BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 12 : Pasca Eclipse (1)


__ADS_3

"anu.. begini master Qin Ahri, aku sudah mengontrol qi mu seperti yang kau ajarkan tapi entah mengapa serangan yang keluar sebesar itu.


Qin Ahri meneliti pedang Xiao Shan. Seperti dugaannya pedang itu terbakar meskipun hanya sedikit. Xiao Shan memang berhasil mengendalikan zirah qi di lapisan bawah tapi dia tidak bisa mengendalikan elemen di lapisan atas.


Qin Ahri berteori "Xiao Shan, aku rasa kau memiliki tipe qi yang berbeda dari kebanyakan kultivator. Aku tidak bisa menjelaskannya karena ini baru sebatas teori. "


Qin Yuan yang sedari tadi menonton latihan mereka tertarik dengan topik yang dibicarakan istrinya.


"menurutku teorimu mungkin saja benar istriku. Mari kita tes seberapa besar perbedaan qi mu dengan Xiao Shan. "


Qin Yuan mengajak istrinya dan Xiao Shan ke kolam di belakang rumah. Tanpa bertanya Qin Ahri paham maksud suaminya.


"apa yang akan kita lakukan sekarang master? " tanya Xiao Shan sambil menepikan ember kayu yang berserakan.


"ahh... aku menepikan karena tampaknya akan mengganggu latihan kita." ucap Xiao Shan.


"kemarilah Xiao Shan. " kata Qin Ahri.


"lihat air di kolam, aku akan melemparkan percikan api kecil ke permukaan airnya. Perhatikan seberapa besar percikannya."


Xiao Shan mengangguk.


Qin Ahri menjatuhkan nyala api sebesar api di atas tangkai daun. Hasilnya? Api itu langsung padam tanpa menyebabkan percikan air sedikitpun.


Qin Yuan mencobanya juga. Qin Yuan menjelaskan kalau dia tidak bisa menggunakan elemen api, jadi dia jatuhkan bola angin kecil ke kolam. Hasilnya air sedikit berputar seperti diaduk menggunakan tangan.


"sekarang cobalah Xiao Shan. Mulai dari elemen apimu, lalu elemen angin. Usahakan ukurannya sama seperti yang milik kami. "


Xiao Shan menjentikkan jarinya lalu api di ujung telunjuknya.


Qin Yuan memeluk Qin Ahri lalu membawa istrinya itu menjauh dari Xiao Shan.


"apa yang engkau lakukan suamiku? "


"kau tidak tahu seberapa kuat jurusnya itu. Aku takut ledakannya mengenai dirimu." bisik Qin Yuan. Sebenarnya dia agak takut melatih Xiao Shan, tapi apalah daya, dia tidak bisa menolak perintah roh penjaga hutan yang sangat dihormati itu.


Di belakang ada tuan dan nyonya Qin. Di depan ada rumah keluarga Qin. Salah mengukur kapasitas qi sedikit saja ledakan yang dihasilkan bisa sangat besar dan menghancurkan kediaman keluarga Qin.


"aku harus menyalakan apinya sebelum garis putih itu muncul. Karena setiap kali garis garis itu muncul jurus yang aku keluarkan jadi tidak terkendali. "


Xiao Shan selalu menutup mata saat mengeluarkan jurus apinya sehingga dia tidak tahu kalau api sudah menyala sebelum garis garis putih itu muncul.

__ADS_1


Satu detik api menyala Xiao Shan langsung membuangnya dari tangannya lalu tiarap dan melindungi kepalanya.


"kumohon jangan meledak... Kumohon jangan meledak... "


Psshh


Bala api itu padam terkena air dan tidak meledak seperti biasanya. Xiao Shan mengusap dada bersyukur itu tidak meledak.


"aku berhasil membuat api yang tidak meledak. Tapi api itu terlalu kecil untuk digunakan menyerang musuh. Jadi selain serangan yang terlalu kuat aku juga bisa mengeluarkan serangan yang terlalu lemah."


"bagus Xiao Shan, sekarang buat api yang lebih besar! " teriak Qin Yuan dari tempat yang cukup jauh.


Xiao Shan ragu, dia nyalakan api dengan cara yang sama tapi kali ini dia lengah dan garis garis putih sempat mencampuri apinya. Xiao Shan yang menutup sebelah matanya pun langsung membuang api itu ke langit, dan...


Ledakan besar terjadi saat api itu bergesekan dengan udara, untunglah tidak mengenai siapa siapa, tapi ledakan itu membuat tetangga penasaran dan berdatangan ke rumah keluarga Qin.


Qin Yuan memeluk istrinya dengan erat. Dalam hati ia mulai menganggap Xiao Shan monster berbahaya yang harus dijauhi, tetapi janjinya dengan roh penjaga hutan mencegahnya mengikuti kata hatinya.


"lepaskan suamiku, dia tidak berbahaya selama tidak memegang api." Qin Ahri berusaha lepas dari pelukan suaminya.


Insting yang kuat karena telah lama tinggal di hutan berbahaya ditambah kekuatan qi yang makin berkembang membuat Xiao Shan dapat merasakan rasa takut yang samar samar datang dari Qin Yuan dan master Qin Ahri.


Xiao Shan juga takut pada kekuatannya. Tidak mungkin melanjutkan latihan jika apinya terlalu mudah meledak. Xiao Shan pun memutuskan pergi bermeditasi sambil menunggu kakeknya kembali.


"ternyata ayah tidak bohong. Kak Hyeri sendiri mengakui kehebatanmu. "


"boleh aku minta tanda tanganmu? " Qin Nua memberikan pena dan kain untuk Xiao Shan membuat tanda tangan.


Xiao Shan pun mengabulkan permintaan ketiga gadis itu dengan harapan mereka cepat pergi.


"dimana tempat yang bagus untuk bermeditasi? " tanya Xiao Shan ke Qin Nua dan saudarinya.


Qin Ahri menjawab menggantikan anak anaknya. Sekalian dia antarkan Xiao Shan ke tempat meditasi di bawah pohon plum di kebun buah plum yang akan segera panen.


"petani akan datang besok pagi. Jadi kau bisa menggunakan tempat ini selama 12 jam. " tutur Qin Ahri.


Qin Ahri melarang Qin Yuan mengikuti mereka.


Setelah menemukan tempat yang bagus Xiao Shan segera memulai meditasinya untuk mencari jawaban mengapa qi nya sangat sulit dikendalikan.


Qin Ahri membangun benteng tanah mengelilingi kebun yang sangat luas. Dapat dipastikan dia bukanlah kultivator tahap rendah seperti tahap bumi dan dataran tinggi. Mengisolasi tempat itu agar muridnya mendapat ketenangan yang dia perlukan.

__ADS_1


Xiao Shan masuk ke alam bawah sadarnya. Meditasi memang dapat melakukan itu. Seorang kultivator bisa pergi ke alam bawah sadar mereka dan melihat bagian dalam tubuh mereka dengan sudut pandang orang ketiga. 


Dantian, meridian, qi dan aura akan terlihat apabila mata sebelah kanan ditutup.


Sedangkan jika mata kiri yang ditutup akan terlihat tulang, organ, darah, daging, saraf, dan bagian biologis lainnya.


Penglihatan dalam meditasi ini dilakukan dengan mata hati. Jadi orang buta sekalipun bisa melakukannya asalkan mereka memiliki fokus yang kuat. 


Jadi tidak sembarang orang bisa mencapai level meditasi seperti Xiao Shan yang merupakan tingkat terdalam. Dia belajar melakukannya saat di istana dahulu bersama ayahnya.


Xiao Shan masuk kembali ke dalam tubuhnya, tepatnya ke dalam dantiannya. Pemandangan yang ia lihat berasal dari imajinasinya, dimana dantiannya berwujud samudra luas di bawah langit hitam. Di langit terlihat 5 bintang yang bersinar terang serta berjejer membentuk pola lingkaran sempurna.


Itu adalah ke 5 elemen milik Xiao Shan.


Kolam qi digambarkan sebagai samudra, 5 elemen digambarkan dengan bintang, tubuh digambarkan dengan langit gelap. Ada satu lagi yang tidak diketahui oleh Xiao Shan.


Yaitu keberadaan bintang ke 6 yang memancarkan kegelapan. Xiao Shan baru bisa melihatnya setelah memfokuskan penglihatannya. Terlihatlah bahwa langit itu memiliki cekungan di tengahnya. Bintang ke 6 itu adalah langit hitam sendiri.


"apa ini? Apa bintang itu merepresentasikan salah satu elemen langka, cahaya atau kegelepan? " Xiao Shan bertanya tanya.


"tidak. Kau tidak punya kedua elemen itu. "


Xiao Shan terkejut mendengar suara orang lain yang mirip dengannya. Suara itu datang dari arah bawah tepatnya dari permukaan air laut.


Karena penasaran Xiao Shan turun ke bawah menemui sumber suara itu. Xiao Shan bertemu dirinya sendiri tapi kulitnya tampak pucat dan terkelupas, menyeramkan seperti mayat hidup yang dilawan Xiao Shan di fenomena Eclipse kemarin.


"siapa kau?? " tanya Xiao Shan penasaran.


"aku alter egomu, dulu kita pernah bertemu sekali. Tepat di hari dimana kau memukul putra selir itu. "


Mendengar itu Xiao Shan pun kaget. Dia tidak ingat pernah bertemu dirinya yang menyeramkan itu, apalagi dantiannya masih belum terbangun pada saat itu sehingga saat melakukan meditasi Xiao Shan hanya bisa melihat tubuhnya secara biologis.


"apa... Kapan kita pernah bertemu...?? Kau makhluk aneh dan menyeramkan."


.........


Alter Ego Xiao Shan muncul. Ini adalah garis start untuk petualangan yang akan dilalui Xiao Shan.


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.

__ADS_1


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁


.................................................................................


__ADS_2