
Formasi Taktis
Suatu ilmu turunan kultivasi yang lahir dari tangan seorang panglima perang di jaman dulu. Sebuah ilmu penyebaran qi untuk mengontrol qi lainnya. Sederhana dan sangat berguna, apalagi dengan adanya 3 jenis formasi yang bisa tumpang tindih, semakin membuat ilmu formasi taktis menjadi ilmu yang spesial.
Jie Mei menguasai salah satunya, formasi taktis yang dapat memperkuat atau memperlemah qi diri sendiri maupun orang lain.
Untuk mengaktifkan formasi taktis cukup mudah. Praktisi memerlukan bendera/ belati/ tombak/ pedang berjumlah 8 buah untuk membentuk formasi Octagram. Jie Mei sendiri menggunakan bendera yang sengaja dia bawa dari rumah.
"akan ku nyalakan formasi nya, tetaplah berada di depanku Xiao Shan. "
Walaupun Jie Mei bisa melakukan nya tapi kecepatannya dalam mengaktifkan formasi masih terlalu lambat sehingga rawan diserang musuh. Waktu yang diperlukan Jie Mei sekitar 5 detik untuk menyebarkan bendera dan 5 detik untuk mengaktifkan qi area.
Saat berada dalam area qi Jie Mei, Xiao Shan merasakan panas di tubuhnya yang berarti qi nya tidak cocok dengan qi milik Jie Mei.
Fenomena apa lagi itu? Itu dinamakan Resonansi Qi. Orang orang tua jaman dulu tidak memberikan nama yang keren untuk setiap fenomena kultivasi yang ada.
Resonansi qi adalah kejadian dimana qi dua orang saling tarik menarik atau malah menolak. Ambil contoh saat fenomena Eclipse Xiao Shan dan Qin Yuan saling berbagi zirah qi. Qi milik Qin Yuan tak terasa panas di badan Xiao Shan begitupun sebaliknya. Menandakan kalau qi mereka saling tarik menarik, bahasa gampangnya qi mereka cocok.
Dengan begitu mereka bisa melakukan jurus kombinasi tornado api.
Sementara dengan Jie Mei, Xiao Shan tidak akan bisa melakukan jurus kombinasi semacam itu.
"sudah aktif, apa kau dapat merasakan qi mu melemah? "
"umm sedikit, kurasa... " ucap Xiao Shan ragu ragu.
"jawaban macam apa itu...? " (dalam hati Jie Mei)
"mulailah dengan jurus elemen lain Xiao Shan. Coba jurus petirmu terlebih dahulu. " kata kakeknya.
Xiao Shan mengangguk. Dia tidak pernah mengeluarkan jurus petir lagi setelah latihan hari itu.
Hari menjelang malam, anak anak Qin Yuan digiring pulang oleh kakak mereka.
Xiao Shan berusaha untuk berhati hati karena elemen listrik adalah elemen terkuat dari 5 elemen dasar.
Entah kenapa kakinya gemetar saat akan mengeluarkan variasi jurus listrik.
"akan kuberi saran untuk pengendali petir pemula sepertimu. Tubuhmu memang akan bergetar saat mengeluarkannya, itu gejala normal. Yang terpenting dan paling sulit adalah saat kau mengukir petir itu. "
"jangan wujudku petir di tanganmu tapi wujudkanlah di udara yang ada di depanmu. Seperti ini. "
"jurus tingkat bumi, kupu kupu halilintar. "
Jie Mei membuat kupu kupu biru yang sangat indah namun mematikan. Kupu kupu itu tidak muncul di tangannya tetapi di udara yang terletak di ujung jari telunjuknya.
"bagaimana caranya? " tanya Xiao Shan.
"fokuskan qi mu ke area luar jangkauan. Perlu gerakan tangan untuk melakukannya. "
Kata kunci untuk mengeluarkan jurus bertambah lagi.
Bayangkan bentuk serangan - Fokuskan ke bagian tubuh tertentu - Gerakan tubuh untuk mendukung - Wujudkan jurus.
Xiao Shan tak ingin meniru milik Jie Mei jadi dia membuat bentuk busuk di ujung telapak tangannya.
"hebat! "
Jie Mei melarang Xiao Shan menyentuh busur itu. Tapi karena Xiao Shan bandel dan percaya diri dia tetap menyentuhnya. Anehnya tidak terjadi apa apa seperti yang dibayangkan Jie Mei.
"bagaimana bisa.. petirmu tidak meledak? " tanya Jie Mei keheranan.
Jie Mei berpaling ke kupu kupu miliknya. Setelah terbang cukup tinggi kupu kupu itu langsung meledak menjadi ledakan kecil.
"Hmm sepertinya ada alasan mengapa busurku tidak meledak. "
"Karena aku tidak ingin dia meledak. " sambungnya.
__ADS_1
Xiao Shan tak cukup mewujudkan imajinasi hanya dengan busur, dia juga membuat tali dan anak panahnya, lalu dengan gagah membidik ke arah langit.
Saat anak panah petir keluar dari area qi Jie Mei anak panah itu langsung meledak dan menghasilkan sambaran petir yang mengarah ke awan.
Sontak terlihat lubang besar di tengah awan dan sinar jingga matahari.
Jie Mei tercengang melihatnya. Dia pesimis bisa mengajari Xiao Shan jurus elemen petir. Jika roh penjaga hutan tetap memaksanya dia lebih memilih mengajarkan formasi taktis.
"terjadi lagi. " ucap Qin Yuan dalam hati.
"masternya merasa kecil di hadapan Xiao Shan. " tegasnya pada roh penjaga hutan.
Jie Mei menghampiri Xiao Shan yang masih memainkan busur petir di tangannya.
"Xiao Shan, boleh ku periksa aliran qi mu? " Jie Mei meminta izin dengan sopan pada kultivator hebat di depannya.
"silahkan saja Mei. Ngomong ngomong aku boleh memanggilmu Mei kan. "
Mei memeriksa aliran qi Xiao Shan. Aliran qi nya menyusut sebagaimana harusnya karena formasi taktis yang dibuat Mei. Tapi mengapa daya hancurnya bisa sebesar itu.
Mei tidak menyerah mengajari Xiao Shan. Pelajaran pertama ilmu kendali petir diterima dengan baik oleh Xiao Shan, yaitu tidak memunculkan petir di telapak tangan karena sangat berbahaya.
Xiao Shan juga mampu mengukir petir seperti yang diharapkan oleh Jie Mei saat mendengar dia seorang yang jenius.
Xiao Shan menyadari hal itu juga. Jadinya dia percaya Mei bisa mengajarinya.
Xiao Shan memutar kepala kesana kemari mencari keberadaan Qin Ahri.
"master Qin Ahri pergi kemana? " tanya Xiao Shan.
"dia sudah pulang. Aku yang menyuruhnya. Kau fokus saja latihan dengan teman masa kecilmu. " teriak Qin Yuan dari kejauhan.
Selanjutnya Mei mengajak Xiao Shan pergi ke puncak gunung terdekat. Mudah saja melewati hutan, bukit, dan lembah dengan bantuan roh penjaga hutan dan binatang suci yang selalu menyertainya.
Di puncak gunung berbatu Jie Mei meminta Xiao Shan mengadu anak panah petirnya dengan petir asli yang berada di balik awan.
"alasannya..? " (Xiao Shan)
"jurus tingkat pegunungan, auman singa petir! "
BLAARR...!!!!
Jie Mei mengeluarkan jurus tingkat tinggi. Sebuah tombak petir yang membuat sebuah lubang pada awan petir di langit malam.
Gantian Xiao Shan yang ternganga sekarang. Xiao Shan bertanya apakah semua kultivator tingkat pegunungan bisa melakukan yang sama.
"aku tidak tahu pasti, tapi kemungkinan bisa." jawab Mei ragu.
Xiao Shan membatin, "aneh. Kalau mereka bisa mengeluarkan jurus sehebat ini kenapa aku tidak lihat satu ledakan pun di medan perang melawan Centaur kemarin? Padahal komandan mereka tingkatan kultivasi nya Cakrawala, dan itu jauh lebih tinggi dari Mei yang hanya Pegunungan bintang 1."
Xiao Shan mengangkat kepala lagi ke arah awan yang bolong. Lalu dia menyadari alasan para kultivator tidak menggunakan jurus dahsyat. Karena mereka tidak ingin menyakiti satu sama lain.
"seharusnya para kultivator itu tidak berdiri sejajar di medan perang agar bisa mengeluarkan jurus sekuat ini. " ucap Xiao Shan ke Jie Mei.
"mau bagaimana lagi. Mereka ditugaskan untuk menyelamatkan warga kota bukan untuk perang habis habisan seperti yang terjadi kemarin. "
Jie Mei tahu tragedi yang menimpa kota Yin dari informan ayahnya.
Jie Mei mempersilahkan Xiao Shan untuk mengeluarkan jurusnya. Tak ingin kalah dari Mei, Xiao Shan pun mengucapkan nama jurusnya juga.
Xiao Shan berkata dalam hati "Mei mengeluarkan tombak, kalau begitu akan ku keluarkan sesuatu yang lain. "
Bzzt bzzzt bzzzttt
Suara listrik yang menakutkan bagi sebagian orang terdengar semakin nyaring. Xiao Shan mengukir qi elemen petirnya menjadi senjata yang paling disukainya. Yaitu gabungan tombak dan kapak.
"pergilah Harlberd ku..!!! "
__ADS_1
Ya itu adalah Halberd.
Xiao melempar Halberd nya sekuat tenaga.
Bagaikan dua kutub magnet Halberd dan awan petir saling tarik menarik. Hingga Halberd mencapai pusat dari awan petir itu.
Tak lama kemudian ledakan yang cukup besar terjadi dan memecah awan petir.
DAAARRRR....!!!!
Tak berhenti sampai disitu, setelah ledakan yang cukup besar itu terjadi ledakan lagi yang maha di langit akibat dari bercampurnya 2 jenis listrik yang berbeda.
BBLLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR...................!!!!!!!!!!!!!!
Ledakan yang sangat nyaring terdengar sampai keseluruh benua. Langit terkoyak dan pecah. Hujan petir menghancurkan kaki pegunungan. Roh penjaga hutan tidak mempercayai matanya sendiri. Sementara Jie Mei memeluk Xiao Shan dengan ketakutan.
Hujan petir dahsyat berlangsung selama beberapa detik, tidak ada yang menghitung berapa lama itu terjadi, karena semua orang yang tinggal di dekat sana berteriak ketakutan.
Setelah badai itu berhenti terlihatlah hutan di kaki gunung menghilang.
Xiao Shan tak bisa mengendalikan dirinya saat Alter Ego nya membuatnya berdelusi. Dalam delusinya, Xiao Shan melihat kulit di sisi kiri tubuhnya berubah pucat layaknya keadaan kulit si Alter Ego.
Alter Ego memutar suara teriakan histeris dan ketakutan manusia akan bencana besar yang diciptakan Xiao Shan.
"tampaknya kau bersenang senang. Siapa yang tidak bahagia mempunyai kekuatan sebesar ini. " ucap Alter Egonya.
"brengsek, Kenapa kau tidak pergi saja dari tubuhku!! Kau hanya mengacaukan segalanya...!!!"
Alter Egonya menghilang lagi dan Xiao Shan pun sadar dari delusinya. Xiao Shan tidak heran saat melihat Jie Mei bersembunyi di belakang kakeknya.
Dengan raut muka tegang Xiao Shan menurunkan pandangannya sedikit ke bawah dan melihat dampak dari kekuatannya.
"Xiao Shan... " panggil kakeknya.
"iya kek... " jawab Xiao Shan dengan lesu.
"kau luar biasa... Kau seperti jelmaan dewa. "
"aku sampai bingung bagaimana harus melatihmu. Ketebalan qi masih tipis sebagaimana tingkat bumi lainnya. Tapi jurus yang kau keluarkan barusan sudah setara kultivator tingkat langit rendah. "
Roh penjaga hutan tidak menyerah untuk melatih Xiao Shan. Roh penjaga hutan meminta hal yang sama kepada Jie Mei namun ditolak oleh gadis itu.
"saya tidak mau mengajari orang yang jauh lebih kuat dari saya. Lebih baik saya mengajarinya menggunakan formasi taktis untuk lebih mengontrol kekuatannya. " Jie Mei tegas kali ini. Kalau tidak tegas dia akan terus terjebak bersama monster itu.
Xiao Shan pun setuju, dia bersemangat mempelajari ilmu formasi taktis, siapa tahu ilmu ini bisa membantunya mengendalikan kekuatannya.
Namun sebelum kembali berlatih Xiao Shan harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ia telah menghancurkan banyak sekali properti pribadi. Termasuk banyak orang mengalami syok berat karena kejadian itu. Bahkan ada yang menjadi gila dan meninggal karena serangan jantung.
Roh penjaga hutan mengetahui semua kejadian itu lewat pendengarannya yang sangat tajam.
"badai petirmu tadi membuat banyak orang ketakutan, 5 orang lansia meninggal di tempat." ucap roh penjaga hutan dengan frontal tanpa memikirkan bagaimana perasaan Xiao Shan.
Tatapan Xiao Shan nampak kosong mendengar berita buruk itu. Roh penjaga hutan lanjut bicara "akulah yang mengusulkan latihan ini. Jadi ini juga tanggung jawabku, ayo kita pulang dan beristirahat malam ini. "
Roh penjaga hutan membawa Xiao Shan pulang ke kediaman keluarga Qin. Roh penjaga hutan berjanji akan menjelaskan apa yang terjadi besok. Sementara Jie Mei diantar ke penginapan sementaranya di rumah tetangga Qin Yuan.
***
Di tempat lain, tepatnya di tenda militer, pasukan kultivator yang telah melalui pertempuran besar hendak kembali ke kota asal mereka, kota Yang. Disaat itulah kuda kuda mereka berteriak.
Ledakan besar muncul di langit disertai badai petir yang menyambar kemana mana. Tidak ada yang terluka dalam pasukan kultivator. Namun komandan Zhao mendapat misi baru untuk menginvestigasi asal muasal ledakan itu.
Perintah ini datang dari selir An Yanrou. Ibu dari anak yang dipukul Xiao Shan di masa lalu.
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
__ADS_1
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................