BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 49 : Bersama pergi ke medan perang 'END of Season 1'


__ADS_3

Di atas lautan tempat tinggal roh laut keempat roh penjaga sedang berunding bagaimana mengatasi bencana ini. Kabar buruknya para roh tidak bisa menghancurkan gerbang gerbang itu, kabar baiknya mereka bisa menutupnya dengan membuat lapisan langit baru di bawah gerbang gerbang itu. Namun perlu seseorang untuk menjaga, keempat roh penjaga tidak bisa melakukannya.


"Bukankah kau adalah penjaga langit yang menaungi seluruh dunia? Mengapa kau tidak bisa menahan lapisan langit di satu tempat kecil ini?" tanya roh penjaga laut dengan sinis.


"Langit tidak hanya berfungsi sebagai atmosfer yang melindungi manusia dari sinar matahari tetapi juga benteng pertahanan pertama dari bahaya benda benda langit. Selain itu, aku penjaga langit sudah bersumpah akan melakukan tugasku secukupnya. Masalah di bumi aku serahkan kepada roh penjaga bumi."


"Jadi kau ingin melempar tanggung jawab padaku? Benua Jinlian adalah tanggung jawabmu juga terlepas dari dimana tempatmu. Aku bisa saja membuat kota bawah tanah untuk seluruh penduduk Jinlian tapi permukaan tanah akan penuh dengan makhluk makhluk kotor, setelah itu mereka akan berjalan ke laut dan mati disana," roh penjaga bumi memperingatkan roh penjaga hutan.


Para roh terus berdebat sementara para dewa dewi nirwana telah mendengar kabar pecahnya pelindung antar dunia.


***Nirwana di bawah langit kedua***


***Istana pohon dewi induk cahaya***


"Dunia kultivator sedang bentrok dengan dunia yang ditinggali monster. Saya rasa itu adalah salah satu dari 11 alam semesta kehancuran."


Sang dewi induk cahaya ini bernama Parvati, dia adalah dewi yang bertugas mengatur pembagian sinar matahari dan mengatur orbit setiap planet di solar system agar tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat dengan matahari.


"Aku tidak mengerti mengapa para roh penjaga tidak mengambil tindakan sampai sekarang. Apa mereka sudah mati?" tanya dewi Parvati dengan lembut. "Belum dewi, saya lihat mereka, 4 roh penjaga Bumi, Langit, Laut, dan Hutan sedang berunding. Mereka berencana membuat lapisan langit kedua di bawah gerbang gerbang dunia monster yang muncul di langit." tutur pengikut dewi Parvati.


"Kalau mereka membuat lapisan langit kedua cahaya matahari tidak akan bisa menyinari, apa yang mereka pikirkan? Terima kasih sudah memberitahuku Gangga. Sekarang juga kita pergi ke dunia kultivator."


***


***


Xiao Shan pingsan karena terlalu banyak menggunakan kekuatan yang belum sepenuhnya bisa ia kendalikan. Kultivator membawanya ke tenda, disana dia dirawat oleh seorang wanita yang secara berkala menyeka darah di dari hidung Xiao Shan.


Di alam bawah sadarnya yang penuh akan memori yang telah hilang, Xiao Shan bergumam kepada dinding gelap di hadapannya. "Inikah batasku? Aku sudah bertarung sangat hebat hari ini. Melawan ghoul yang muncul di labirin, melawan ghoul Yin Yue, bertarung mati matian melawan the fallen god, kemudian bertarung lagi melawan monster yang disummon si brengsek itu. Seharusnya aku merasa bangga sekali, tapi mengapa... hatiku seolah tidak puas dengan pencapaianku sejauh ini?"


Xiao Shan pun ingat ketiga temannya, Jie Mei, Qin Hyeji, Qin Yinchi. Setelah jiwa mereka keluar dari mulut The Fallen God, Xiao Shan berusaha menggapai tangan Qin Yinchi namun gagal. Sepenglihatannya jiwa Qin Yinchi menghilang sesaat kemudian.


Xiao Shan berusaha membangunkan dirinya sekali lagi, bukan hanya untuk bertarung tapi untuk mencari para murid senior yang pergi ke sisi utara. Mereka mungkin tahu apa yang terjadi pada roh dua orang lainnya.


Xiao Shan mengangkat tangannya berusaha meraih ketiadaan dan kegelapan, beberapa detik kemudian dia terbangun merasakan sentuhan yang hangat di tangannya.


Wanita yang menjaga serta merawat Xiao Shan menggenggam erat tangan Xiao Shan yang berusaha meraih bagian atas kemah.


Matanya bertemu dengan wanita itu, kelihatan dari auranya dia bukan kultivator. Wanita itu terlihat seperti tabib istana, namun Xiao Shan ragu akan hal itu.


"Tuan Xiao, anda baik-baik saja?" tanya wanita itu dengan nada khawatir. "Entahlah. Kepalaku pusing dan badanku lemas. Seperti habis dipukuli bandit." Jawab Xiao Shan.


"Anda menggunakan qi sampai ke titik terendah yang seharusnya tidak boleh diganggu gugat. Akibatnya tubuh anda menjadi sangat lemah, karena qi yang tersisa tidak cukup untuk mengisi seluruh meridian anda."


"Apa yang terjadi padaku nona tabib?"


"Anda pingsan saat bertempur, dan dibawa kesini oleh seorang wanita yang mengaku teman anda. Dia bilang untuk mengabarinya saat anda siuman."


Xiao Shan tidak melihat luka di tubuhnya, kemungkinan setelah pingsan dia langsung dibawa ke tempat aman oleh kultivator lain. Karena tubuhnya baik-baik saja Xiao Shan memaksa untuk bangun. Dia terlalu muda untuk mendengarkan perkataan orang lain, dan juga terlalu sombong.


Xiao Shan meminta wanita itu untuk mengabari temannya, disaat Xiao Shan menunggu temannya itu datang di mendengar suara bisikan dari belakang kemah.


Berpikir itu adalah monster dengan hawa keberadaan tipis Xiao Shan bergegas keluar kemah dan menyalakan pedang api di kedua tangannya.

__ADS_1


Ternyata suara itu bukan berasal dari monster melainkan dari pohon yang terbuat dari qi roh penjaga hutan. Pohon besar itu memanggil Xiao Shan dengan suaranya yang halus, seperti suara wanita sehalus sutra.


Xiao Shan menempelkan telinga ke batang pohon itu. Terdengar suara si wanita semakin serak, berubah menjadi suara roh penjaga hutan.


Roh penjaga hutan mengumumkan kepada tokoh tokoh penting di benua Jinlian bahwa mereka akan segera menutup gerbang gerbang itu, para kultivator diminta mengevakuasi diri secepatnya ke ruang bawah tanah, agar sekiranya selamat jika terjadi kesalahan saat penempatan lapisan langit kedua di bawah gerbang gerbang itu.


Mengikuti pendapat kaisar Xiao Annchi tidak setuju dengan ide ini. Dia masih berusaha menemukan lokasi para roh berkumpul.


Tak lama kemudian gerbang gerbang tertutup satu persatu mulai dari arah barat laut sampai ke seluruh Jinlian. Dewi induk surya datang disaat yang tepat, dengan kekuatannya ia memindahkan gerbang itu ke ujung dunia yang hanya ada ngarai tanpa dasar. Menyisakan satu gerbang terakhir yang berada di laut utara dekat lokasi istana the fallen god sebelum menghilang.


Para roh membungkukkan badan mereka di hadapan sang dewi. "Akan aku biarkan gerbang yang pertama terbuka menjadi yang terakhir tertutup. Kalian umat manusia harus mencari cara menutupnya dengan kemampuan kalian sendiri. Ini adalah era baru untuk para monster dan awal bencana baru bagi umat manusia." setelah mengucapkan kalimat yang lebih mirip ramalan masa depan itu dewi induk cahaya menghilang bersama dengan merpati merpati emas yang mengikutinya.


Bencana itu memang berhasil dihentikan tapi monster yang turun masih berjumlah puluhan ribu, jika kultivator tidak segera menghabisi mereka secara menyeluruh bukan tidak mungkin mereka akan semakin kuat dan cerdas. Saat ini saja, beberapa jenis monster langit berhasil menundukkan monster pribumi lemah hingga kuat. Mereka itulah yang sedang diburu oleh pasukan elit kerajaan yang dipimpin Qianfan Yu dan Luo Shinu.


Xiao Shan bertemu Bai Tian, senior Bai mencarinya sejak lama, dan dialah yang meninggalkan pesan untuk Xiao Shan.


Bai Tian menjelaskan kalau jiwa Jie Mei dan Qin Hyeji berhasil diselamatkan namun mereka belum menemukan cara untuk mengembalikan jiwa ke tubuh mereka. Untuk sementara jiwa mereka di letakkan ke dalam boneka seukuran manusia yang dibuat oleh Bai Tian. Sedangkan jiwa Qin Yinchi kemungkinan masih berada di istana fallen god yang entah berada di mana sekarang.


Qin Yuan selaku ayah Qin Yinchi dan Qin Hyeji tidak akan menyerah meskipun sudah melihat betapa menakutkannya kekuatan the fallen god. Dia berencana mengelilingi dunia untuk membentuk kelompok yang kuat juga berlatih di ujung dunia guna menjadi lebih kuat. Perjalanan itu akan memakan waktu puluhan tahun lamanya.


Qin Ahri istrinya yang setia mengundurkan diri menjadi master api Xiao Shan karena harus mendampingi suaminya dalam perjalanan berbahaya itu. Xiao Shan sempat mengajak mereka untuk pergi ke sekte gadis suci saja, karena sebelumnya Tantai Yue berjanji akan melatih Xiao Shan jika dia sudah sampai ke tahap pegunungan. Namun Qin Yuan menolak mengikutinya karena Xiao Shan saat ini belum mampu meraih tingkat pegunungan.


Xiao Shan memaksa karena menurutnya kekuatannya sudah cukup untuk menandingi seorang kultivator cakrawala akhir, namun Qin Yuan mengingatkannya dengan nasihat bijak, "Jangan mengingkari janji". "Wanita itu bilang akan melatihmu kalau sudah di tingkat pegunungan. Kalau begitu capailah tingkat itu. Kau harus menghargai kehendak wanita."


"Selain itu ada alasan lain mengapa aku tidak bisa pergi ke sekte gadis suci. Roh penjaga hutan bilang kalau ada satu gerbang yang tidak bisa ditutup berada di dekat sekte gadis suci. Aku tidak bisa menjadi kuat kalau setiap hari harus bertarung dengan monster."


Qin Yuan memberikan pedangnya kepada Xiao Shan. Pedang warisan keluarga Qin yaitu pedang angin badai, sedangkan pedang warisan keluarga Shan milik Xiao Shan adalah pedang api bumi. Setelah itu pergi keluar kerajaan dengan diam diam bersama keluarganya.


***


***


Xiao Shan membersihkan pedang peninggalan Qin Yuan dengan kain dan air bersih dari sungai. Pertarungan demi pertarungan membuatnya semakin mahir dalam mengendalikan elemennya kecuali api, Xiao Shan bahkan mampu membuat jurus yang bisa membunuh banyak monster sekaligus tanpa merusak area sekitar. Jurus itu menjadi jurus andalannya mulai sekarang.


"Apa yang kau lakukan disana?"


Xiao Shan berbalik menghadap suara itu.


"Kakek, bagaimana keadaan sekte gadis suci?"


"Mereka baik baik saja, sepertinya mereka memiliki kultivator langit rendah yang cukup kuat. Kapan kau akan kesana? Aku dengar dari Qin Yuan kau mendapat tawaran menjadi murid disana."


"Aku harus mencapai tingkat pegunungan terlebih dahulu, itu adalah syarat menjadi murid kultivator langit rendah di sekte gadis suci." Pandangan Xiao Shan dipenuhi tekat yang membara.


Setelah membantai habis para monster Xiao Shan pergi ke sekte tersebut dan disambut dengan hangat oleh Tantai Yue yang menunggunya di depan gerbang mengambang.


"Akhirnya kau datang. Apa kau sudah sampai tahapan yang aku inginkan?" Xiao Shan menggeleng pelan. "Kalau begitu capailah sebelum memasuki sekte ini. Buktikan dirimu tanpa menggunakan kekuatan kegelapan yang berbahaya itu."


Xiao Shan mengangguk. "Kalian mau kemana beramai ramai seperti ini." tanyanya melihat banyak kultivator keluar dari gerbang.


"Gerbang terakhir yang tidak tertutup berada di perairan kami, sebagai pelindung lautan utara yang tidak termasuk bagian benua Jinlian kami harus melindungi diri kami sendiri."


"Aku, Tantai Yue akan memimpin pasukan ini. Kau bisa berlatih di desa apung yang terletak di arah timur sekitar 20 kilometer dari sini, sebaiknya kau sampai kesana sebelum malam tiba."

__ADS_1


"Tidak. Aku ingin ikut bersama kalian."


Penolakan Xiao Shan terasa pedas di telinga Tantai Yue. Mengapa pria yang bahkan belum mencapai tingkat pegunungan itu ingin pergi ke medan perang. Padahal dia bisa berlatih dengan tenang di desa apung.


Tantai Yue menjelaskan kalau dia sudah menyiapkan untuk pelatihan Xiao Shan di desa itu. Rencana awalnya Tantai Yue ingin melatih Xiao Shan disana tapi kemunculan gerbang tidak bisa diabaikan begitu saja.


"Tantai Yue, meskipun tingkat kultivasiku baru dataran tinggi bintang 5 aku yakin punya kekuatan untuk mengimbangi tingkat pegunungan. Hanlian melihatnya saat di pantai bersamaku."


"Aku tidak bisa menyangkal hal itu, Hanlian menceritakannya padaku dengan detail." Sahut Tantai Yue membenarkan perkataan Hasan.


"Selain itu aku ikut serta dalam pembasmian monster di ibukota kerajaan dan sekitarnya. Aku punya banyak informasi mengenai puluhan spesies monster yang turun dari langit. Karena itulah izinkan aku ikut."


Tantai Yue tidak bisa sembarang mengambil keputusan. Dia baru bisa memutuskan setelah mendapat izin dari murid yang lebuh senior yang memilih pasukan yang akan berperang.


Xiao Shan duduk di kapal yang akan digunakan pasukan kultivator sekte gadis suci. Roh penjaga hutan dan roh penjaga langit mengawasi para wanita itu dari jauh.


"Apa kau yakin ingin memercayakan semuanya pada anak muda itu Frey?" tanya roh penjaga langit.ย 


"Iya... anak itu memiliki kapasitas qi yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Kekuatan pasti akan jadi sangat mengerikan seiring berjalannya waktu. Aku tidak berniat menghancurkan sekte gadis suci, hanya saja tempat penuh air itu adalah lokasi paling aman untuk berlatih mengendalikan api."


Dari area dalam muncul seekor paus orca pembawa pesan. Paus itu membawa pesan dari murid senior yang memutuskan apakah Xiao Shan bisa ikut atau tidak.


Tantai Yue membacakan putusan dengan raut muka serius dan gigi mengeryit, Sebab Xiao Shan diizinkan ikut ke medan perang.


Xiao Shan tersenyum puas. "Terima kasih, siapapun kau si pemberi izin."


Akhirnya Xiao Shan mengikuti pasukan kultivator gadis suci ke medan perang di tengah laut.


Sekitar 10 jam mereka berlayar armada tempur itu sampai di sebuah wilayah yang disebut 'Taring naga'. Di wilayah itu banyak sekali batu karang yang menjulang tinggi, ditambah gelombang yang sangat kuat mengguncang kapal tanpa henti. Tempat itu sangat berbahaya, namun para wanita pemberani ini tidak takut dengan semua itu.


Armada pasukan itu membuat sebuah bola melingkar untuk melindungi dari satu sama lain. Di siang hari Xiao Shan bertarung melawan monster yang keluar tanpa henti dari gerbang, dengan cara berpijak pada awannya dan sesekali pada batu karang yang curam. Lalu, saat malam hari dia berlatih dengan Tantai Yue. Elemen api yang mereka keluarkan sekaligus menjadi penerangan.


"Berapa lama kau ingin berlatih denganku?" tanya Tantai Yue.


"Aku tidak pantas membuat keputusan. Kau adalah guruku jadi terserah dirimu mau mengajariku sampai mana."


Tantai Yue tersanjung dengan jawaban Xiao Shan. Dia bertanya lagi. "Lalu bagaimana dengan keluarga dan teman temanmu?"


"Mereka akan baik-baik saja."


"Baiklah kalau begitu. Aku Tantaiย  Yue dari sekte gadis suci bersumpah akan mengajarkan semua yang aku tahu, kepada Xiao Shan yang terpilih oleh 5 elemen." Tantai Yue mengucapkan sumpahnya di hadapan para kultivator.


"Aku Xiao Shan, bersumpah akan mengikuti master Tantai Yue kemanapun dia pergi, memahami dan mengamalkan pelajarannya." Sumpah yang Xiao Shan ucapkan sedikit salah, tapi tidak apa apa.


Naga naga api menerangi malam dengan cahaya jingga. Mereka menari di antara bebatuan yang curam saling menyerang satu sama lain.


Season pertama dari cerita kultivator 5 elemen telah berakhir.


...***...


Terima kasih sudah membaca cerita ini. Buku pertama [Berkultivasilah Bersamaku] sudah selesai. Lanjutannya masih coming soon, untuk sekarang saya ingin fokus memproduksi novel Sistem.


Sekali lagi Terima kasih banyak, untungnya novel ini tidak berakhir seperti pendahulunya yang sekarang jadi produk gagal.

__ADS_1


Sehat selalu untuk semuanya pembaca yang budiman ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


...***...


__ADS_2