
Wanita pengendali api neraka kembali menemui The Fallen God di lantai teratas istana.
The Fallen God ingin wanita pengendali api neraka bersiap siap karena pasukan kultivator hampir sampai ke tempat neraka.
"Aku tidak sabar mencuri kekuatan pemuda 5 elemen itu." Ucap The Fallen God dengan lirih.
....................................................................................
- Lantai kedua istana -
- Ruangan alkimia -
Yu Qianfan mengistirahatkan seluruh pasukan karena mereka semua sudah lelah bertarung di lantai pertama. Setidaknya mereka harus mengisi qi hingga penuh untuk pertempuran besar berikutnya.
"Tapi di depan kita masih ada musuh tuan!" Kata salah satu kultivator cakrawala yang masih memiliki cukup banyak kekuatan untuk bertarung.
"Jika mereka berenam kalah barulah kalian pergi. Lagipula Luo Shinu si ahli membaca level kekuatan sudah bertitah untuk menurunkan keenam kultivator itu. Jurus mata kebenarannya tidak pernah salah jadi kita bisa beristirahat dengan tenang." Yu Qianfan menggunakan nama Luo Shinu. Jurus mata kebenaran adalah salah satu alasan utama mengapa Luo Shinu terpilih sebagai panglima besar.
Xiao Shan duduk menyender di dinding istana sambil memperhatikan pertarungan Qin Yuan melawan para alkemis yang bertarung dengan cara melemparkan botol botol berisi ramuan ungu aneh yang mereka sebut eliksir corona.
Tengah fokus mengamati pertarungan tiba-tiba dua kultivator wanita duduk di sampingnya.
"Tuan Xiao Shan, aku melihatmu bertarung dengan ghoul saat di labirin. Kau sangat kuat! Bisa ajari aku teknik tebasan cahaya itu? Kumohon...!"
Xiao Shan kaget karena wajah kedua wanita itu sangat mirip seperti anak kembar.
"Kalian anak kembar?" Tanya Xiao Shan.
"Iya, saya Yue Huili, anak kedua." Ucap wanita yang minta diajari jurus tebasan cahaya.
"Saya Ichi Huili, anak pertama." Kata wanita satunya yang duduk di sebelah kanan.
"Emm... sebenarnya jurus itu tidak bisa diajarkan karena aku membuatnya dengan elemen kegelapan."
"Apa! Elemen kegelapan!! Kau memiliki elemen kegelapan abadi dalam tubuhmu?!!" Ucap Ichi Huili dengan syok.
"Bukan hanya itu, aku memiliki 6 elemen dalam diriku."
Xiao Shan mewujudkan keenam elemen di telapak tangannya. Bola api, bola air, lingkaran angin, gumpalan tanah, aliran listrik, dan orb gelap, semuanya ada di tangannya.
Kedua wanita itu pun terhenyak dan langsung bersujud di depan Xiao Shan.
"Jangan berlebihan begitu, dan kalian menghalangi penglihatanku!" Xiao Shan menarik kedua wanita itu ke sampingnya karena badan mereka menghalangi pengamatannya.
__ADS_1
Kedua wanita itu bukanlah orang biasa, mereka adalah putri dari seorang penulis buku sejarah bernama Chen Huili.
Mereka tahu kalau ghoul kuat yang muncul di labirin adalah mantan pemilik berkah 5 elemen dari zaman 2000 tahun yang lalu. Mereka hanya tidak tahu namanya.
Mereka tertarik pada Xiao Shan saat melihatnya mengalahkan ghoul Yin Yue.
Mengetahui Xiao Shan adalah kultivator 6 elemen yang tidak pernah ada dalam buku sejarah yang ditulis ayahnya, Huili bersaudari ini pun mengajak Xiao Shan ikut dengan mereka setelah pertempuran ini berakhir.
"izinkan kami menulis sejarah tentangmu. Kultivator 6 elemen pertama dalam sejarah. Kalau kau bersedia menjual kisahmu pada kami, kami akan melayanimu seumur hidup." Janji yang diucapkan Ichi Huili dilanjutkan oleh adiknya. "Kami bersedia menikah denganmu, tidak apa kalau kau mau menambah selir, kami akan mencintai dan merawatmu mulai dari memandikanmu, memasak untukmu, mengajakmu jalan jalan, dan..."
"Kalian kira aku kucing sampai perlu dimandikan!!?"
Xiao Shan memarahi kedua wanita itu, namun dia sadar teringat ajaran gurunya yaitu tidak boleh kasar pada yang lebih tua kecuali dalam pertarungan.
Xiao Shan pun segera meminta maaf dengan menundukkan kepalanya.
Pipi kurus Xiao Shan dicubit oleh kedua wanita itu.
Melihat juniornya populer di kalangan gadis gadis Bai Tian pun merasa bangga.
Qin Yuan meluruskan pedangnya lalu menembakkan peluru angin di jarak 10 meter dari botol eliksir raksasa yang dilempar oleh 3 alkemis.
Cairan di dalam botol itu pun tersebar kemana mana. Setiap tetes eliksir mengandung racun yang teramat mematikan.
Mustahil menyerang para alkemis dari depan. Mereka ahli dalam melempar botol. Salah satu kultivator yang menggunakan busur tidak bisa memanah para alkemis itu karena mereka terus bersembunyi di balik rak buku dan hanya memunculkan diri saat akan menyerang.
"Apa kau membutuhkan bantuan Qin Yuan? Tampaknya pengorbanan kecilmu dengan membuat perjanjian lepas batasan akan berakhir sia-sia dalam beberapa menit lagi." Zhao Liu mengejek Qin Yuan di pinggir arena.
Zhao Liu terus mengatai ngatai Qin Yuan setiap kali kepala keluarga Qin itu mundur ke garis belakang.
"Berisik! Kalau kau memang hebat masuklah kemari!"
"Oke!!"
Zhao Liu memasuki arena tanpa izin dari Luo Shinu.
Benar saja dia pun ditegur oleh Luo Shinu.
"Kenapa kau masuk ke dalam garis komandan divisi Zhao Liu? Kembalilah kesini dan pulihkan tenagamu."
Zhao Liu menjawab. "Maafkan kelancangan saya komandan, tapi teman saya membutuhkan bantuan."
Mendengar itu Luo Shinu pun terdiam. Tidak ada yang bisa memahami hati orang lain lebih baik dari komandan Luo Shinu.
__ADS_1
Luo Shinu pun mengizinkan Zhao Liu membantu temannya.
"Baiklah Yuan. Kau ingat formasi penerobosan kita saat di camp pelatihan?" (Zhao Liu)
"Ingat." (Qin Yuan)
"Kita gunakan taktik itu. Ku harap kau bisa mengganti jurus ombak terbang dengan jurus gerbang dewa atau apalah namanya jurus teleportasi itu." Ucap Zhao Liu.
"Aku mengerti."
4 kultivator pegunungan lainnya merasakan sinkronisasi kecocokan antara qi Zhao Liu dengan Qin Yuan.
"Tingkat pegunungan! Jurus gerbang dimensi!" (Qin Yuan)
Zhao Liu melompat ke dalam portal menghindari lemparan racun dari alkemis.
Portal muncul kembali di belakang pasukan alkemis, lalu dengan satu tebasan pedang lava Zhao Liu membunuh 10 alkemis sekaligus.
Zhao Liu mengangkat pedang lavanya dan mengarahkan ke alkemis yang tersisa.
"Mati kau manusia pengganggu!!!"
Botol dan racun yang mereka lemparkan terbakar begitu menyentuh pedang lava Zhao Liu.
Sementara dari arah depan Qin Yuan dan keempat kultivator pegunungan lainnya menembakkan aura attack ke arah mereka.
Saat para alkemis terbantai dan hanya tersisa beberapa terjadi ledakan yang sangat besar dari lantai 1 menara. Beruntung ledakan itu tidak meruntuhkan istana menara ini.
Lantai 2 berguncang hebat. Para alkemis menjatuhkan botol ramuan mereka, dengan kecepatan angin badai Qin Yuan menarik pedangnya memenggal kepala mereka dalam satu tarikan nafas dan secepat kedipan mata.
The Fallen God yang merahasiakan berkurangnya jumlah jiwa di lantai kedua pun akhirnya mengetahui kalau pasukan kultivator masih berada di lantai kedua.
The Fallen God memerintahkan wanita pengendali api neraka untuk berjaga di lantai ketiga yang dikenal juga sebagai The Death Valley.
Di lantai berikutnya akan terjadi pertumpahan darah yang mengerikan.
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................
__ADS_1