BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 44 : Cahaya vs Kegelapan '1' wanita penjaga neraka '2'


__ADS_3

Dengan napas tersengal-sengal, Xiao Annchi melanjutkan pertarungannya melawan arwah raja kultivator Maouharma. Meskipun awalnya mereka saling mengeluarkan serangan aura yang kuat dan mengguncangkan istana, pertarungan mereka kemudian berlanjut dalam jarak dekat dengan senjata-senjata mereka yang mematikan.


Tombak Xiao Annchi berkilauan di tangan, dia bergerak lincah seperti angin, mengayunkan tombaknya dengan keahlian yang tak tertandingi. Namun, kekuatan arwah raja Maouharma tidak bisa dianggap enteng. Sabitnya bergerak dengan cepat dan akurat, menyisakan jejak cahaya hitam yang menakutkan setiap kali dia menyerang.


Tiba-tiba, Xiao Annchi merasa tangan dan lengannya terasa berat. Dia kaget saat menyadari bahwa serangan aura dari sabit Maouharma telah melukainya. Keahlian rahasia Maouharma mulai terungkap, dan itu adalah teknik warisan langka yang bisa menurunkan level kemampuan lawannya.


"Tahukah kau nak, aku sangat bangga melihatmu telah mencapai tingkat langit menengah walaupun di usia yang tak lagi muda. Aku ingin tahu tujuan kalian memasuki tempat yang mengerikan ini. Disini tidak ada apapun selain kesepian,"


Xiao Annchi yang terluka menjawab dengan tegas. "Salah. Disini ada seorang mantan dewa yang menyerang benua kami. Kami adalah pasukan kaisar Wei dari benua Jinlian, kami datang untuk memenggal mantan dewa atas perintah dari roh penjaga laut."


"Roh penjaga laut? Setahuku dia guardian yang tidak pernah berhubungan dengan manusia selain pengikutnya. Tampaknya ada yang menarik dari zaman ini, sampai roh yang paling sombong menunduk kepalanya untuk berurusan dengan manusia." oceh Maouharma.


Xiao Annchi melihat roh penjaga laut saat di istana, dia tidak bisa menyangkal ucapan Maouharma, roh itu memang memiliki aura seorang tirani yang kejam. Sebenarnya roh penjaga hutan pun sama, tapi, ahh sudahlah...


Selama berbincang tadi Xiao Annchi memperbaiki jaringan tubuhnya yang rusak. Melihat itu Maouharma pun heran.


"Kau sangat menarik nona tua. Apa kau memiliki itu?"


Xiao Annchi tersenyum lalu menjawab. "Ya, aku pemilik elemen cahaya abadi yang langka."


Maouharma tertawa terbahak bahak. "Apakah ini takdir? Aku juga pemilik elemen langka, kegelapan abadi."


"Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bertemu tuan Maouharma. Bisakah kita melanjutkan pertarungan?"


"Oke, mari lanjut. Kali ini keluarkan seluruh kekuatanmu. Tidak masalah kalau istana ini roboh. Kau kan bisa menghidupkan orang yang sudah mati!,"


"Aku belum sampai ke level itu. Karena itulah aku akan bertarung dengan senyap."

__ADS_1


Maouharma bergerak secepat kedipan mata dengan elemen kegelapan di kakinya.


Namun, ketegasan dan keberanian Xiao Annchi tidak tergoyahkan oleh pengetahuan itu. Dia mengangkat kembali tombaknya dengan semangat yang membara, menolak untuk menyerah. Dengan keberanian dan ketekunan yang luar biasa, dia menghadapi serangan-serangan berbahaya dari Maouharma dengan keputusan dan ketenangan yang luar biasa.


***


***


Di floor 3 pasukan kultivator tingkat pegunungan ke bawah tidak kuasa menahan hawa panas yang diciptakan naga api hitam.


Guan Yu berhasil mengelabui penjaga neraka dengan cermin es. Dalam ilusinya dia berhasil membuat penjaga neraka mengatakan tujuan The Fallen God mengirim Perishkakk dan menciptakan fenomena eclipse. Yaitu untuk menangkap Xiao Shan, si pemilik 5 elemen.


Tak lama kemudian si penjaga neraka berhasil bebas dari ilusi Guan Yu. "Ilusiku adalah kelemahannya, sepertinya dia lemah pada elemen air, sesuai hukum alamnya."


Qianfan Yu menempelkan daun kecil di badan kedua rekannya. Daun itu membuatnya bisa bertelepati dengan kedua rekannya itu. Dalam pikiran mereka membuat strategi untuk menyerang.


Dia memiliki barang yang bisa memanggil para roh penjaga. Rebut barang itu atau bunuh saja dia.


Di tengah tengah 3 kultivator yang melakukan serangan kombinasi, penjaga neraka mengeluarkan jurusnya.


Tingkat langit tinggi, auman predator neraka.


Luo Shinu, Guan Yu, Qianfan Yu terbentur dinding suara yang sangat keras sampai membuat mereka jatuh menghantam tanah. Mendengar penjaga neraka menyebutkan tingkat kultivasi membuat harapan ketiga orang ini sirna.


Yang sirna sepenuhnya baru Luo Shinu dan Qianfan Yu, sedangkan Guan Yu masih menaruh harapan pada masternya.


"Kenapa tidak bangun? Apa segitu saja usaha kalian menghentikanku setelah mendengar tingkat kultivasiku?"

__ADS_1


Penjaga neraka kembali menargetkan para kultivator langit rendah. Di tangannya muncul sebuah orb berwarna putih terang. Elemen yang dia gunakan bukan kegelapan atau cahaya, melainkan elemen asing yang tidak ada di bumi.


Saat penjaga neraka hendak menghabisi mereka bertiga datang pemotong cahaya Xiao Shan. Serangan itu terasa bagai cubitan semut di pipi penjaga neraka. Walau kena tidak ada damagenya.


Roh penjaga hutan berteriak pada penjaga neraka. "Cukup sampai disitu, mantan dewi api! Akan aku bawakan lawan yang layak untuk mantan dewa sepertimu."


Roh penjaga hutan memainkan alat musik itu guna memanggil roh terkuat yang belum membayar hutang budinya.


Dalam panggilan alam yang menggema di medan perang, roh penjaga langit muncul dengan tekad yang teguh. Di hadapannya berdiri sang dewi api, sosok yang pernah jatuh dari nirwana dan berpotensi menyebabkan kehancuran besar.


Tanpa ragu, roh penjaga langit segera melancarkan serangan kepada sang dewi api. Gerakan tangannya begitu cepat dan tajam, memancarkan energi yang menakutkan. Serangan demi serangan dilancarkan, sebagai upaya untuk menghadapi kekuatan yang dahsyat dari sang dewi api.


Sementara itu, roh penjaga hutan dengan bijak menjelaskan pada pasukan kultivator siapa roh yang baru saja ia panggil.


***


***


Kembali ke lantai bawah, di medan perang yang gempar, energi dan kekuatan menyatu dalam tarian yang mempesona. Cahaya dan bayang-bayang saling beradu, menciptakan panorama keindahan dan ketegangan yang tak tertandingi. Semua orang terpukau oleh pertarungan epik yang sedang berlangsung di hadapan mereka.


Dalam setiap serangan dan gerakan, roh penjaga langit dan dewi api saling menyambar, menciptakan guratan-guratan energi yang memenuhi langit. Perjuangan mereka menjadi simbol keberanian dan pengorbanan yang luar biasa, sebagai upaya untuk menjaga perdamaian dan keseimbangan di alam semesta ini.


Dalam medan perang yang gempar, pertarungan dua roh ini mencerminkan kehebatan dan kompleksitas kehidupan. Mereka adalah dua entitas yang berusaha menentukan takdir alam semesta ini dengan keberanian, kekuatan, dan tekad yang luar biasa. Dalam momen-momen tersebut, segalanya terasa begitu dramatis, sebagai bagian dari kisah epik yang tak terlupakan dalam sejarah para roh penjaga langit dan hutan.


Dalam pertarungan yang sengit itu, kekuatan dan kemampuan mereka saling menyambar, menghasilkan cahaya silau yang memenuhi ruang. Xiao Annchi mengandalkan kecepatan dan ketepatan serangan tombaknya, sedangkan Maouharma menggunakan kekuatan gelapnya untuk menahan lawannya.


Setiap gerakan mereka penuh dengan energi yang berusaha menelan satu sama lain, seolah-olah mereka berdua adalah perwujudan dari cahaya dan kegelapan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2