BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 6 : Menginap Di Rumah Kawan Lama


__ADS_3

"Qin Yinchi, kalau tidak salah kau punya kakak perempuan yang ahli kultivasi. Berada di tingkat apa dia sekarang? "


"Tingkat Dataran Tinggi Bintang 5." jawab Qin Yinchi dengan penasaran. Dia bertanya balik kepada roh hutan.


"aku berencana bertamu ke rumah kalian besok. Ibumu dulu sering datang ke hutan untuk memberi makan rusa, jadi hubungan kami bisa dibilang dekat, seperti sahabat. "


Terlihat jelas roh penjaga hutan cari cari alasan agar bisa menemui kakaknya Qin Yinchi. Rencananya roh hutan ingin meminta bantuan wanita itu untuk mengurus Xiao Shan dan bakat mengerikannya.


Qin Yinchi yang polos pun percaya dengan kebohongan itu dan dia mengundang roh penjaga hutan berserta pemuda yang bersamanya untuk berkunjung ke rumahnya. Tidak sampai menunggu besok Qin Yinchi mengajak mereka berdua menginap malam ini.


"kakek, kau tidak akan neninggalkanku sendirian kan? Setidaknya sebelum mengusirku carikan aku teman. " bisik Xiao Shan saat Qin Yinchi berbalik menunjukkan jalan.


"tenang... Aku tidak akan meninggalkanmu. " sahut roh penjaga hutan, dengan senyum licik yang tidak dapat dilihat Xiao Shan.


"rumahku tidak terlalu jauh, kita akan naik kereta kuda. " terang Qin Yinchi, lalu naik ke kursi pengemudi sedangkan Xiao Shan dan kakeknya naik ke belakang.


"ohh aku ingat kereta kuda ini pernah jatuh ke air terjun di waktu dulu. Seingatku ayahmu mengemudikannya ketika mabuk. " ucap roh penjaga hutan sedikit mengungkit masa lalu.


Xiao shan terkekeh mendengarnya. Suara yang kecil itu masih bisa didengar oleh Qin Yinchi yang langsung marah padanya. "apa yang lucu dari hal itu? Orang dewasa pulang dalam keadaan mabuk di malam hari adalah hal yang biasa di ibukota. "


Xiao shan kembali terkekeh, entah kenapa topik orang mabuk itu terdengar lucu di telinganya. Melihat muridnya tertawa geli roh penjaga hutan pun ikut tersenyum geli. Qin Yinchi merasa mereka berdua agak aneh.


Saat melewati tenda pengungsian penduduk Xiao Shan menutup mulutnya. Salah satu tata krama di malam hari adalah tidak boleh berisik saat melewati rumah penduduk.

__ADS_1


Ternyata tidak jauh dari kota Yin yang hancur diserang monster ada sebuah desa kecil yang berdiri rumah rumah mewah di dalamnya. Desa itu diberi nama desa Long, yang berarti desa naga.


Untuk pertama kalinya Xiao Shan melihat rumah sebesar itu. Di istana kaisar dulu dia hanya bisa melihat atap rumah rumah yang tinggi dari atas tembok istana. Pemandangan seperti itu tidak pernah dia lihat lagi semenjak melarikan diri ke hutan.


Ayah Qin Yinchi yang seorang kultivator tingkat Pegunungan dapat merasakan hawa keberadaan yang kuat di samping rumahnya.  Dia pun langsung mengambil pedang karena takut orang itu penjahat.


Ayah Qin Yinchi melompat dari tangga. Setiap langkahnya tidak bersuara. Dia bersiap di belakang pintu depan tempat dimana hawa keberadaan yang kuat itu berasal.


Pintu dibuka dan ayah Qin Yinchi mengayunkan pedangnya ke wajah orang itu.


Trang


Benturan pedang terdengar. Ayah Qin Yinchi terkejut karena ternyata hawa keberadaan yang kuat itu adalah roh penjaga hutan keramat yang dulu sempat menjadi tetangganya.


"selamat malam Qin Yuan, aku sedang ada urusan di kota Yin, tapi kotanya malah diserang monster dan sekarang aku dan cucuku tidak punya tempat untuk singgah. " tutur roh penjaga hutan dengan wajah mengeras.


"kalau begitu bermalamlah di rumah kami. Apa kau sudah bertemu putriku Qin Hyeji dan Qin Yinchi?"


"aku disini ayah. " Yinchi masuk rumah. "kak Hyeji masih ada urusan di kota. Katanya kakak akan pulang besok atau lusa. " timpalnya.


"baiklah, apa kalian mau minum teh dulu? Atau langsung beristirahat? Tidak perlu sungkan, kami menyambut tamu dengan baik. " ucap Qin Yuan dengan ramah.


"aku pilih opsi kedua. Oh ya, ini Xiao Shan cucu angkat ku dan murid kultivasi ku. "

__ADS_1


Xiao Shan tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat bertemu orang baru, alhasil dia hanya menunduk dan mengucapkan selamat malam.


Qin Yuan mengajak mereka ke kamar tamu. Qin Yuan malu melihat kondisi ruangan itu yang sedikit berantakan. Dia pun meminta waktu sebentar untuk merapikannya. Qin Yuan meminta Xiao Shan dan kakeknya keluar kamar karena akan sangat berdebu.


Qin Yuan membuka jendela kamar terlihat kamar itu berada di lantai 2 rumahnya. Dengan jurus kultivasi nya yang berbasis elemen angin Qin Yuan mengangkat setiap butir debu di ruangan itu lalu membuangnya ke luar jendela. Dia bersihkan ruangan itu tanpa membangunkan istrinya yang sedang tidur di kamar mereka.


"sudah selesai kalian boleh masuk. "


Xiao Shan yang kelelahan langsung menghambur ke tempat tidur. Qin Yuan pun memintanya untuk jangan berisik karena khawatir istrinya bangun.


"maaf tuan Qin, aku akan langsung tidur setelah ini. "


Xiao Shan mengambil kasur di sebelah jendela. Dia bermaksud untuk tidur dengan jendela terbuka, roh penjaga hutan pun tidak mempermasalahkannya dan merebahkan diri.


Sebelum tidur Xiao Shan membuat rencana untuk hari esok. Seperti yang dikatakan kakeknya Xiao Shan tidak akan kembali ke hutan besok. Dia akan mencari akat yang bisa memberitahunya seberapa besar kapasitas Qi di dalam dirinya.


Sekali lagi dia merasa sangat bertenaga walaupun tubuhnya sudah letih.


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh memberikan kritik asal membangun dan gunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak dan jangan terlalu menghayati isi novelnya. Ini hanyalah cerita fiksi. 😁

__ADS_1


.................................................................................


__ADS_2