BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 7 : ECLIPSE (1)


__ADS_3

Malam itu juga di kemah para kultivator yang melawan monster di kota Yin.


Qin Hyeji, orang yang dicari oleh roh penjaga hutan sedang duduk di samping tenda sembari membersihkan pedangnya. Seorang pria disamping berceloteh padanya. "apa kau suka melihat bintang? "


"tidak. " jawab Qin Hyeji dengan dingin.


Pria itu pun kehilangan ketertarikannya pada Hyeji dan memutuskan meninggalkannya. Tak lama kemudian Hyeji merasakan getaran di tanah. Para kultivator lain juga merasakannya. Hyeji melihat kesana kemari rupanya getaran itu berasal dari deru langkah kuda pasukan monster.


Para monster itu datang dari arah timur. Qin Hyeji yang melihat mereka pun terkejut dan segera memberitahu kultivator lainnya.


"monster berzirah platinum datang!! "


"!!!!"


Sontak semua kultivator pun kaget saat melihat ratusan hingga ribuan monster Centaur berzirah platinum berbaris bak pasukan yang siap berperang. Mereka memegang dua senjata tombak dan pedang.


Centaur adalah monster setengah manusia setengah kuda yang kejam. Mereka menjarah, memperkosa, dan menyukai kekerasan.


Habitat mereka jauh dari kota Yin. Itu artinya seseorang menunjukkan jalan untuk sampai ke kota Yin.


Berbeda dengan kadal besar berzirah besi, Centaur adalah monster yang pintar seperti manusia ditambah lagi mereka memiliki lapisan kulit Platinum yang menandakan mereka sudah hidup selama ratusan tahun lamanya dan memiliki kekuatan jauh melampaui Centaur biasa yang diklarifikasi setara kultivator tingkat bumi bintang 2.


Komandan para kultivator berjalan ke depan. "jangan panik! Kultivator tingkat Dataran Tinggi ke atas ikut aku, yang dibawah dari itu pergi ke belakang." perintah sang komandan.


Para Centaur itu juga memiliki komandan. Komandan mereka berjalan ke depan, dia berukuran lebih besar dari Centaur lainnya. Zirah gelap yang menutupi para Centaur ini memancarkan aura intimidasi yang tidak dapat ditahan oleh kultivator tingkat bumi. Untungnya Qin Hyeji sudah mencapai tingkat Dataran Tinggi jadi dia tidak pingsan sebelum bertarung.


Para kultivator tingkat Dataran Tinggi termasuk Qin Hyeji diminta berbaris paling depan untuk melepaskan jurus.


Para Centaur memukul tanah dengan kaki mereka yang berlapis besi lalu menyerang secara bersama sama di pimpin oleh sang komandan. Dari atas mereka terlihat seperti air bah yang mampu meluluhlantakkan segalanya. Sementara para kultivator adalah bendungan yang harus bertahan untuk melindungi warga desa.


Para kultivator melepaskan jurus berelemen air lalu listrik untuk melumpuhkan para monster. Diluar dugaan air dan listrik tidak bisa menembus zirah mereka. Alhasil para kultivator pun berpencar menghindari lemparan tombak para Centaur.

__ADS_1


Komandan kultivator bisa yang berada di tingkat Cakrawala bintang 2 bisa membunuh 3 Centaur sekaligus dalam satu ayunan pedangnya yang berlapis api dan besi panah. Sementara itu Qin Hyeji dikejar oleh banyak Centaur. Dia berusaha melawan mereka dengan menjatuhkan mereka ke lubang lalu dia tutup dengan tanah. Namun taktik itu sia sia karena para Centaur dapat melompat sangat tinggi.


Centaur yang mengejarnya ada 6. Dia memutar otak mencari cara mengalahkan mereka. Dari pengamatannya satu Centaur zirah Platinum sama kuatnya dengan kultivator Dataran Tinggi. Jadi Qin Hyeji sedang melawan 6 makhluk yang setingkat dengan dirinya.


Qin Hyeji menguasai 2 elemen, tanah dan angin. Dengan jurus elemen angin yang diajari ayahnya Qin Yuan, Qin Hyeji mengangkat para Centaur itu membuat mereka melayang tidak tentu arah di medan perang. Walau tak berhasil membunuh mereka Qin Hyeji berhasil menyelamatkan dirinya sendiri.


"Qin Hyeji!! " itu pria yang tadi mendekati Qin Hyeji.


"jangan sampai kau tersentuh oleh mereka, zirah dan senjata mereka dapat menyebarkan racun. Banyak kultivator tingkat bumi yang sudah jadi korban. " ungkap pria itu.


"apa? Bukannya mereka disuruh berjaga di belakang? " sahut Hyeji.


"kita tak bisa menahan semua Centaur. Sekarang para kultivator tingkat bumi sedang menemboki kemah penduduk. Kita harus bantu melindungi mereka. "


Hyeji mengangguk. Dia segera pergi ke tengah diantara pasukan Centaur dan kultivator. Disana juga ada komandan para kultivator yang sudah berdarah darah.


Hyeji dan si pria bergegas membantu komandan mereka dengan bertarung di dekatnya. "kami disampingmu tuan! "


Sebelum sempat mencerna apa yang terjadi pada komandan mereka sebuah kapak besar berwarna hitam malam mendarat di antara mereka berdua. Menghancurkan tanah dan mementalkan Qin Hyeji, Han Feng dan si komandan ke arah yang berbeda beda. Qin Hyeji terlempar ke tempat para kultivator, sementara Han Feng tidak beruntung, dia jatuh di hadapan para Centaur. Sementara si komandan terlempar ke hutan. Si komandan kaget karena melihat sangat banyak Centaur di hutan itu.


Qin Hyeji bangkit dibantu kultivator wanita di sampingnya. Kini si komandan Centaur berjalan ke arah mereka. Qin Hyeji tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya. Dia pun berteriak menyuruh semua orang untuk lari.


Kapak besar lagi lagi menghancurkan tanah dan mementalkan para kultivator. Qin Hyeji terlempar lagi, tapi kali ini dia berhasil mendarat dengan mulus.


Pasukan kultivator mulai terpojok setengah dari mereka sudah dibunuh. Kultivator Dataran Tinggi dan Pegunungan sudah tidak tersisa banyak. Semuanya ketakutan pada sosok komandan Centaur yang memiliki kemampuan kendali angin yang luar biasa. Kemampuan itu terlihat setiap kali dia memukulkan kapaknya, selalu muncul angin kencang yang mementalkan para kultivator.


Hyeji terlalu angkuh untuk melarikan diri tapi juga terlalu takut untuk menghadapi Centaur besar itu, akhirnya dia memilih melawan Centaur kecil saja yang masih dalam batas kesanggupannya.


"Tingkat Dataran Tinggi, jurus tinju qi terfokus! "


Braakk

__ADS_1


Tinju Hyeji berhasil menembus zirah Centaur dan memukul wajah monster itu dengan telah dan mantap. Tidak berhenti sampai disitu, Hyeji kembali memukul berkali kali hingga zirah sekaligus tubuh monster itu hancur.


Akhirnya dia mendapatkan kelemahan para monster yaitu serangan qi mentah yang terfokus pada satu titik saja serta harus dilakukan secara cepat, seperti serangan bertubi tubi Hyeji. 


Selain Hyeji kultivator lain juga menemukan cara mereka sendiri untuk menghancurkan zirah monster.


Walaupun zirah Platinum adalah yang terkuat dari semua zirah monster yang ada, jika monster yang memakainya lemah tetap saja mereka bisa dikalahkan dengan mudah.


Para kultivator yang jumlahnya sedikit balik menyerang. Mereka saling dukung dan berbagi qi untuk membalikkan keadaan. Ditambah dukungan dan teriakan penuh harapan dari para penduduk membuat nyali dan keberanian para kultivator membara. Ditambah lagi komandan mereka yang sempat menghilang di hutan kembali dengan membawa pedang yang dipenuhi kepala Centaur semakin menyalakan api keberanian mereka.


Sang komandan yang bernama Zhao Liu berlari mengejar komandan Centaur lalu menghunuskan pedangnya. 


"Tingkat Cakrawala! Tusukan lava terfokus! "


Komandan Zhao Liu menghindari kapak monster lalu menusuk leher monster itu sebelum dia mengeluarkan anginnya. Kepala komandan Centaur pun putus dan terbakar. Para kultivator merayakan kemenangan mereka. Anehnya si komandan merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Dia mendongak ke langit, lalu terlihatlah... Gerhana bulan.


Si komandan tidak paham mengapa gerhana bulan mengganggu dirinya. Tak lama kemudian saat gerhana bulan itu sempurna dan sisi dunia itu menjadi gelap hal yang mengerikan pun terjadi.


Para monster yang sudah dikalahkan bangkit kembali. Tidak hanya itu para kultivator yang terbunuh dalam pertempuran itu pun hidup kembali dalam keadaan tubuh penuh luka sehingga membuat mereka semua kesakitan.


"apa apaan ini?!! "


Qin Hyeji melihat Han Feng datang kepadanya sambil menenteng kepalanya yang putus.


Fenomena mengerikan ini disebut sebagai Eclipse. Peristiwa dimana kekuatan kegelapan bangkit dan menyinari dunia. Fenomena ini tidak terjadi secara alamiah melainkan ulah dari seseorang. Sekarang para kultivator harus melawan kembali para Centaur yang telah menjadi zombie.


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh memberikan kritik asal membangun dan gunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak dan jangan terlalu menghayati isi novelnya. Ini hanyalah cerita fiksi. 😁

__ADS_1


.................................................................................


__ADS_2