
Satu minggu setelah kejadian badai petir. Xiao Shan berhasil mempelajari semua ilmu formasi taktis yang dimiliki Jie Mei. Untuk sekarang dia dapat bernafas lega karena formasi taktis perlemahan bisa memperkecil daya hancur dari setiap jurus elemen yang Xiao Shan keluarkan.
Malam itu Xiao Shan dan Jie Mei duduk bersama di depan api unggun. Xiao Shan berhasil membuktikan kemampuannya dalam ilmu formasi dengan membuat api unggun pertamanya.
"kau tahu Xiao Shan, ternyata kau tidak seberbahaya yang aku pikirkan. " ungkap Jie Mei.
"aku tidak masalah dianggap berbahaya. Aku membunuh orang selama latihan. "
Tragedi halberd seminggu yang lalu tidak akan terhapus dari ingatan Xiao Shan. Semenjak hari itu Xiao Shan dirundung rasa bersalah. Semenjak hari itu pula alter ego nya tidak pernah menampakkan diri lagi.
"kau tidak mau bangkit karena takut pada alter ego mu kan? "
Xiao Shan menatap Jie Mei dengan rasa terkejut.
"bagaimana kau mengetahuinya? Aku tidak pernah cerita sebelumnya kan. "
"kau sengaja bermain main saat kusuruh serius mempelajari formasi taktis. Kau tampak lesu setiap bangun pagi. Dan kau tidak banyak bicara. Kau menyesali kejadian itu. "
"aku yakin kau tidak tahu ini, tapi sangat jarang ada kultivator berbakat yang rendah hati sepertimu. "
"maksudmu kebanyakan kultivator hebat itu sombong? " (Xiao Shan)
"menurut pengalamanku sih iya. Karena itulah kau harus berhati hati dengan kultivator muda yang tingkatan diatas bumi. Biasanya kepercayaan diri mereka selangit. Mereka pasti akan menantangmu berduel jika kau mengusik mereka, walaupun itu tidak disengaja. "
Jie Mei menasihati Xiao Shan, karena dia anggap Xiao Shan sebagai murid pertamanya.
Tanpa diduga Xiao Shan terisak tangis. Dia mengakui hatinya sangat sakit setelah tidak sengaja membunuh orang orang yang tidak dia kenal. Kalau saja waktu bisa diputar kembali dia akan pergi. Walaupun itu berarti dia harus menahan tombak Halberd dengan tubuhnya agar tak menyentuh awan.
Dia rela menggantikan mereka yang tidak seharusnya mati di hari itu dengan nyawanya sendiri.
Jie Mei tidak tahu harus berbuat apa terhadap Xiao Shan yang terus menangis tiada henti. Dia tidak pernah bergaul dengan laki laki dan tidak tahu apa yang dilakukan ibunya terhadap ayahnya ketika dia bersedih.
Jie Mei menggunakan kehangatan tubuhnya untuk meredakan kesedihan murid pertamanya, walaupun hanya sedikit.
"sudahlah, jangan tangisi hal itu lagi. Bukan kau yang membunuh mereka, kau hanya perantara kematian bagi mereka. Kematian bisa datang dari arah mana saja, dari siapa saja, karena itulah jangan terlalu menyalahkan dirimu atas apa yang tidak sengaja kau lakukan. "
Jie Mei memeluk semakin erat.
Mereka berdua diintai oleh pasukan kultivator Zhao Liu. Setelah melakukan Investigasi selama satu minggu, Longhu Chen yang berpangkat wakil komandan di pasukan itu akhirnya berhasil menemukan Xiao Shan sebagai pelaku atas tragedi naas tersebut.
Segera dia kembali ke kemah pasukan kultivator di luar kota Yin.
"pelakunya adalah Xiao Shan. Anak muda yang bersama Qin Yuan saat fenomena eclipse terjadi. Saya dengar berkali kali dia menyinggung kejadian itu ke master nya. "
Komandan Zhao Liu memikirkan cara untuk mendekati Xiao Shan. Menurut informasi Xiao Chen, ada seorang jelmaan roh hutan yang melindungi Xiao Shan. Ditambah dia tinggal sementara di kediaman keluarga Qin. Qin Ahri dan Qin Yuan tidak akan membiarkan mereka membawa Xiao Shan tanpa persetujuan.
"kita sudah tahu siapa pelakunya. Apa yang akan kita lakukan sekarang komandan? "
"beritahu selir An Yanrou kalau kita sudah menemukan pelakunya. Gunakan elang pengantar pesan tercepat. Aku sudah mulai muak dengan reruntuhan kota Yin ini. "
Berita tersebut sampai ke istana kaisar. Di ruang kerjanya An Yanrou terkejut mendengar nama anak itu lagi.
Selir An Yanrou memberikan tugas lanjutan yaitu membawa Xiao Shan ke istana kaisar untuk dipertemukan kembali dengan ayahnya.
Zhao Liu merasa tidak akan ada masalah dengan hal ini karena perintah keluarga kerajaan tidak bisa dibantah oleh siapapun.
**
Keesokan harinya Xiao Shan merasa lebih baik setelah diceramahi oleh Jie Mei. Berkat itu pula dia lebih menghormati Jie Mei.
Hari itu Jie Mei memberanikan dirinya mengajak Xiao Shan memburu monster ke hutan.
"Nanti siang Qin Yinchi dan Qin Hyeji akan berangkat ke hutan kadal biru untuk memburu sisa sisa monster Centaur. Kita berdua akan ikut mereka. "
__ADS_1
Xiao mengangguk lalu segera masuk rumah untuk menyiapkan barang barang bawaan, seperti baju, selimut, dan senjata. Untuk sementara Xiao Shan menggunakan pedang prajurit biasa milik Qin Yuan, sementara Jie Mei membawa pedangnya sendiri.
"kalian yakin tidak butuh penjagaan? " tanya Qin Yuan kepada Xiao Shan.
Roh penjaga hutan sedang bermeditasi untuk memulihkan qi nya.
"tidak perlu, justru saya yang akan menjaga mereka. "
Qin Yuan mengangguk senang mendengar anaknya dijaga oleh Xiao Shan. Hanya saja, jangan sampai ada ledakan lagi. Pesan Qin Yuan mengantarkan kepergian anaknya dan muridnya.
Rencananya Qin Yuan akan menjadi master angin nya Xiao Shan, tapi tampaknya hal itu tidak akan terjadi sekarang. Qin Ahri dan ketiga anak perempuannya pun melambaikan tangan kepada mereka.
**
Mereka berangkat dengan naik kereta kuda milik keluarga Han.
Di perjalanan Xiao Shan terus ngobrol dengan Qin Hyeji. Mereka membuat konspirasi soal asal muasal fenomena eclipse malam itu. Jie Mei bergabung dengan mereka, sementara Qin Yinchi sibuk mengendarai kereta. Setiap 1 jam mereka akan bergantian membawa kereta.
Perjalanan ini menyelamatkan Xiao Shan dari penangkapan yang direncanakan komandan Zhao Liu dan pasukannya. Kini mereka sedang berhadapan dengan Qin Yuan juga istrinya.
"maaf komandan Zhao. Xiao Shan sudah pergi 3 jam yang lalu ke perbatasan selatan. Mau tidak mau selir An Yanrou harus menunggunya kembali 3 hari lagi. "
Zhao Liu menolak gagasan itu "tidak bisa. Akan berbahaya bagi kami jika menentang perintah keluarga kerajaan. Apalagi perintah An Yanrou. Aku yakin kau tahu seberapa kejamnya dia saat kita masih di camp dahulu. "
Qin Yuan tahu betul bagaiman selir An Yanrou. Dia adalah orang yang kejam, dia pernah menenggelamkan seorang nenek hanya karena mengotori rok nya, mencambuk pedagang buah sampai mati karena dagangannya dianggap tidak higienis, memotong satu pemusik karena salah memainkan nada, mematahkan kaki pelayan yang menggunjingnya, menuangkan sup panas ke mulut koki hanya karena sup nya terlalu panas, memenggal pencuri kecil, membakar perpustakaan, memanggang kuda penduduk yang tidak mau bayar pajak, membuang para pengemis ke kandang babi, mencongkel mata kasim yang memandangnya, menaruh racun di minuman bangsawan yang tidak menyukainya dan membuat bangsawan itu menderita penyakit langka buang air melalui kelamin, dan masih banyak lagi yang ada di ingatan Qin Yuan.
Wanita itu adalah psikopat dengan kepribadian yang sangat buruk. Tapi kaisar tidak pernah menghukumnya karena wanita itu sangat subur. Dia melahirkan 6 anak dan semuanya berbakat sejak seumur jagung.
Berkat pencapaiannya itu nama An Yanrou terkenal di area tengah Jinlian dan dia mendapat julukan dewi kesuburan dan berkah.
Qin Yuan tersenyum tipis saat memikirkan mantan atasannya itu.
"bagaimana Qin Yuan, apa kepalamu sudah dingin sekarang? " tanya Zhao Liu sembari menyipitkan mata.
Qin Yuan memutuskan bagaimanapun caranya akan melindungi Xiao Shan dari wanita gila itu. Selain itu dia lebih takut kepada pria tua yang mendukung Xiao Shan.
***
Rombongan Xiao Shan sampai di kota aurora. Jangan tertipu dengan namanya, walaupun memiliki nama yang cantik kota aurora adalah tempat berkumpulnya para penjuak budak. Tempat ini termasuk zona jingga bagi para kultivator, karena para bandit disini tidak akan segan segan menyerang.
Qin Hyeji yang kebetulan sudah berganti giliran mengendarai kereta pun turun untuk bertanya jalan ke pedagang. Namun bukannya jawaban yang dia dapat malah tawaran brutal dari para pedagang disana.
"belilah budakku! Dia punya otot yang besar! "
"beli budakku saja! dia lebih tampan dan tubuhnya mulus!"
"beli 3 dapat 1! Gudangku sedang promo akhir tahun! "
"nona, tolong beli aku.. Aku butuh uang, butuh tempat tinggal... "
Qin Hyeji segera naik kembali ke kereta kuda lalu memacu kudanya menjauhi kawasan penuh pedagang budak itu.
"kau sudah tanya jalannya? " tanya Xiao Shan.
"tidak sempat. Aku langsung pergi saat mereka menawarkan budak budak mereka. " tutur Qin Hyeji.
"kenapa? Apa kau ada masalah dengan perbudakan? "
"aku tidak tega melihat rakyat miskin diperlakukan seperti itu. Kota ini adalah neraka bagiku. "
"kalau begitu biar aku yang bertanya selanjutnya. " Xiao Shan mengajukan diri.
Mereka singgah di suatu tempat yang disebut Guild. Tempat para petualang singgah dan bersantai dengan biaya murah.
__ADS_1
Qin Hyeji tidak mau masuk ke tempat itu. Dia berpikiran sempit dengan mengganggap segala hal di kota itu buruk. Karenanya Xiao Shan, Jie Mei, dan Qin Yinchi saja yang turun.
"kita ingin bertanya jalan kan? Tapi kenapa kau malah duduk disana? " Qin Yinchi memarahi Xiao Shan yang duduk dan memesan makanan.
Xiao Shan tertarik pada salah satu meni yang tertera di papan. Namanya bakpao daging naga.
"daging naga... Memangnya itu benar benar ada? " tanya Jie Mei curiga dengan keaslian makanan yang disajikan.
Dengan harga 10 koin perunggu per satu bakpaonya mereka dapat mencicipi daging naga sungguhan.
Bakpao nya lumayan besar dan gemuk, rasa dagingnya pun empuk dan enak dan memiliki cita rasa yang berbeda beda tergantung aura qi yang memakannya.
"daging yang bisa berubah ubah rasanya. Aku pernah dengar soal daging ini dari temanku " gumam Jie Mei sambil melahap bakpaonya.
Setelah makan barulah Xiao Shan bertanya ke orang Guild.
"hutan kadal biru ke arah mana? "
Bukannya memberi jawaban orang guild itu malah menawarkan peta seharga 10 koin perak ke Xiao Shan. Karena tidak memiliki cukup uang Xiao Shan pun meminjamnya dari Qin Hyeji.
"peta apa yang harganya 10 koin perak! Kau sudah ditipu!! " protes Qin Yinchi setelah Xiao Shan kembali ke kereta.
"aku rasa tidak... Peta ini tidak biasa. Aku bisa memperbesar tampilan gambarnya dan menggerakkan dengan sudut pandang 3 Dimensi. "
Xiao Shan menunjukkan kelebihan peta itu ke Qin Yinchi yang meremehkannya. Setelah melihat Qin Yinchi jadi ingin memilikinya juga, tapi Xiao Shan menolak memberikannya sampai mereka menyelesaikan misi.
Perjalanan berlangsung dengan menyenangkan. Mereka juga tidak perlu menyewa penginapan karena Xiao Shan pandai membangun rumah dari batu dan tanah.
**
Rombongan mereka pun akhirnya sampai di hutan kadal biru. Qin Hyeji dan Qin Yinchi mencari orang yang bisa dititipkan kereta kuda terlebih dahulu. Sementara Xiao Shan dan Jie Mei menunggu di depan hutan.
Tak lama kemudian mereka bertemu dengan rombongan kultivator lain yang datang ke hutan itu dengan tujuan yang sama.
"hei kau yang disana! Kau menghalangi jalan kami! "
Memang benar Xiao Shan menghalangi pintu masuk ke hutan itu.
Salah satu dari anggota kelompok itu mengenali Jie Mei. Sontak dia pun menghambur ke hadapan Jie Mei dan memuji muji nya untuk mendapat perhatian.
"anda Guan Jie Mei kan? Apa yang anda lakukan di depan sini? Kalau anda sedang mencari kelompok untuk memburu Centaur, kelompok kami akan dengan senang hati menerimamu. "
"benar kan teman teman?! "
Teman teman pria kurus itu mengangguk dengan terpaksa, mereka tidak mengenal Jie Mei, mereka hanya kenal dengan ayahnya saja, yaitu Guan Yu ketua sekte Suiryu dari kota Yang.
Xiao Shan mendorong pria kurus itu.
Tentu saja si pria tersinggung karena tidak tahu apa maksud Xiao Shan berbuat seperti itu.
"apa maksud doronganmu tadi?! "
Kleak klek si pria menekuk jari jarinya.
"kalau bicara itu lihat ke matanya, jangan melihat ke bawah, dasar mata jelalatan."
Selain menjadi muridnya, Xiao Shan juga mendapat amanah dari kakeknya untuk menjaga Jie Mei. Karena dia adalah anak muridnya yang sudah dia anggap sebagai cucunya.
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
__ADS_1
.................................................................................