
Roh penjaga bumi, salah satu dari 3 pelindung terkuat alam kultivator. Roh penjaga hutan berhasil memanggilnya dan dia tidak akan bisa melakukannya lagi setelah ini.
"kau menggunakan salah satu tiketmu untuk menghadapi bocah ini. Bagaimana dengan the fallen god yang dikatakan bocah itu? "
"tentu saja aku tidak bisa menghentikan entitas apapun yang berada di atas pria ini. Jika the fallen god itu benar benar ada dan merupakan orang yang sama dengan yang ada di masa laluku, maka aku harus kembali ke kondisi primaku untuk mengalahkannya. Atau memanggil roh alam lainnya. "
Roh penjaga hutan membeberkan rencananya yang mengarah pada rencana pencarian the fallen god yang dimaksud Perishkakk.
"berhenti bicara dan serahkan bocah 5 elemen itu padaku! "
Tahap langit rendah, abu pembakaran bintang
Kali ini dia mengeluarkan jurus elemen api yang sangat kuat di mulutnya. Seperti naga yang murka karena kehilangan kastilnya, Perishkakk memenuhi dimensi gerhananya dengan api.
Beruntung semua orang di dalam berhasil keluar tepat waktu dengan bantuan roh penjaga bumi.
"woah apa itu tadi? "
"itu jurus roh penjaga bumi. "
Roh penjaga hutan secara tiba tiba berada di samping Xiao Shan. Wujud fisiknya mulai menghilang setelah bertarung tidak sampai semenit dengan kultivator itu.
"serius kakek? "
"apanya? "
"Kakek sudah mau hilang lagi. "
"mau bagaimana lagi, aku tidak siap untuk melawan musuh sekuat ini. Lagipula aku sudah memanggil bala bantuan yang kuat sebelum menghilang. " ucap roh penjaga hutan membela diri.
Roh penjaga hutan mengadah ke langit, Xiao Shan pun mengikuti. Terlihat Perishkakk dan roh penjaga bumi bertatapan sangat dekat. Tiba tiba Qin Yuan berteriak "hei rambut api bajingan!! Apa yang kau lakukan pada leher anakku!!!! "
Perishkakk menoleh ke Qin Yuan disaat itu pula roh penjaga bumi memukulnya dengan tinju keras berlapis obsidian.
Tak seperti roh penjaga hutan yang enggan menyerangnya 2 kali, roh penjaga bumi tanpa rasa takut melayangkan tinjunya lagi hingga menembus perut perishkakk.
"sebenarnya aku tidak ingin membunuhmu. Sayang sekali pemilik elemen langka melangkah di jalan yang salah. "
Perut roh penjaga bumi ikut berlubang sebagai efek mirror dari elemen kegelapan. Roh penjaga bumi membiarkan tangannya terbenam di perut perishkakk sementara tangan satunya mencekik leher Perishkakk.
"(sialan... aku harus kabur dari sini...)" ucap Perishkakk dalam hati.
"tidak akan bisa. Kecuali the fallen god datang dan menolongmu. "
Perishkakk terkikik di sela rasa sakitnya. Dia meludah ke roh penjaga bumi namun segera ludahnya tertahan dan menembus wajah sebelah kirinya.
Perishkakk sang kultivator langit rendah pemilik elemen kegelapan abadi yang spesial, dikalahkan dengan sangat mudah oleh satu orang.
__ADS_1
Kesombongannya telah runtuh. Dia menatap ke langit seperti orang yang putus asa.
"kau bisa meringankan rasa sakit kematianmu dengan cara menyembuhkan ketiga gadis itu. " maksudnya Jie Mei, Qin Yinchi dan Qin Hyeji.
"heh.. hehehee... Walau tubuhnya diperbaiki jiwa mereka tidak akan kembali. Karena mereka telah pergi ke istana the fallen god! "
"hanya aku satu satunya yang tahu jalan ke istana fallen god. Tanpaku kalian tidak akan bisa menye-"
Kraakk!!!
Dengan brutalnya roh penjaga bumi meledakkan kepala Perishkakk. Lalu dari mayatnya dia ambil sesuatu berbentuk pecahan kaca.
Roh penjaga hutan turun ke bumi lalu mendekat ke Xiao Shan.
"ambil ini. " dia memberikan pecahan tadi ke Xiao Shan.
"benda apa itu roh penjaga bumi? " Xiao Shan hendak memastikan sebelum menerima.
"ini adalah inti elemen kegelapan yang belum dimurnikan. Di dalamnya juga terdapat ingatan dari kultivator itu. "
Mendengar itu Xiao Shan pun langsung menerimanya.
"berarti kami bisa menemukan istana the fallen god dengan mengandalkan ingatan di kristal ini. " tanya Xiao Shan lagi.
"ya. Tapi saranku lebih baik kau tidak pergi kesana. Dewa yang jatuh. Dari namanya saja terdengar sangat berbahaya."
Qin Yuan menginterupsi pembicaraan Xiao Shan dengan roh penjaga bumi.
"aku tidak bisa menyingkirkannya karena tugasku adalah melindungi bumi dari ancaman yang nyata. Kedatanganku saat ini pun tidak lain untuk membayar hutang budiku ribuan tahun yang lalu. Selanjutnya aku tidak akan membantu kalian lagi. "
Qin Yuan membuang muka lalu pergi menjauh. Roh penjaga hutan mengejarnya.
"ikut aku sebentar Qin Yuan. " ajak roh penjaga hutan.
Sambil menunggu orang orang berbincang Zhao Liu memeriksa lebih teliti luka memar di tubuh ketiga kultivator muda. Dia mengenali wajah salah satu diantara mereka sebagai anak Guan Yu. Kultivator terkenal yang rumornya sudah mencapai akhir tahap cakrawala.
Xiao Shan bertanya kenapa kristal itu perlu dimurnikan.
"mengeluarkan inti elemen dari tubuh seorang kultivator sebenarnya adalah hal yang lumrah 1000 tahun yang lalu. Tapi karena tidak ada yang menginginkan elemen dasar ditambah memurnikannya harus dengan cara merendamnya di kuil gadis suci yang terletak di tengah lautan monster yang berbahaya jadinya tidak ada yang melakukan praktek ini lagi. "
"tapi elemen kegelapan terlalu berharga untuk dibuang. Bawalah dia ke kuil gadis suci yang berada di tengah lautan monster. Tempat itu terbuka untuk tamu yang bisa melewati laut kematian. "
Xiao Shan tahu dimana lautan monster itu jadi dia tidak bertanya ke roh penjaga bumi.
"berapa lama waktu yang aku punya? "
"5 hari. Jika lewat dari waktu itu kristal nya akan hancur. "
__ADS_1
"kalau begitu aku permisi. Ucapkan selamat tinggalku pada roh penjaga hutan. Dan juga, sebaiknya kau meningkatkan kekuatan dan mempelajari elemen kegelapan itu sebelum pergi ke istana fallen god. "
Setelah mengatakan itu roh penjaga hutan berubah menjadi patung tanah lalu hancur dengan sendirinya.
Xiao Shan mendatangi roh penjaga hutan dan Qin Yuan, sementara Jie Mei, Qin Hyeji, dan Qin Yinchi dia taruh di atas awan kintonnya.
"roh penjaga bumi sudah pergi kakek. Dia memintaku menyampaikan salamnya. "
"dia juga memberitahuku untuk pergi ke kuil gadis suci di sebelah utara. Waktu kita hanya 5 hari untuk memurnikan kristal ini, jika lewat dari waktu itu kristalnya akan hancur dan semua informasi di dalamnya akan hilang. " tutur Xiao Shan.
"aku tahu cara tercepat untuk pergi kesana." Zhao Liu turut membantu karena kasihan kepada Qin Yuan.
"di istana kaisar ada sebuah sumur yang menghubungkan seluruh daratan Jinlian. "
(Jinlian \= nama benua yang Xiao Shan tinggali)
"kalian harus mengendap endap memasuki istana tepatnya di ruangan samping kamar kaisar. Di situlah sumur itu berada. Kalian harus lompat ke dalamnya sambil membayangkan tempat tujuan kalian. "
Qin Yuan sangat berterima kasih kepada Zhao Liu. Bahkan Qin Yuan berjanji akan membalas kebaikan ini suatu hari nanti.
"tunggu dulu Qin Yuan. Bagaimana kami tahu kau tidak menipu kami? "
"bukankah kau diutus selir kejam An Yanrou untuk menangkap Xiao Shan?! "
Roh penjaga hutan menatap mata Zhao Liu dalam. Dia alirkan qi nya yang tersisa ke mata lalu matanya pun mendapat kemampuan deteksi kebohongan.
"aku tidak bohong soal sumur itu. Selain itu aku tidak bermaksud membantu kalian melainkan membantu teman lamaku Qin Yuan. "
Qin Yuan berkata kalau dia percaya Zhao Liu.
Roh penjaga hutan pun memikirkan bagaimana cara menyusup ke istana raja. Dengan waktu yang sesingkat ini tak mungkin untuk membuat taktik dan kalau sampai kaisar tahu Xiao Shan membawa inti elemen kegelapan dia pasti akan memerintahkan bala tentaranya untuk merebutnya.
Lebih buruk lagi nyawa Qin Yuan dan keluarganya akan terancam.
Xiao Shan menepuk pundak kakeknya. Kakeknya itu tampak berpikir sangat serius.
"tenanglah kakek. Kita pasti bisa melakukannya. Dunia ini sangat luas, dan masih banyak kemampuan yang tertidur dalam diriku. Kita pasti bisa mencapai kuil gadis suci dalam 5 hari. "
Roh penjaga hutan menghela nafas lalu membulatkan tekad.
"aku akan menemanimu hingga ke wilayah utara Jinlian. Setelah itu kau harus menyeberangi lautnya,"
"...sendirian. "
.................................................................................
Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.
__ADS_1
Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁
.................................................................................