BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 48 : Terbukanya gerbang dunia monster '2'


__ADS_3

Dengan tenaga yang tersisa Xiao Shan memutuskan untuk bangkit. Dia memutuskan untuk berjuang untuk orang-orang yang masih dia ingat.


Xiao Shan menghunuskan pedangnya kepada monster yang terus berjatuhan di depannya. Empat monster dengan wujud panjang aneh tumbang di depan mata Xiao Shan.


"Tidak masalah setengah jiwaku diambil, selama aku masih memiliki kekuatan untuk melawan. Benar tidak alter ego?!,"


Alter ego terlambat menjawab. Xiao Shan sempat mengira Alter Ego nya ikut terambil, namun ternyata tidak.


"Seoptimis apapun jangan sampai kau bertarung hingga mencapai batasmu. Aku tidak ingin mati karena kau bertarung sampai mati, itu adalah kematian yang naif dan tidak keren."


"Menurutmu aku naif karena terus bertarung meskipun kelelahan? Kau jelas tidak mengerti aku. Bagaimana bisa kau menjadi Alter ego ku?,"


"Bodoh! Alter ego artinya versi lain dirimu yang berbeda sepenuhnya, kalau kau naif maka alter egomu akan memiliki sifat yang tegas."


"Baiklah aku mengerti. Jawabanmu selalu berbeda beda."


Karena monster yang jatuh tidak ada habisnya para kultivator yang kuat pun memutuskan untuk berpencar, dan Xiao Shan adalah salah satu kultivator kuat.


Xiao Shan pergi ke sebelah barat, kembali fokus ke medan perang yang tak lain merupakan kota kerajaan. Karena masih banyak penduduk Xiao Shan harus berhati hati menggunakan kekuatannya.


3 ekor monster kelinci menyerang ibu dan anak di depan rumah mereka, dengan teknik tebasan angin tipis Xiao Shan dapat membunuh monster monster itu dan melanjutkan evakuasi warga.


Xiao Shan ingin mencari ayahnya. Walaupun ingatannya tentang sang ayah sangat sedikit dia masih berharap bisa menolong ayahnya itu, namun dia tidak bisa memasuki istana karena terdapat penghalang kuat yang mengisolasi istana dari dalam.


"Penghalang apa ini?,"


"Ini penghalang yang dibuat kaisar Wei. Beliau juga tingkat langit rendah sama seperti kami." Qianfan Yu menjawab kebingungan Xiao Shan. Dia datang sambil menarik seekor monster gajah yang sangat berat.


"Umm, kenapa kau membawa monster itu kesini komandan?,"


"Karena kita tidak tahu sampai kapan pertempuran berlangsung, ada baiknya mengumpulkan para monster yang mungkin bisa dijadikan bahan makanan."

__ADS_1


"Saat ini seluruh benua sedang kacau balau. Gerbang monster muncul di sangat banyak tempat, korban jiwa sedang berjatuhan, itu artinya kita tidak bisa mengharapkan bantuan dari manapun. Jadi kami mengumpulkan monster-monster untuk mengolah mereka menjadi makanan kita. Datanglah ke tenda di selatan kalau kau lapar, dan jangan bertarung sendirian."


Ichi dan Yue datang untuk membantu Xiao Shan, kakak beradik Huili itu sangat kagum pada Xiao Shan yang mengukir elemen kegelapan abadi menjadi jurus yang sangat brutal dan serbaguna.


Ichi Huili bertanya apakah Xiao Shan tidak kehabisan qi. Xiao Shan menjawab dengan jujur kalau qi nya hampir habis, hanya 8 / 100 qi yang tersisa di tubuhnya. Namun karena isi Dantian Xiao Shan jauh lebih besar dari orang lain, dia tidak akan pingsan dalam waktu dekat hanya karena menggunakan teknik berpedang kecil.


Xiao Shan baru akan mengalami kelumpuhan saat angka itu turun ke 5.


"kalau begitu charge qi mu, kami akan menjagamu,"


Ichi Huili menunjukkan kemampuannya yang unik. Selain bertarung menggunakan tongkat hitam yang mirip pena Ichi Huili memiliki jurus gabungan elemen tanah dan air, unsur lumpur.


"Percayalah pada kami Xiao Shan. Charge qi mu sebanyak mungkin, kami ingin melihat naga yang sangat kuat itu lagi." ucap Yue Huili dengan senyum manis.


Xiao Shan pun melakukan meditasi di tengah pertempuran. Untuk mendapat ketenangan dia membuat lubang dan mengurung dirinya di dalam tanah.


20 menit kemudian, saat Huili bersaudara sibuk melawan monster bunglon yang tidak terlihat pilar air tiba tiba keluar dari tempat Xiao Shan mengurung diri.


Ledakan besar terjadi seperti biasanya, Xiao Shan masih belum bisa mengendalikan elemen apinya setelah semua pertempuran yang terjadi.


"Dantian mu sudah penuh Xiao Shan?," tanya Ichi Huili. "Belum, tapi ini cukup untuk bertarung sampai sore." jawab Xiao Shan sambil mengukir halberd petir di tangan kirinya.


Tiba-tiba Ichi Huili kehilangan kesadaran. Adiknya, Yue Huili menjelaskan kalau dantian kakaknya sudah kering, itulah sebabnya dia pingsan. Sekarang Yue Huili meminta bantuan Xiao Shan untuk mengantar kakaknya ke kemah.


Xiao Shan menyanggupi permintaan itu, dia membuat awan dan mengambil jalur udara yang aman.


Sesampainya di kemah pengungsian di area selatan kota kerajaan, Xiao Shan menggertakan giginya melihat banyaknya korban dari bencana ini. Kebanyakan korban selamat itu kehilangan satu anggota tubuh mereka, namun keadaan ini juga membuat Xiao Shan menyadari sesuatu.


Setelah mengamankan Ichi Huili Xiao Shan berpisah dengan dua saudara itu. Yue Huili berjanji akan mencari Xiao Shan saat saudarinya bangun, sementara Xiao Shan pergi untuk meminta kesaksian dari para korban selamat.


Dari pengakuan para korban, kebanyakan penduduk berhasil selamat karena monster berhenti menyerang saat mendapatkan satu anggota tubuh mereka. Xiao Shan pun menarik kesimpulan kalau monster monster yang turun dari dunia lain ini tidak sekejam monster berzirah dari dunianya.

__ADS_1


"Jadi begitu. Para monster itu lebih memilih memakan anggota tubuh orang-orang terlebih dulu daripada membunuh mereka. Informasi ini mungkin bisa dimanfaatkan."


Muncul monster besar dengan tubuh dan kepala mirip manusia namun dengan alat vital yang menjijikkan. Monster yang dikenal sebagai ogre ini bukanlah spesies sembarangan, karena ogre yang muncul di depan Xiao Shan adalah rajanya para ogre, yang itu artinya diikuti oleh banyak ogre.


Melihat begitu banyak ogre yang berteriak dan mengaum di depannya Xiao Shan malah bergumam pada para monster itu. "Bagaimana kalian bisa selamat terjatuh dari langit? Apa ada kekuatan misterius yang menyelamatkan kalian dari kejatuhan?,"


Alih alih menunggu jawaban si monster Xiao Shan malah membunuh monster itu. Sang raja ogre bertubuh raksasa dan perkasa mati oleh satu ayunan pedang manusia yang membelah wajahnya.


Darah busuk membanjiri kemah pengungsian. Xiao Shan berlari secepat mungkin ke kemah untuk makan lalu kembali ke medan perang.


Di tempat lain Luo Shinu sedang memikirkan cara menutup gerbang di langit meskipun hanya satu. "Kita tidak bisa menunggu roh penjaga langit! Apalagi roh penjaga hutan yang dapat berkomunikasi dengannya hilang entah kemana. Kumpulkan pasukan kerajaan! Kita butuh qi dalam jumlah besar untuk meledakkan gerbang itu."


"Tapi komandan, kami tidak bisa melewati pelindung yang dibuat yang mulia." ucap kultivator.


Dengan enteng Luo Shinu melewati pelindung kaisar Wei, dia memiliki simbol khusus yang membuat qi nya dapat dikenali dengan mudah sehingga kaisar mengizinkannya masuk.


Kaisar Wei mengendalikan pelindung dari singgasananya. Luo Shinu mengajukan usulnya, namun usulan itu ditolak oleh kaisar.


"Apa kau sudah hilang akal komandan Shinu!? Bahkan Xiao Annchi tidak bisa menghancurkan gerbang itu, lantas apa yang membuatmu berpikir gabungan qi kalian bisa menghancurkan gerbang?," tanya kaisar dengan ekspresi murka sekaligus kecewa, menurutnya ide Luo Shinu sangat bodoh dan akan menghancurkan formasi pasukan kerajaan.


"Roh penjaga langit dan hutan nampaknya sedang mencari jalan keluar, lalu di pasukan kita ada pemuda tanpa nama yang sangat kuat. Asalkan kita menggunakan pemuda itu dengan baik saya yakin kita bisa mengembangkan kekuatannya untuk menghancurkan gerbang gerbang itu."


Kaisar semakin bingung dengan maksud komandannya. Terlihat seekor ular naga jingga keluar dari  salah satu gerbang. Luo Shinu mengajak kaisar untuk menonton, dengan percaya diri Luo Shinu mengatakan kalau sebentar lagi akan muncul naga kegelapan yang memangsa naga tersebut.


"Jangan serang naga itu kecuali Xiao Shan. Kaisar ingin melihat kekuatan pahlawan baru kita." ucap Luo Shinu dengan jurus telepati. 


Xiao Shan menghela nafas panjang, lalu mengeluarkan naga kegelapan berkepala 2.


"Kalahkan naga itu, setelah itu kita akan menutup gerbang dengan cara apapun." ucap Xiao Shan pada naga yang dikendalikan alter ego.


...***...

__ADS_1


__ADS_2