
...***...
...***...
Tantai Yue yang sedang minum teh di kamarnya kedatangan hal tidak terduga. Seekor lumba lumba menepi di teras kamarnya yang menghadap ke laut area dalam, lumba lumba itu tidak sembarangan, ia merupakan milik murid top 10.
Tantai Yue tidak berani berpikir lebih dari itu, tidak mungkin orang yang hierarki nya lebih tinggi dari murid top 10 mengiriminya pesan.
Namun, ketika Tantai Yue membuka surat itu tertulis nama Naga Fajar di awal paragrafnya. Dengan mulut gemetar Tantai Yue membaca isi surat itu. Dia tidak bisa menebak perintah apa yang datang dari murid peringkat 8 sekte gadis suci.
Ini aku, Naga Fajar.
Dengan surat ini aku sampaikan kepada pemimpin area terluar Tantai Yue, jawaban pertanyaanmu 5 hari yang lalu,
Kau bertanya apakah dia area dalam ada pengetahuan tentang istana Dewa yang jatuh dan dewa yang jatuh itu sendiri?
Jawabannya ada.
Tantai Yue membaca surat itu dengan penuh kekaguman sekaligus keraguan. Terdengar seperti omong kosong, tapi Tantai Yue sadar dirinya hanyalah manusia biasa di tengah hamparan alam yang sangat luas.
Master dan wakil master pernah menemukan istana itu 2 kali,
Lokasinya selalu berubah ubah sehingga tidak ada yang mengetahuinya kecuali para roh penjaga dunia,
Di dalam istana itu tersimpan teror yang mengerikan, jiwa manusia terpenjara di dalamnya, tempat yang diperintah oleh 2 dewa jahat tanpa nama,
Dewa yang jatuh dan tangan kanannya dewi avici yang rusak, itulah nama yang diberikan oleh master kita.
"Nona, kau baik-baik saja?,"
Tantai Yue melepaskan gelombang qi yang tidak terkendali selama membaca surat tersebut.
"Ya, aku tidak apa-apa. Ada apa Hanlian?," Tantai Yue membuka pintu dengan kekuatan supranatural.
"Begini, saya penasaran soal janji anda dengan Xiao Shan, apa anda benar-benar akan melatihnya saat dia mencapai tingkat pegunungan?"
Tantai Yue terkekeh.
"Tentu saja tidak, itu hanya tes untuknya. Kemampuannya yang sekarang saja sudah setara kultivator pegunungan bintang 5. Bayangkan akan sekuat apa dia setelah melewati perang itu. Aku akan menunggu kabar pasukan kultivator darimu, saat Xiao Shan kembali ajaklah dia ke sekte ini lagi." Tantai Yue meminta Hanlian kembali ke daratan dengan halus.
Hanlian yang tidak berani menentang pun bergegas pergi ke daratan dengan kereta laut. Di lubuk hatinya Tantai Yue mendoakan keselamatan Xiao Shan karena dia tahu orang seperti Xiao Shan.
__ADS_1
...***...
...***...
Beres membersihkan floor 2 dari istana The Fallen God, pasukan kultivator yang sudah cukup bertenaga pun kembali melanjutkan perjalanan ke lantai berikutnya.
"Ini..."
Gadis awan terkejut melihat isi dari floor 3 yang berbeda dengan yang ada di ingatannya. Tempat itu luas, dipenuhi pasir dan kristal yang berasal dari endapan tulang monster.
"Tidak mungkin, lantainya berubah," seru gadis awan.
"Lembah kematian ini seharusnya lantai teratas kedua sebelum lantai tertinggi yang dihuni sang dewa."
Bersamaan dengan kebingungan gadis awan sebuah rantai darah turun dari langit, melesat cepat ke arahnya, gadis itu beruntung pedang Luo Shinu dan roh penjaga hutan melindunginya.
Rantai itu berasal dari tangan seorang wanita yang tampak mengerikan dengan garis garis merah darah di dahinya. Dua tanduk berbentuk sarang semut mencuat dari pangkal pahanya, serta memiliki sepasang taring saber. Kalau Maouharma melihat wujudnya dia pasti akan muntah.
Luo Shinu bertanya kepada wanita itu. "Siapa kau?,"
"Aku... penjaga pintu neraka," jawab wanita itu dengan suara serak seorang pria.
"Jadi kau tangan kanan The Fallen God! Apa kau akan menghalangi kami?"
Wanita api neraka tersenyum tipis lalu mengeluarkan serangan berbentuk pecahan rantai berwarna merah darah.
Para kultivator pengguna elemen tanah bahu membahu membuat bunker untuk berlindung, sedangkan para pengguna elemen petir menyatukan telapak tangan mereka untuk mengeluarkan serangan yang amat kuat.
Teknik gabungan elemen petir mereka berhasil mengenai penghalang tebal milik penjaga neraka.
"Aku tidak bisa membaca pikirannya, artinya dia lawan yang sulit. Bantu aku para kultivator langit!" ucap Luo Shinu. Qianfan Yu dan Guan Yu bergabung bersama Luo Shinu. Mereka menyerang penjaga api neraka bersama sama, karena hanya mereka bertiga yang mampu melakukannya.
Sementara pasukan kultivator diperintahkan untuk mencari tangga menuju lantai selanjutnya. Zhao Liu pun memimpin pencarian ini. Hal yang tidak disangka terjadi, Qin Yuan menjadi tokoh kunci dengan kemampuan teleportasi.
Qin Yuan bersedia memindahkan orang sebanyak apapun tapi dia membutuhkan energi yang sangat banyak untuk melalukannya.
"Berhenti! Jangan lakukan apapun!!" Seru roh penjaga hutan sontak membuat semua orang terdiam. Kakek itu sekuat komandan mereka. Begitulah kira-kira yang dipikirkan seluruh kultivator.
Roh penjaga hutan melanjutkan ucapannya. "Qianfan Yu si pemberi perintah tidak bisa melihat kalau tangga untuk naik ada di dalam tubuh wanita itu,"
Luo Shinu membenarkan pernyataan roh penjaga hutan. Mereka tidak akan bisa naik sebelum mengeluarkan tangga itu dari tubuh si wanita.
__ADS_1
Luo Shinu masih sukar mengakui kalau wanita aneh ini adalah penjaga pintu neraka. Untuk itu, Luo Shinu pun mengujinya dengan menyerangnya menggunakan kekuatan penuh.
"Tingkat langit rendah, kremasi api biru!"
Dari pedang Luo Shinu keluar sosok naga biru yang sangat besar. Naga itu membawa semua kekuatan Luo Shinu yang murka serta tidak percaya pada ucapan si wanita.
"Kalau kau penjaga pintu neraka sungguhan, kau harusnya kebal terhadap api. Hanguskan dia!" Luo Shinu memerintah qi nya sendiri.
Api biru melingkar tubuh penjaga neraka. Namun tak lama berselang seekor naga yang tercipta dari api hitam menelan naga api biru.
Penjaga neraka tertawa lepas menyaksikan serangan terkuat komandan pasukan kultivator lenyap dengan mudah.
"Kalau kau tidak punya kekuatan, maka kau tidak pantas mengetahuinya." ucap penjaga neraka.
Meski sempat syok dengan kejadian itu Luo Shinu tetap mengangkat pedangnya menyuarakan perlawanan.
Naga hitam bergerak dengan sangat lincah, menghabisi semua yang dilewatinya. Naga itu bukan mengincar para kultivator langit tetapi kultivator lemah di bawah.
Roh penjaga hutan pun turun tangan untuk mengatasinya. Dia membuat sebuah arus air yang dapat mementalkan naga itu. Semakin tidak jelas tingkat kultivasi roh penjaga hutan.
"Kakek, apa aku tidak bisa membantu!?," seru Xiao Shan dengan gundah, dia merasa dirinya tidak lebih dari seorang penunjuk jalan.
"Tidak usah, ini berbeda dengan ghoul Yin Yue, kau tidak akan bisa membantu. Kau bahkan tidak bisa menghindar cepat ketika di udara."
Roh penjaga hutan memperhatikan reaksi Xiao Shan. "Hei kalian! Hiburlah junior kalian agar dia berhenti cemberut!"
Para senior berusaha menghibur Xiao Shan,
"Jangan sedih Xiao Shan, kau masih muda potensimu masih sangat tinggi, kau mungkin bisa mencapai tingkat langit menengah suati hari nanti. Aku yakin itu." ucap Jingming Dao.
"Benarkah, bagaimana anda bisa yakin?"
"Aku melihat caramu bertarung. Kau menciptakan jurus baru dengan sangat mudah. Kau kuat, tapi kau harus berhati hati dalam memilih lawan. Karena itulah Guan Yu mengajarimu keahlian membaca level lawan, supaya kau tidak menarik pedangmu secara sembarangan."
"Mulai dari sini kita serahkan saja semuanya pada master, kau mengerti kan Xiao Shan?" Hibur Bai Tian.
"Iya..."
Xiao Shan merasa mata wanita itu menatapnya. Tatapan dingin itu menusuk ke sumsum tulangnya, rasanya seperti terkena serangan spiritual yang kuat tapi tidak ada yang menyadarinya selain Xiao Shan sendiri. Tatapan itu membuat Xiao Shan gemetar dari atas ke bawah.
...***...
__ADS_1