
"Xiao Shan berhasil memojokkan kultivator itu bahkan memaksanya melakukan perjanjian lepas batasan. " Guan Yu menatap pertarungan berat sebelah itu dengan takjub.
Jingming Dao menutupi wajahnya dengan sebuah topeng.
Kalau identitasnya diketahui seluruh keluarganya bisa dieksekusi.
"(Roh penjaga hutan tidak bilang kami akan berurusan dengan kaisar. Betapa kejamnya kau kepada muridmu, kakek tua sialan.)" Umpat Jingming Dao dalam hati.
Sementara Jingming Dao mengalihkan perhatian kultivator langit, si buruk rupa menghapus bau Xiao Shan dengan jurus angin busuknya.
"Huekk... Apa yang kau lakukan padaku si buruk rupa? "
Si buruk rupa mengeraskan asap yang keluar dari hidungnya lalu membungkus Xiao Shan.
Si buruk rupa ini tidak bisa bicara karena tidak punya lidah. Dia berinteraksi dengan sekitar menggunakan bahasa isyarat.
Di bibir pantai Roh penjaga hutan sedang menunggu murid murid membawa Xiao Shan kembali.
Roh penjaga hutan marah kepada murid keempatnya Bai Tian karena tidak melaksanakan perintahnya untuk menolong Xiao Shan.
"Kenapa kau masih disini Bai Tian? Fei An si buruk rupa pemalas saja langsung berselancar saat ku suruh, kenapa kau malah tiduran di sini?! "
Bai Tian membalas ocehan masternya dengan menyebutnya orang tua pikun.
"Dasar orang tua pikun. Aku adalah master boneka. Kalau bonekaku sudah pergi ke sana lalu untuk apa aku turun juga? "
"Lihat ini. "
Bai Tian menunjukkan benang panjang membentang di atas lautan.
Ternyata si buruk rupa yang tadi menolong Xiao Shan adalah boneka milik Bai Tian.
Setelah mengeraskan Xiao Shan, Bai Tian langsung menariknya ke daratan seperti menarik pancingan.
Luo Shinu yang melihat targetnya dibawa pergi pun berusaha mengejar.
Tapi seperti tebakannya Guan Yu dan Jingming Dao tidak membiarkannya lewat.
Jingming Dao melepaskan jurus.
"Tingkat Cakrawala, Hujan Halilintar!"
Guan Yu melepaskan jurus.
"Tingkat Langit Rendah, Jari Naga Es!"
Luo Shinu membakar semua serangan yang mengarah padanya.
Xiao Shan berhasil ditarik kembali ke pantai dam bertemu roh penjaga hutan.
Sembari bangun Xiao Shan menepuk pasir di bajunya. Untunglah zirah qi nya cukup kuat untuk menahan benturan saat jatuh.
"Bagaimana perasaanmu nak? " Tanya Bai Tian.
"Aku baik-baik saja. "
"Katakan padaku siapa yang menyerangmu Xiao Shan? " Tanya Roh penjaga hutan tegas.
"Err aku tidak terlalu ingat. Yang aku tahu dia kultivator istana dan bermarga Luo. Dia punya jurus rahasia Mata Waktu dan Mata Kebenaran. "
Bai Tian terkejut mengetahui orang yang mengejar mereka adalah Luo Shinu.
"Itu Luo Shinu si pedang api biru. Kalau benar dia, maka wajah kalian pun pasti sudah diketahui oleh kaisar dan pasukan. Karena kemampuan jurus Mata Waktu adalah melihat ke masa lampau. "
Ucapan Bai Tian menginfikasikan kalau sekarang tidak hanya mereka berempat, tapi keluarga Qin dan sekte Suiryu sedang dalam bahaya.
Semuanya kacau karena satu orang anggota keluarga Luo.
Tapi bukannya panik Roh penjaga hutan justru memiliki ide untuk memanfaatkan pria ini.
Dia meminta Xiao Shan untuk membawa Luo Shinu ke hadapannya bagaimana pun caranya.
"Bawa kultivator itu kemari. Kita akan menemui kaisar dengan bantuannya. "
Bai Tian menduga Roh penjaga hutan sudah gila.
__ADS_1
Tapi berbeda dengan Xiao Shan. Dia percaya sepenuhnya pada kakeknya walaupun dugaan Bai Tian benar.
"Apa yang kakek rencanakan? " Tanya Xiao Shan.
Roh penjaga hutan tersenyum. "Kita akan menjungkirbalikkan keadaan ini dan mendapatkan banyak pasukan untuk menyerang istana The Fallen God. "
"Sama seperti bagaimana Luo Shinu menghancurkan rencana kita. Dia pun akan menjadi langkah awal kita untuk menjalankan rencana yang lebih baik. "
Bai Tian yang was-was berencana kabur sebelum bertemu dengan Luo Shinu.
"Cobalah kabur dan aku akan membunuhmu saat kita bertemu lagi. " Roh penjaga hutan masih mengingat gerak gerik Bai Tian saat akan melarikan diri.
"Kau sungguh kejam guru... "
Bai Tian meringkuk di tanah tak bisa berbuat apa apa.
Xiao Shan dan Bai Tian pun terbang naik awan kinton.
...
Beberapa menit yang lalu saat Xiao Shan ditarik oleh Bai Tian.
Setelah membuat jurus petir Jingming Dao dan jurus es Guan Yu, Luo Shinu melancarkan serangan berkekuatan api dan es, yang disebut Frostbite Sword.
Pedang itu membakar juga membekukan semuanya.
Monster monster penghuni lautan berdatangan.
Fei An si buruk rupa yang asli pun ada disitu.
Dia harus bermeditasi sebelum bertarung, dan meditasinya sudah selesai tetap saat seekor ikan raksasa akan mengunyah kepalanya.
Buakk!
Ikan itu menjadi bola darah setelah terkena satu tinju Fei An.
Fei An pun mengeluarkan jurus berelemen api.
Uniknya jurus itu tidak menargetkan lawan melainkan area yang jauh di belakang lawan.
Luo Shinu yang melihat bola api melintas di belakangnya pun merasa heran.
Karena Jingming Dao aman dari scan nya.
Kelemahan konyol itu adalah batasan yang diberikan dewa kepada leluhur keluarga Luo.
Tiba-tiba wajah kaisar Wei muncul di langit, membuat mereka semua kaget.
Wajah itu adalah ilusi yang dibuat Fei An. Saking inginnya menjadi tampan dia sampai membuat jurus yang aneh macam itu.
Meskipun begitu itu adalah jurus pengalihan yang efektif.
Qin Yuan menarik tangan Fei An.
"Kita akan berteleportasi ke dekatnya! Siapkan tinju terkuatmu! "
Qin Yuan dengan gerbang dewanya membawa Fei An ke belakang Luo Shinu.
Di waktu sepersekian detik itu Fei An berhasil menembakkan separuh qi yang dia kumpulkan saat meditasi tadi ke Luo Shinu.
Bagaikan ular qi Fei An melewati pedang Luo Shinu dan menusuk perutnya.
Sayang sekali zirah qi Luo Shinu masih cukup kuat.
Jingming Dao melanjutkan serangan Fei An dengan menebas lengan kiri Luo Shinu dengan jurus kirinnya.
Kirin Jingming Dao berhasil menembus zirah qi Luo Shinu seakan itu tidak ada dan melukai mentalnya.
Itu adalah jurus yang sangat tidak manusia.
Membuat lawan merasakan ilusi menyakitkan yang tiada henti.
Untuk Luo Shinu sendiri, rasa sakitnya sama seperti mengalami serangan jantung secara berturut turut tanpa kehilangan kesadaran.
Bayangkan jika seorang dengan tingkat kultivasi yang lebih rendah atau lebih lemah terkena jurus Kirin Jingming Dao.
__ADS_1
Luo Shinu tak menyangka dirinya akan dipojokkan oleh seorang bocah ingusan dan 3 orang tua bau tanah.
Hari ini dia mendapat pengalaman yang amat berharga.
Luo Shinu pun mulai kehilangan kesadaran karena tidak kuat menahan serangan mental yang diberikan Jingming Dao.
"Huff...! "
Tanpa ras takut Xiao Shan menangkap kejatuhan Luo Shinu.
Dengan badan yang tenggelam ke dalam awan Luo Shinu pun dibawa ke daratan.
...
Di perkemahan di atas tebing, Luo Shinu diikat dengan akar pohon yang terbuat dari qi nya roh penjaga hutan.
"Qi nya cocok denganku. Kalau dia bangun nanti akan langsung ku serap qi nya untuk berjaga jaga. " Ucap Roh penjaga hutan.
Xiao Shan memeriksa kakinya yang sakit.
Dia merasa bangga pada dirinya hari ini. Walaupun dikalahkan sangat cepat oleh Guan Yu, dia berhasil bertahan cukup lama melawan Luo Shinu yang sama sama kultivator Langit Rendah.
Perbedaan kemampuan saat Xiao Shan dikendalikan sepenuhnya oleh Alter Ego, dengan Xiao Shan yang membagi tubuhnya dengan Alter Ego terlihat jelas di pertarungan ini.
Mereka kalah telak melawan Guan Yu. Tetapi hampir berhasil mengalahkan Luo Shinu.
Memikirkannya membuat Xiao Shan tidak henti hentinya tersenyum.
Hanlian menyiapkan makanan untuk mereka semua.
Sifatnya yang baik hati dan menghormati orang yang lebih tua membuatnya disukai oleh para senior Xiao Shan.
"Hei! Dia bangun! "
Qin Yuan memberitahu mereka kalau Luo Shinu sudah sadar.
Dengan masih sedikit trauma Luo Shinu berusaha berlagak kuat di depan roh penjaga hutan dan yang lainnya.
"Apa kau mengenaiku? " Tanya roh penjaga hutan.
"Aku pernah datang ke hutanmu waktu dulu. Saat itu kau mengusirku dengan kasar. "
Roh penjaga hutan bingung memikirkan kapan dia pernah bertemu pria berumur yang cukup tampan ini.
Setelah diingat ingat lagi ternyata jawabannya diluar ekspektasi.
"Aku ingat wajahmu. Kau bandit brengsek yang berusaha menebang pepohonan hutan kan?! "
Nada bicara roh penjaga hutan yang tiba-tiba berubah mengintimidasi Luo Shinu yang kehabisan qi karena terus diserap saat dia bangun.
Roh penjaga hutan mendekatkan wajah keriputnya ke Luo Shinu.
"Syukurlah, ternyata kita saling kenal. Aku tidak menyangka seorang bandit bisa menjadi kultivator istana. "
"Siapa gurumu nak? "
Luo Shinu tidak semuda itu untuk dipanggil nak.
"Xiao Annchi si dewi tombak. "
Bukan hanya roh penjaga hutan yang terkejut mendengarnya tapi semua orang disana tidak mempercayai pendengaran mereka.
Xiao Annchi adalah kultivator tua berumur 90 tahun yang telah mencapai tingkat Langit Menengah awal.
Melawannya sama saja dengan menghantarkan nyawa.
Roh penjaga hutan mencengkeram bibir Luo Shinu. Lalu berkata. "Kalau begitu antarkan kami ke istana kaisar. "
"Akan aku tunjukkan apa yang sedang terjadi di benua Jinlian, agar gurumu itu keluar dari sarangnya! "
Rencana roh penjaga hutan pun dimulai dengan Luo Shinu yang menunjukkan jalan ke lubang teleportasi sumur ajaib yang masih terbuka.
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
__ADS_1
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................