.
Anjing pemburu menertawakan Guan Yu karena dia sendiri sudah sampai tahap langit rendah bintang 3.
Guan Yu tidak langsung mempercayainya. Karena kultivator langit rendah memiliki gap kemampuan yang cukup jauh satu sama lainnya.
Misal perbandingan jumlah Qi antara kultivator langit rendah bintang 1 dengan langit rendah bintang 2 itu seperti kubik air di kolam renang dengan kubik air di danau.
Bisa dibayangkan seberapa besar perbedaan amunisi mereka. Belum lagi perbedaan kecepatan regenerasi qi mereka.
Memikirkan semua itu membuat Guan Yu mengubah rencananya.
Serangan lautan darahnya cukup berhasil. Sekarang dia mengeluarkan jurus kedua yang berbasis ilmu ilusi.
"Tingkat langit rendah, Cerminan kekuatan!"
Mata patung es raksasa di selimuti api biru.
Patung itu pecah dan menjadi ratusan patung es kecil yang kemudian menggerumbungi anjing pemburu.
"Masuklah ke dalam tubuhnya!"
Perintah menyeramkan itu didengar oleh anjing pemburu yang langsung mengeluarkan jurus tingkat tinggi demi menghalau para patung es.
"Tingkat langit rendah, Hujan cincin batu!"
Pasukan patung Guan Yu tidak berhenti menyerang meskipun tubuh mereka terpecah belah.
Anjing pemburu mengakui jurus itu sebagai jurus tingkat tinggi yang cukup mengerikan. Zirah qi anjing pemburu yang 2 tingkat di atasnya ditambah elemen tanah super keras saja masih bisa ditembus olehnya.
Anjing pemburu mengejar Guan Yu.
Guan Yu pun mengeluarkan jurus lanjutan memanfaatkan pecahan es yang beterbangan.
"Langit Rendah, Patung Buddha Beku!!"
Anjing pemburu beradu tinju dengan patung buddha.
Anjing pemburu unggul di Direct Attack. Dia berhasil menghancurkan telapak tangan buddha dengan qi yang terpusat di tangannya.
Patung Buddha memukul dengan tangan lainnya. Tinju berhasil mematahkan batang hidung anjing pemburu yang terlindungi oleh tanah keras.
Pertarungan antar raksasa itu disaksikan oleh seorang anggota pasukan kultivator yang jatuh ke tanah karena menerima luka yang cukup fatal dari pasukan monster.
__ADS_1
Tiba-tiba Guan Yu muncul di depan kultivator yang sekarat itu dan menolongnya dengan memberinya pil regenerasi.
Karena kualitas obatnya sangat bagus kultivator itu pun langsung sembuh seperti sedia kala.
"Bahkan kolam qi saya kembali pulih. Saya tidak tahu bagaimana cara membalas anda?" Ucap kultivator itu.
"Bunuh setidaknya 10 monster. Dengan begitu hutangmu padaku sudah terbalaskan." Ucap Guan Yu kemudian pergi ke langit dengan menapakkan kaki di pedangnya.
Guan Yu menantang sosok berzirah putih untuk bertarung.
Tanpa basa basi Guan Yu melakukan serangan berbasis ilmu pedang.
Pedang Guan Yu diselimuti Qi. Dikira dia akan melakukan Direct Attack jarak dekat atau jarak jauh, ternyata pedangnya yang dilapisi qi itu memiliki efek hipnotis.
Para monster menyerang Guan Yu, pasukan kultivator pun bekerja sama untuk melindungi punggung Guan Yu sekaligus membukakan jalan untuknya.
Secepat kilat Guan Yu berhasil menebas tangan kanan si zirah.
Pasukan kultivator yang melihat kehebatan Guan Yu kembali termotivasi, setelah nyali mereka menciut saat melihat monster batu yang sangat besar.
"Brengsek...!!!!" Hardik si zirah.
"Sayang sekali aku tidak bisa melanjutkan ini." Ucap Guan Yu dengan nada tinggi agar didengar oleh si zirah.
"Kalian hadapilah dia! Aku akan melawan monster batu itu kemudian membantu komandan Luo Shinu. Pastikan kalian menang saat kami kembali." Perintah Guan Yu sekaligus memberi isyarat tersembunyi yang mengatakan dia dan Luo Shinu pasti mengalahkan musuh mereka.
Pertarungan antara anjing pemburu dengan patung buddha berlangsung alot. Mereka saling menerima pukulan lawan.
Guan Yu pun merasa heran mengapa lawannya yang tingkat langit rendah bintang 3 itu hanya mengeluarkan Direct Attack.
Guan Yu menggunakan teknik ilusi untuk berdiri di atas kening si raksasa batu. Guan Yu bertanya mengapa dia tampak amatiran.
"Maksudku, apa kau tidak memiliki teknik lain selain menjadi besar?" Tanya Guan Yu yang hanya ada di pikiran anjing pemburu.
"Sejak awal aku sadar tidak bisa mengalahkanmu. Jurus ilusimu itu tidak bisa aku patahkan." Jawab Anjing pemburu.
"Lalu mengapa kau bersikeras melawanku? Asal tahu saja, semakin banyak waktu berlalu semakin terisi pula kolam qi ku." Tutur Guan Yu.
"Hehehee... " Anjing pemburu tertawa.
"Aku sengaja mengulur waktu agar temanmu terbunuh oleh gadis awan." raksasa batu menoleh ke arah labirin. Tepatnya ke tempat pertarungan Luo Shinu vs gadis awan.
"Begitu ya. Kalau begitu selamat tinggal."
Anjing pemburu terlepas dari ilusi Guan Yu. Disaat itu pula lengan buddha berubah menjadi es runcing.
Serangan yang asli mungkin datang dari belakang. Tidak, itu juga ilusi.
Mungkin dari arah lainnya.
Anjing pemburu panik saat serangan patung buddha muncul dari segala arah.
Kenyataannya patung buddha tidak bergerak sedikit pun.
Sejak awal Guan Yu bisa mengalahkan anjing pemburu. Dan sekarang, Guan Yu membuktikannya dengan menjatuhkan patung buddha dengan sangat keras ke anjing pemburu.
Bumi retak dan anijing pemburu berusaha bangun. Namun sebuah tombak es raksasa menembus dada sang buddha berlanjut dengan menusuk punggung raksasa batu.
Guan Yu mengeluarkan jurus penghabisan sekaligus mendeklarasikan kemenangannya.
"Tingkat langit rendah, Teratai Danau Beku."
Tombak es dan patung buddha membekukan raksasa batu.
Itu bukan pembekuan biasa. Setiap inci es yang masuk ke tubuh anjing pemburu adalah pecahan dari patung es yang merobek meridian, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya.
Anjing pemburu pun mati dalam keadaan yang mengerikan di antara patung es seukuran debu yang bersemayam di tulang belulangnya.
***
Di suatu tempat di dalam istana The Fallen God.
Sebuah kristal tampak retak kemudian pecah. Menandakan kalau salah satu penjaga istana telah mati.
"Anjing pemburu sudah mati tuan. Itu artinya labirinnya sebentar lagi akan pecah." Ucap seorang wanita yang wujudnya tak terlihat karena berada dalam kegelapan.
Suara tanpa wujud terdengar.
"Tidak apa-apa. Masih ada manusia itu dan si pengendali monster."
"Aku tidak berharap banyak pada ghoul wanita yang kau bangkitkan. Dia sudah mati terlalu lama dan sebagian besar kekuatannya juga sudah menghilang." Ucap sosok itu dengan sinis. Dari suaranya dia seorang pria.
***
Guan Yu turun ke daratan sebentar untuk memulihkan kolam qi nya. Lalu beberapa ekor monster bersayap menghampirinya.
__ADS_1
Tak lama kemudian turun seorang kultivator tingkat cakrawala yang langsung membasmi para monster itu.
"Anda tidak apa-apa ketua Guan Yu?!!"
"Yahh... aku Baik-baik saja."
Guan Yu terkejut saat melihat labirin runtuh.
Gadis awan berbelasungkawa atas kematian rekannya yang menyebalkan. Anjing pemburu, semoga kau tenang di alam sana.
Luo Shinu masih tidak bisa membaca pikiran gadis awan. Shinu curiga kalau gadis yang dilawannya bukanlah orang yang asli.
Gaya bertarung gadis itu pun cukup kaku. Dia menguasai jurus ilusi sama seperti Guan Yu, bedanya wanita ini menggunakan media cermin besi ketimbang cermin es.
Dan dia menggunakan jurusnya itu untuk melarikan diri bukan menyerang.
"Luo Shinu!!!."
Luo Shinu terkejut mendengar teriakan Guan Yu. Legenda kota Yang itu datang membantunya.
Gadis awan merasa jengkel dan terjahati, karena harus melawan dua kultivator kuat sekaligus.
"Pria tampan dan orang tua mengeroyok gadis kecil? Menjijikkan!" Gumam gadis awan sambil berekspresi jijik.
"Hah? Apa yang dia katakan?" Tanya Guan Yu.
"Entahlah. Dia suka meracau seperti orang aneh."
Tubuh gadis awan diselimuti aura hitam. Mengungkap kalau dia sebenarnya adalah pengguna elemen kegelapan abadi sama seperti Perishkakk.
Guan Yu yang menyadari hal itu pun merasa senang, karena dia tidak sempat bertarung melawan kultivator kegelapan sebelumnya.
•
- Beberapa menit sebelum Guan Yu menghabisi anjing pemburu -
Xiao Shan berusaha mencabut pohon Yin Yue dari mulutnya menggunakan kekuatan kegelapan.
Berbekal ingatan Perishkakk pengguna elemen kegelapan yang asli Xiao Shan berhasil membuat jurus yang bisa membuatnya melepaskan diri.
"Dataran Tinggi Spesial, Pemotong cahaya!"
Akar tunggal yang berada di mulut Xiao Shan patah.
Yin Yue kagum pada Xiao Shan yang berhasil melepaskan diri dari serapan pohon kehidupannya.
Dengan mulut penuh darah Xiao Shan berkata sambil tertawa lirih pada Ghoul Yin Yue. "Hehahaa... aku ini seorang jenius tau..."
"Dataran tinggi spesial, pemotong cahaya!!"
Sekali lagi Xiao Shan menebas Yin Yue tapi meleset.
Dinding labirin yang kena tebas terbelah.
Bai Tian memiliki ide untuk menarik keluar jiwa Yin Yue dari tubuh terkutuk itu.
Dia membuat formasi kecil yang mengitari dirinya lalu membuat boneka manusia dari tanah.
Setelah itu dia meneteskan qi nya ke mayat Fei An.
"Bangkitlah sekali lagi kawanku." Ucap Bai Tian dengan lembut.
Fei An yang seharusnya telah pergi ke nirwana pun ditarik kembali ke dunia, ke dalam tubuh boneka buatan Bai Tian.
Setelah boneka itu dimasuki arwah wujudnya berubah menjadi manusia asli.
Yin Yue terkejut melihat aura yang terpancar dari boneka itu sama kuatnya dengan yang tadi dia bunuh.
Fei An hidup kembali dalam tubuh boneka.
Yin Yue kagum dengan teknik Bai Tian. Dia bisa menghidupkan orang mati seperti The Fallen God.
"Tutup mulutmu ghoul! Setelah membunuh kawanku kau kira dirimu bisa mati dengan tenang?."
Bai Tian mengendalikan Fei An.
Xiao Shan hendak mengeluarkan jurus pemotong cahaya lagi, namun qi nya sudah hampir habis.
Terpaksa Xiao Shan bermeditasi sambil dilindungi Jingming Dao dan Qin Yuan.
Sambil menahan sakit di tubuhnya Xiao Shan mencoba untuk fokus memulihkan qi.
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
__ADS_1
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................