
Elemen kegelapan abadi memiliki pasif memantulkan serangan kedua yang dilakukan pada masa hampir bersamaan. Syarat pengaktifkannya adalah dengan melapisi tubuh dengan qi kegelapan.
Xiao Annchi pun menunjukkan pasif elemen cahaya abadi. Tubuh tua Xiao Annchi diselimuti benang hijau tipis bagai rambut yang terbuat dari daun.
Dari benang itu muncul butiran qi alam berwarna emas yang fungsinya masih dirahasiakan oleh nyonya Xiao.
"Aku belum pernah melawan pengguna cahaya abadi selama 800 tahun hidupku. Tunjukkan padaku kekuatan kultivator generasi baru!" seru Maouharma.
Butiran qi berpecah menjadi triliunan butiran debu, butiran debu berpecah lagi menjadi atom, kemudian menjadi sub atom.
Dalam hitungan detik floor 1 dipenuhi cahaya yang menyiraukan bagaimana nirwana cahaya. Maouharma masih berusaha memahami bentuk serangan ini.
Tetiba semua cahaya tadi berkumpul dan memadat di ujung tombak Xiao Annchi yang berada di tepat di depan Maouharma. Xiao Annchi menusuk dengan sekuat tenaga. Maouharma berusaha menangkisnya namun kegelapan sirna saat berhadapan dengan cahaya yang amat menyiraukan di ujung tombak.
Mata tombak itu menusuk jantung spiritual Maouharma dan memusnahkan jiwanya secara perlahan namun sekejap mata.
"Tingkat langit menengah, tombak penyucian diri." ucap Xiao Annchi setelah berhasil membungkam kaisar Maouharma untuk selamanya.
"Terasa aura yang sangat kuat berbenturan di atas sana. Aku akan tahu siapa mereka setelah naik ke lantai 3."
...***...
...***...
Di lantai 3 pertarungan antara roh penjaga langit dengan wanita penjaga neraka berlangsung sengit. Dengan mudahnya si roh menarik jalan ke lantai atas keluar dari tubuh penjaga neraka.
Tangga itu dilempar ke sembarang, tangga itu terbuat dari tulang belulang dan dilapisi darah serta lendir bagian dalam tubuh penjaga neraka.
"Naiklah! Temukan dewa jatuh yang membahayakan dunia,"
Xiao Shan naik bersama pasukan kultivator, sementara roh penjaga hutan tinggal di lantai 3 untuk bertanya pada roh penjaga langit.
"Katakan padaku roh penjaga langit. Bahaya apa yang akan dibuat the fallen god?"
__ADS_1
Roh penjaga langit tidak berkenan menjawabnya, dia adalah tipe pejuang yang menghormati lawannya lebih dari apapun.
"Berhenti mengambil jalan yang mudah roh penjaga hutan. Jawaban pertanyaan ada di lantai teratas."
Seolah paham roh penjaga langit tidak ingin memberitahunya, roh penjaga hutan pun bergegas meninggalkan tempat itu. Di ambang tangga dia berucap pada roh penjaga langit. Di telinga roh yang bisa mendengar segalanya yang ada di lantai 3. "Jika dewa yang jatuh bertujuan menciptakan bencana besar, sudah seharusnya kalian bertiga turun tangan, jangan menunggu panggilan dari roh tingkat rendah sepertiku."
...***...
...***...
Roh penjaga hutan naik ke lantai 4 tempat dia menemukan pasukan kultivator tengah menggerumbungi komandan Zhao Liu. Mereka semua bingung karena lantai itu hanya terdiri dari ruangan yang sangat besar namun tidak memiliki tangga untuk naik.
Roh penjaga hutan dapat menemukan Xiao Shan dan murid muridnya melalui aura mereka. Xiao Shan sendiri tampak sedang memperhatikan sesuatu di langit,
"Aku sedang melihatnya master. Makhluk mengerikan yang di rantai di tempat tertinggi itu sedang bergerak," ucap Xiao Shan.
Roh penjaga hutan memiliki ide untuk menggunakan teknik resonansi qi agar dapat berbagi penglihatan dengan Xiao Shan. Qi Xiao Shan cocok dengan siapapun termasuk dengan roh penjaga hutan, lagi-lagi sebuah keanehan yang menguntungkan.
Lantai tempat makhluk itu berada turun satu tingkat, kemudian dua tingkat, tiga tingkat, semakin.. dan semakin dekat.
Xiao Shan memperingatkan semua orang untuk bersiap siap bertarung. Namun para kultivator yang sudah kehilangan semangat sejak penjaga neraka muncul tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengangkat pedang kepada musuh yang berikutnya.
"Lupakan mereka, bersiaplah untuk bertarung Xiao Shan!"
Monster itu mencapai lantas 5. Seketika kondisi geografis lantai 4 berubah menjadi tanah penuh kekosongan, gelap, dan sunyi, bagaikan angkasa yang tak terbatas.
Roh penjaga hutan dan murid muridnya saling membelakangi, berjaga jaga kalau musuh muncul dari arah belakang. Formasi mereka ditiru oleh para kultivator.
Xiao Shan mendatangi Huili bersaudara, mencoba melindungi mereka dari makhluk yang akan menyerang.
"Kalian berdua anak penulis sejarah kan? Kalau begitu kalian harus selamat dari sini bagaimanapun caranya agar bisa memberitahukan kepada dunia betapa mengerikannya tempat yang kita masuki saat ini." ucap Xiao Shan dengan nada lantang.
"Kami akan melakukannya. Tapi kau juga harus kembali hidup hidup! Jangan bicara seolah olah kau akan mati!!"
__ADS_1
Alasan Xiao Shan berkata seperti itu karena dia merasa kekuatannya menurun karena ketakutan. Perishkakk, ghoul Yin Yue, roh kaisar kultivator, dan tatapan menakutkan dari sosok yang mengaku sebagai penjaga neraka. Ditambah alter ego yang tidak bisa dikendalikan kerap kali bertindak brutal dengan elemen apinya.
Xiao Shan merasa kalau dia terus bertemu orang-orang seperti itu sebelum jadi kuat, dia akan tewas sebelum mampu melakukan apapun.
Keringat mengalir deras di lehernya membasahi kerah bajunya, makhluk itu berada di depannya sekarang, hanya langit langit yang transparan di matanya yang memisahkannya dengan makhluk itu.
Disaat jiwa bergetar ketakutan si alter ego berusaha memberikan jalan keluar bagi Xiao Shan. "Kalau kau takut kenapa tidak lari saja?"
"...aku takut, tapi lari pun nampaknya bukan pilihan yang bagus. Aku tidak tahu bagaimana cara keluar dari tempat ini."
"Kalau begitu kenapa tidak coba bicara baik-baik dengannya. Dengan monster itu."
"Itu mungkin untuk dilakukan. Tapi mengapa kau menjadi bijak?"
"Aku juga bagian dari dirimu. Kalau kau mati aku juga akan mati. Karena itulah, bicaralah dengannya dan turuti apa yang dia inginkan agar kita berdua selamat."
Xiao Shan berpikir keras. Makhluk itu masih ada di atasnya, menatap dengan matanya yang merah menyala.
"Baiklah akan aku lakukan," ucap Xiao Shan dengan penuh keberanian. Selanjutnya Xiao Shan memberi isyarat menggunakan jarinya, meminta si monster turun dengan tenang. Monster itu pun menuruti keinginan Xiao Shan.
Kedatangan monster itu menjatuhkan semua orang ke tanah termasuk para komandan, roh penjaga hutan, dan murid muridnya. Makhluk itu berbicara kepada Xiao Shan. " Akhirnya kau datang juga, pemilik 5 elemen. Aku sudah mengirimkan kultivator kegelapan untuk menangkapmu tapi dia gagal dan membiarkan ingatannya diambil olehmu. Diluar dugaan kau justru mencariku."
Monster itu seolah menyalahkan pilihan Xiao Shan, sekaligus mengungkap fakta bahwa sebenarnya Perishkakk berusaha menjauhkan Xiao Shan dari istana Fallen God dengan menyisakan ingatannya, namun Xiao Shan malah mendatangi istana Fallen God karena ingin menyelamatkan jiwa teman temannya yang Perishkakk segel.
"Maksudmu Perishkakk menjaga memori ini tetap utuh, dan sampai ke tanganku itu untuk mencegahku memasuki istana ini?"
"Ya," jawab sang monster singkat.
"Aku adalah The Fallen God yang kalian cari dengan susah payah."
The Fallen God meluruskan tangannya yang besar untuk meraih Xiao Shan. Alter ego dalam tubuh diri Xiao Shan pun memaksanya untuk melepaskan seluruh qi yang sudah dia kumpulkan di lantai 2, sekaligus mencampurkan elemen kegelapan ke dalam gelombang qi nya.
...***...
__ADS_1