BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 47 : Terbukanya gerbang dunia monster


__ADS_3

The fallen god yang terluka parah akibat tombak Xiao Annchi menjadi sangat murka. Tombak itu seharusnya tidak mampu melukainya tetapi karena elemen kegelapan Xiao Shan keunggulan itu terhapus secara tidak permanen.


Namun kemurkaan yang sesungguhnya tertuju kepada roh tua di bawah sana, karena dia rencana menangkap pemilik 5 elemen yang seharusnya mudah berujung kegagalan karena dia berulang kali memanggil roh tingkat tertinggi. Istananya diserang dan pengikut yang susah payah dia tarik dari permukaan laut dibantai dan diambil alih.


Dalam usaha terakhirnya, the fallen god melepaskan jiwa-jiwa yang dia segel dalam mulutnya. Jiwa Jie Mei, Qin Hyeji, dan Qin Yinchi pun keluar dari mulutnya dalam wujud asap putih sempurna dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Mata Guan Yu membulat sempurna, dia segera membenamkan Jie Mei yang jatuh ke pelukannya. Qin Yuan menarik tangan putrinya Hyeji, Xiao Shan berusaha meraih Yinchi yang terbang ke arahnya. Namun yang satu itu adalah umpan untuk menangkap Xiao Shan.


Umpan itu berhasil membuat Xiao Shan tertipu dan tertangkap oleh lengan bayangan fallen god. "Lepaskan cucuku fallen god!!" Roh penjaga hutan menyerang fallen god namun serangannya kembali pada dirinya sendiri.


"Kekuatannya mirip dengan pengguna elemen kegelapan, jangan jangan dia juga pengguna kegelapan...?" ucap Xiao Annchi.


Semua orang tidak sadar kalau gadis cantik yang sedang bersama roh penjaga hutan adalah Xiao Annchi si dewi tombak. Setelah mengeluarkan jurus tombak penyucian diri, tubuh Xiao Annchi secara otomatis menyerap cahaya yang memudakan sel sel tubuhnya. Ini bukan teknik keabadian karena hanya memgembalikan fisik seseorang ke masa jayanya.


Xiao Annchi merasakan bahaya luar biasa dari fallen god, tanpa pikir panjang dia mengeluarkan formasi bendera dan menyiapkan tombak emas yang sangat besar di langit.


"Pilihlah, kalian ingin membunuhku atau menyelamatkan pria ini. Sejujurnya aku sudah menang sekarang," ucap fallen god.


Fallen god menciptakan meteor shower menggunakan langit langit istana yang dia hancurkan. Hujan batu yang tidak dapat dihancurkan terjadi. Kehancuran dan pembantaian besar tidak terhindarkan.


Beberapa yang selamat bersembunyi di bawah akar buatan roh hutan. Para komandan bekerja sama membebaskan Xiao Shan dari genggaman tangan fallen god. Dia benar-benar hanya digenggam dengan tangan kosong.


Xiao Shan mengeluarkan naga api, namun serangannya tidak berguna. Dia mencoba menyerang dengan elemen kegelapan, namun sebelum sempat menembak dia disentil hingga pingsan oleh fallen god.


Menyadari pembantaian yang terjadi roh penjaga langit pun menembus ke lantai 4 guna menyelamatkan Xiao Shan.


Namun sudah terlambat Xiao Shan yang pingsan terbangun saat rasa sakit yang luar biasa menembus kulitnya.


"HUUAAA...!!!!" Rasa sakitnya membuat teriakan Xiao Shan terhenti. Alter ego memperingatkan kalau fallen god sedang berusaha mengambil 5 elemen Xiao Shan, dan sebagian jiwanya akan ikut terambil.

__ADS_1


Ruangan yang semula gelap dipenuhi warna merah darah, tidak ada yang berani mendekat, bahkan roh penjaga hutan ditahan oleh murid muridnya. Xiao Annchi ragu melancarkan serangan, sedangkan roh penjaga langit mengarahkan serangan ke langit.


Beberapa detik kemudian Xiao Shan kehilangan separuh jiwanya menyebabkan kepribadiannya tidak sama lagi. Dia dijatuhkan seperti barang yang tidak lagi berguna. Fei An menangkapnya lalu membawa ke barisan belakang pasukan diikuti para senior yang mengkhawatirkannya.


5 elemen Xiao Shan yang berbentuk orb 5 warna itu pun ditembakkan ke langit, menembus setiap lantai hingga ke permukaan laut, dan menginfeksi langit cerah menjadi gelap gulita.


Tangan gurita raksasa keluar dari gerbang hitam, makhluk itu sangat besar. Tidak hanya satu spesies tapi ada puluhan hingga ratusan spesies monster yang keluar dari gerbang itu.


Gerbang gerbang lain terbuka di langit, langit benua Jinlian dipenuhi oleh gerbang yang mengeluarkan monster.


The Fallen God merobek jantungnya menghancurkan istana itu berkeping keping beserta semua orang di dalamnya.


Beruntung roh penjaga langit bertindak cepat dengan mengeluarkan semua manusia dari istana.


"Apa yang terjadi...?,"


Namun tak lama setelah itu fallen god muncul kembali dan mengembalikan 5 orb elemen ke Xiao Shan, membuat Xiao Shan mendapatkan 5 elemennya lagi.


"Aku tidak membutuhkan elemenmu lagi, tapi setengah jiwamu tidak akan kembali lagi."


Pernyataan itu menjelaskan mengapa Xiao Shan nampak linglung. "Kembali jiwa cucuku!!"


Kehendak roh penjaga hutan terhubung dengan roh penjaga langit yang kemudian menyerang di waktu yang bersamaan dengannya.


Serangan para roh menghancurkan setengah tubuh fallen god. Makhluk itu melemah setelah bertarung untuk waktu yang cukup lama. Dewi penjaga neraka berpindah pihak dan membantu para roh melawan fallen god.


"Sekarang balas dendamku sudah terpenuhi...! Membuat neraka untuk manusia yang menjatuhkanku dari nirwana...!! Kalian akan menghadapi era kekacauan yang sangat mengerikan disebabkan para monster yang datang dari dunia lain...!!!."


The Fallen God menghilang di balik kabut merah darah, meninggalkan langit benua Jinlian dengan ribuan gerbang yang menurunkan bencana.

__ADS_1


Para roh penjaga lainnya berdatangan ke lokasi roh penjaga langit. Di atas lautan, di atas daratan, di bawah langit yang megah, bencana yang mengerikan itu harus dicegah bagaimanapun caranya.


"Aku akan memindahkan kalian ke benua Jinlian. Lindungi apa yang seharusnya kalian lindungi, kami para roh akan berusaha menutup gerbang yang dibuka mantan dewa." ucap roh penjaga langit sebelum memindahkan pasukan kultivator kembali ke istana kaisar.


Setelah sampai ke istana kaisar Xiao Shan yang kehilangan setengah jiwanya berhadapan dengan monster hijau yang turun dari portal.


"Dengar semuanya! Sekarang bukan saatnya untuk bingung apalagi putus asa. Meskipun gagal membunuh the fallen god hari ini, kita masih memiliki kesempatan di lain waktu. Sekarang tugas kita adalah membasmi para monster yang turun dari langit dan melindungi keluarga kita!" pidato singkat Qianfan Yu membangun kembali mental pasukan kultivator yang terjatuh setelah melihat teman teman mereka gugur dalam perang melawan the fallen god.


Tidak ada yang lebih efektif untuk menggerakkan manusia selain keselamatan keluarga mereka. Tapi bagi Xiao Shan yang tidak memiliki keluarga motivasi seperti itu kurang efektif.


Roh penjaga hutan memegang pundak Xiao Shan, mencoba menyadarkan muridnya itu dari lamunan panjangnya. Roh penjaga hutan mengaliri Xiao Shan dengan qi nya sontak menyadarkan Xiao Shan dari lamunannya. Sedangkan monster hijau yang tadi berdiri di depan Xiao Shan sudah dihabisi oleh kultivator.


"Kau tidak apa-apa Xiao Shan?,"


"Kakek, aku merasa kehilangan banyak hal tapi tidak tahu apa itu. Aku ingat perjalanan kita di istana the fallen god hingga pertemuan kita dengan keluarga Qin. Tapi setelah itu aku tidak bisa mengingat apa-apa. Apakah kehilangan setengah jiwa berarti kehilangan memori yang aku kumpulkan selama 20 tahun?," tanya Xiao Shan dengan datar.


"...kita akan mendapatkan memorimu kembali Xiao Shan, meskipun memori itu hanya tentang hutan yang luas, itu tetaplah memori masa kecilmu."


"Kakek bersumpah akan menemukan the fallen god itu lagi, dan memulai penyerangan kedua ke istananya."


Roh penjaga hutan merasa sangat bersalah, terhadap semua orang yang kehilangan nyawa, teman, kekasih, dan kepada cucu angkatnya Xiao Shan.


Roh penjaga hutan berdiri, qi alam berwarna hijau mengitari dirinya. Di tangannya berkumpul getah kental berwarna hijau yang berasal dari pohon emas jantung hutan keramat. Getah itu menetes ke tanah, dalam sekejap mengubah kota penuh batu dan bangunan menjadi mirip hutan keramat.


"Tingkat langit rendah, resonansi alam semesta, penyembuhan sel sel tubuh,"


Kota hutan itu dipenuhi Qi alam yang berkumpul dan menyusun memasuki tubuh manusia yang terbunuh oleh monster. Memberikan mereka nyawa kedua dan tubuh sempurna tanpa bekas luka yang sebelumnya membunuh mereka.


...***...

__ADS_1


__ADS_2