
Xiao Shan terbangun mendengar suara burung gagak bersahutan. Jendela kamar yang terbuka seolah memanggilnya untuk meneliti keadaan di luar.
Saat Xiao Shan menjenguk keluar dia tak melihat apapun kecuali jalanan yang kosong. Xiao Shan mengadah ke langit untuk memastikan posisi bulan, ternyata sedang terjadi gerhana.
Jantung Xiao Shan berdetak lebih kencang saat menyadari gerhana itu. Tak lama kemudian roh penjaga hutan bangun dan menyusul Xiao Shan ke depan jendela.
"apa kau merasakannya? bencana selalu datang dengan tiba tiba."
Xiao Shan menoleh cepat ke roh penjaga hutan. Jika bencana memang akan terjadi berarti Xiao Shan harus bersiap siap menghadapinya.
"bencana apa yang kau maksud kek? "
Roh penjaga hutan menarik nafas panjang lalu menahan udara di perutnya, "Gerhana bulan yang membuat spesies monster menjadi sangat kuat. Bencana itu disebut eclipse."
"tapi semua monster kadal sudah dihabisi. Apakah ada hal yang harus dikhawatirkan selain gerhana yang menakutkan itu? "
Seseorang membuka pintu kamar dengan kencang, dia Qin Yuan membawa beberapa bilah pedang di tangannya. Qin Yuan menatap tajam roh penjaga hutan, roh penjaga hutan membalas dengan anggukan kecil. Tanpa bicara sepatah katapun Qin Yuan memberikan pedang yang dibawanya ke roh penjaga hutan dan Xiao Shan.
"bersiaplah untuk bertarung Xiao Shan. Kita akan kembali ke kota Yin, kali ini berbeda dari kadal raksasa berzirah besi. " ucap roh penjaga hutan sedikit mengungkap apa yang akan mereka hadapi.
"apa kau bisa berlari cepat? " tanya Qin Yuan ke Xiao Shan.
"bisa. Aku mempelajari caranya dari kakek malam ini. " jawab Xiao Shan dengan mantap.
Saat akan berangkat istri Qin Yuan sempat ingin ikut ke kota Yin namun dilarang oleh suaminya. Qin Yuan menyuruh istri serta anak anaknya untuk bersembunyi ke ruang bawah tanah, serta tidak membukakan pintu kecuali Qin Yuan sendiri yang meminta mereka.
Xiao Shan termenung melihat kepedulian Qin Yuan dengan keluarganya. Lamunannya dengan cepat dihentikan oleh roh penjaga hutan. Ditepuknya bahu Xiao Shan. "jangan takut, aku akan melindungimu selama kau masih di tingkat bumi. " tutur roh penjaga hutan.
Ketiga orang itu pun berangkat ke kota Yin dengan berlari. Xiao Shan mengalirkan qi ke matanya untuk melihat jalanan dengan jelas. Dia merasa bisa berlari lebih cepat dengan tambahan jurus elemen petir, tapi akan lebih baik mensejajarkan diri dengan 2 kultivator senior di sampingnya.
Di medan perang komandan Zhao liu didesak mundur oleh para zombie Centaur dan Centaur yang masih hidup termasuk komandan mereka yang telah menjadi zombie. Pasukan kultivator semakin kewalahan saat diserang oleh rekan rekan mereka yang bangkit menjadi zombie.
Qin Hyeji memukuli tubuh zombie Han Feng hingga hancur dengan harapan orang itu tidak bangkit lagi. "Qin Hyeji-jangan lakukan itu-rasanya sakit sekali-"
"kau sudah mati! "
Sebanyak apapun Qin Hyeji mengayunkan pedangnya Han Feng tetap bangkit kembali. Dirinya berada di kondisi antara hidup dan mati. Gerhana yang terjadi sekarang menyebarkan kekuatan kegelapan yang mampu menahan kematian seseorang juga mengendalikan tubuh mereka.
Jumlah pasukan kultivator makin sedikit, yang awalnya berjumlah 112 orang saat pertempuran melawan pasukan Centaur dimulai hanya tersisa 20 orang.
Jalur evakuasi penduduk di bajak oleh pasukan Centaur yang sebelumnya bersembunyi di hutan. Para Centaur itu mengambil jalan memutar untuk mencegat para manusia buruan mereka.
__ADS_1
Para kultivator tingkat bumi tidak sanggup menahan aura intimidasi monster sehingga mereka semua pingsan. Nasib yang lebih tragis dialami oleh para penduduk, mereka yang tidak dilindungi qi sama sekali benar-benar jatuh mentalnya, beberapa menjadi gila, beberapa menggigit lidah sendiri, semua orang putus asa di hadapan monster berzirah platinum.
Namun tidak dengan 3 orang yang baru sampai. Xiao Shan yang melihat barisan monster di depannya bergegas mengeluarkan jurus elemen angin.
"tingkat bumi, jurus topan besar! "
Xiao Shan mengeluarkan angin topan dengan ukuran yang lebih besar dari telapak tangannya. Tidak hanya sekali Xiao Shan mengeluarkan jurus itu hingga 10 kali.
Para Centaur balik menyerang dengan melempar tombak mereka. Roh penjaga hutan membuat dinding batu namun karena elemen tanah bukan elemen terbaiknya dinding batu itu jadi cukup rapuh.
Xiao Shan melakukan improvisasi pada jurus anginnya.
"ingatlah kunci untuk melakukan serangan bertipe aura adalah imajinasimu Xiao Shan!"
Xiao Shan membayangkan kedua telapak tangannya diselimuti angin yang berputar lalu garis garis putih berputar di kedua tangannya. Xiao Shan membuka mata dan angin topan melapisi tangannya seperti sebuah bor.
Xiao Shan tidak tahu pasti apa yang harus dia lakukan dengan tangannya itu. Sementara Qin Yuan takjub melihat jurus bor angin buatan Xiao Shan.
"tampaknya kau bingung dengan jurusmu sendiri nak, biar ku ajari sembari bertarung. " ucap Qin Yuan.
Para Centaur berlari kencang ke arah mereka. Qin Yuan melapisi tangan serta kakinya dengan elemen angin lalu melesat ke depan salah satu Centaur.
Qin Yuan melapisi tangannya dengan bor udara yang sama lalu menusukkan ujung bor angin itu ke perut Centaur.
Centaur itu berputar terbawa pusaran angin topan lalu terlempar sangat jauh. Xiao Shan pun meniru gaya bertarung Qin Yuan. Dia mendapat gambaran bagaimana harus bertarung di situasi seperti ini.
Xiao Shan menyambut tombak yang melayang ke arahnya dengan pertahanan elemen tanahnya lalu melempar beberapa angin topan kecil untuk menganggu keseimbangan para Centaur.
Jurus elemen milik Xiao Shan berbeda sekali dengan milik pasukan kultivator. Sebelumnya serangan gabungan elemen air dan petir mereka yang berada di tingkat dataran tinggi tidak berdampak sedikit ke para Centaur. Sedangkan angin topan kecil buatan Xiao Shan dapat menjatuhkan bahkan menerbangkan para Centaur. Bahkan Qin Yuan sendiri sampai heran. Bor anginnya hanya dapat mementalkan musuh sedangkan bor angin Xiao Shan mampu menembus zirah platinum monster dengan mudah.
Ukurannya sama, tapi kepadatan dan kekuatannya berbeda. Qin Yuan tidak terima dengan hal itu, dia berpikir menantang Xiao Shan setelah ini.
Sekarang bukan saat yang tepat untuk urusan pribadi, karena anaknya, Qin Hyeji ada di tengah medan perang.
Setelah melihat kemampuan Xiao Shan di medan perang, roh penjaga hutan menyusun rencana untuk menghabisi para monster itu sekaligus.
"Qin Yuan! Mendekatlah ke Xiao Shan, satukan kekuatan kalian untuk membuat angin topan besar lalu suruh Xiao Shan mengeluarkan naga api!! Aku akan melindungi penduduk dengan dinding airku! "
Qin Yuan mengangguk, dia segera bergabung dengan Xiao Shan lalu memberitahukan rencana roh penjaga hutan.
"tapi kau akan terseret oleh topannya juga. " Xiao Shan menolak ide itu karena menyadari dirinya tidak bisa mengontrol kekuatan dengan baik.
__ADS_1
Qin Yuan pun memberitahukan sebuah rahasia. Cara agar seorang kultivator tidak menyakiti temannya saat mengeluarkan jurus. Berbagi Qi, menzirahi teman dengan qi sendiri, atau lindungi teman dengan lawan elemen yang dikeluarkan. Misal, lawan dari api adalah air.
Cara inilah yang dipikirkan oleh roh penjaga hutan untuk melindungi penduduk dari ledakan naga api Xiao Shan.
Karena jumlah penduduk yang mengungsi sangat banyak, roh penjaga hutan pun terpaksa menggunakan seluruh energi qi nya untuk membuat tabir pelindung elemen air yang mana akan membuatnya kehabisan qi dan menghilang.
Kembali ke Xiao Shan. Dia dan Qin Yuan saling berbagi zirah qi lalu bersiap mengeluarkan jurus elemen angin yang sama yaitu topan raksasa.
"aku bisa! Aku bisa! Yakinlah kau bisa melakukannya tanpa menyakiti tuan Qin Xiao Shan! "
Qin Yuan melihat tangan yang dipilih Xiao Shan untuk mengeluarkan jurus bergetar hebat. Sekali lagi dia meyakinkan Xiao Shan untuk tidak takut walaupun jurus itu mungkin mencederai penggunanya sendiri.
"seorang kultivator tidak boleh takut terluka tuan Shan!! " seru Qin Yuan dengan gagah.
Xiao Shan pun membulatkan tekadnya untuk membuat topan terbesar yang bisa dia bayangkan. Seketika itu juga muncul garis imajiner yang menjadi pertanda kalau jurus yang akan Xiao Shan keluarkan akan melebihi imajinasinya.
"tingkat bumi, jurus topan raksasa!"
"tingkat pegunungan, jurus topan raksasa."
Dari tangan mereka muncul angin topan. Topan milik Xiao Shan membesar dengan sangat cepat dan mulai menggerogoti tangannya sendiri. Xiao Shan pun melepaskan angin topan itu sebelum Qin Yuan melepas topannya.
Angin topan Xiao Shan melesat ke tengah pasukan monster sesuai yang Xiao Shan kehendaki. Pasukan Centaur yang berjumlah 200 ekor pun terhisap ke dalam angin topan.
Xiao Shan melanjutkan rencana kakeknya. Dia mengeluarkan jurus naga apinya. Xiao Shan melakukan inovasi dengan mencoba membuat naga lainnya di tangan yang menganggur dan dia berhasil. 2 naga api sekaligus meraung di atas telapak tangannya.
Pikirannya hanya tertumpuk pada rasa sakit menahan kedua naga itu, Xiao Shan pun melepaskan sepasang naga ke langit, naga naga itu terbang memutari angin topan lalu mengubahnya menjadi topan api.
Wilayah itu menjadi terang karena cahaya dari 2 ekor naga api yang membara. Bahkan cahaya itu menyinari sampai ke tempat Qin Hyeji dan pasukan kultivator.
Selang beberapa detik kemudian topan api itu meledak membinasakan pasukan monster yang terjebak di dalamnya.
Xiao Shan dan Qin Yuan berhasil selamat dari ledakan itu, begitu pula dengan penduduk desa yang dilindungi roh penjaga hutan.
Qin Yuan menatap Xiao Shan dengan kagum sekaligus ngeri. Pria itu menyebut tingkatnya bumi saat mengeluarkan jurus. Tapi jurus yang dia keluarkan bagaikan kultivator cakrawala bintang tertinggi.
Beres di tempat itu Xiao Shan dan Qin Yuan yang tidak tahu kalau para monster itu bisa hidup kembali pun meninggalkan lokasi.
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
__ADS_1
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................