BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 9 : ECLIPSE (3) Naga Api (2)


__ADS_3

Api menyebar kemana mana. Api milik Xiao Shan berkobar sangat besar membentuk sebuah dinding yang akan sulit dilewati.


Roh penjaga hutan merasa tidak perlu memadamkan api itu karena akan berguna untuk mencegah para monster datang dan pergi.


Tiba tiba Xiao Shan ambruk ketika berlari. Dilihatnya kedua tangannya yang gemetaran luar biasa sebagai efek samping dari menggunakan jurus tingkat tinggi yang belum dikuasai sepenuhnya.


"aku tidak mengerti. Apakah elemen api terlalu berbahaya untuk ku gunakan. Kalau begitu aku harus cepat naik bintang. " gumam Xiao Shan dalam hati.


Qin Yuan menasihati Xiao Shan untuk pulang saja ke rumahnya, rumah keluarga Qin.


"tidak aku masih bisa bertarung. Walaupun tidak bisa bertarung aku bisa mengeluarkan jurus jurus berkali-kali." tegas Xiao Shan.


Roh penjaga hutan menyuruh Qin Yuan meninggalkan mereka. Qin Yuan pun pergi duluan menyusul pasukan kultivator di area depan gerbang kota.


Roh penjaga hutan menundukkan badannya hingga selaras dengan Xiao Shan. Roh penjaga hutan mengasihani Xiao Shan soal apa yang harus dia lakukan.


"keluarkan satu naga lagi. " ucapnya singkat.


Xiao Shan mengangkat kepala menatap wajah kakeknya. Orang itu sudah tua, wajahnya dipenuhi kerutan di sana sini, biarpun begitu dia mengerti semangat anak muda.


Roh penjaga hutan tidak semerta merta meminta Xiao Shan mengeluarkan jurus yang akan menyakitinya tetapi dia memandang Xiao Shan sebagai prajurit sejati. Sejak pertama kali bertemu roh penjaga hutan sudah mengakui Xiao Shan sebagai pria pemberani yang berani memukul anak selir. Orang yang tidak bisa dia lawan. Walaupun kelanjutannya dia kabur dari rumah.


Roh penjaga hutan tidak pernah kasihan pada Xiao Shan yang datang ke hutan di umur 5 tahun. Justru sebaliknya, ia penasaran akan potensi anak itu. Karena itulah tidak lama setelah pertemuan roh penjaga hutan berjanji pada Xiao Shan kecil akan mengajari kultivasi saat berumur 20 tahun.


"kalau saja aku melatihmu sejak 2 tahun yang lalu bayangkan sekuat apa kau sekarang. " gumam roh penjaga hutan.


"aku mungkin sudah sampai tingkat langit rendah sekarang. " imbuh Xiao Shan.


"perkiraanmu terlalu jauh. Tapi tidak ada yang mustahil. Karena itulah jangan terlihat lemah di hari pertamamu. "


Xiao Shan menolak dibantu bangun. Kalau hanya sekedar bangkit dia bisa melakukannya sendiri.


"tadi kakek minta apa? " tanya Xiao Shan sedikit tidak mengingat ucapan kakeknya.


"keluarkan satu naga lagi. Aku tidak memintamu tanpa alasan. Pasukan Centaur yang terkena apimu tidak bangkit lagi. "

__ADS_1


Roh penjaga hutan memiliki informasi lebih banyak tentang fenomena Eclipse yang merupakan salah satu permainan penguasa kegelapan. Dia sudah membagi informasi itu dengan Qin Yuan. Pasti sekarang pria itu sudah sampai di area tengah.


Xiao Shan menyiram badannya dengan bola air skala kecil. Tak disangka cara itu berhasil meredakan rasa panas di tangannya. Xiao Shan pun berlari menyusul Qin Yuan.


Tak jauh dari situ terlihat Komandan Centaur berzirah platinum sedang dikeroyok oleh 5 kultivator, termasuk Qin Yuan. Terlihat lingkaran aneh berwarna biru mengitari para kultivator.


Roh penjaga hutan menyuruh Xiao Shan membantu mereka. Roh penjaga hutan juga mengajari Xiao Shan cara untuk mengeluarkan jurus elemen api lain.


Xiao Shan harus mempelajari jurus api itu agar bisa membunuh para Centaur, waktu yang mereka punya pun tak banyak.


"kultivasi adalah bagian dari dirimu. Jika bola api dalam imajinasimu terwujudku sebagai naga berarti ada yang salah dengan dirimu."


"bayangkan saja sesuatu yang lebih kecil dari bola itu. "


Xiao Shan membayangkan seekor ngengat dan di tangannya. Garis imajiner muncul dan membentuk sebuah bola api di tangannya.


"apa! Saat aku membayangkan bentuk hewan malah jadinya bola api. Sedangkan saat aku membayangkan bola api yang keluar malah seekor naga. "


Bola api itu 3 kali lipat ukuran kepalanya, anehnya memegang api itu tidak membuatnya kepanasan.


"ini tidak menyakitkan, aku berhasil kakek! "


Roh penjaga hutan dan Xiao Shan melewati para kultivator yang sedang bertarung melawan komandan monster.


Sambil berlari roh penjaga hutan menunjuk ke kawanan zombie Centaur. Mereka target kita. Ucapnya dalam bahasa isyarat.


Xiao Shan mengangguk. Karena lengah dia hampir saja kena tombak monster. Asap hitam keluar dari pangkal tombaknya. Apapun itu tampaknya berbahaya. Xiao Shan menjauhi asap hitam dan mayat para Centaur yang bangkit kembali.


Api di tangan Xiao Shan membuat para zombie Centaur itu enggan mendekatinya. Xiao Shan semakin heran saat melihat ada wanita tanpa kepala, pria tanpa tubuh bagian bawah berjalan mendekatinya.


"tampaknya mereka terkena jurus kultivasi tingkat tinggi yang mampu menahan kematian. Ini cuma asumsiku sih, tapi sepertinya kekuatan itu berasal dari gerhana itu. "


Xiao Shan sadar tidak bisa menghentikan gerhana yang sedang berlangsung. Tapi dia bisa membuat para monster itu tidak bangkit lagi.


"aku sudah hampir mencapai batasanku, jadi jangan bangkit lagi setelah aku menghancurkan kalian!!! "

__ADS_1


Bola api itu berubah menjadi naga seiring perubahan emosi Xiao Shan. Xiao Shan yang sadar jurus naga api itu berbahaya pun berusaha membatalkannya.


Dengan cepat roh penjaga hutan dan seorang kultivator wanita yang tidak Xiao Shan kenal, memutari pasukan monster dan mayat hidup lalu mengurung mereka dengan jurus gabungan elemen air.


Penjara air yang mereka buat terbuka di bagian atasnya seolah menjadi jalan untuk bola api Xiao Shan masuk ke dalamnya. Xiao Shan pun memanggil golem agar dia bisa naik ke tempat yang lebih tinggi, lalu menembakkan naga api ke dalam penjara air.


Sisi penjara air yang ditahan oleh si wanita pecah saking besarnya ledakan yang terjadi, api sampai membumbung tinggi ke langit.


Roh penjaga hutan sampai kehabisan kata-kata. Tampaknya dugaannya soal Xiao Shan adalah jenius 1000 tahun sekali itu benar. Tapi daya hancur yang dimiliki Xiao Shan di tingkatnya sekarang ini sudah jauh melampaui jenius 3000 tahun yang lalu.


"wahh lihat itu... " Qin Yuan mengalihkan pandangannya ke pilar yang memancarkan cahaya.


"Qin Yuan, jangan terfokus pada hal lain! Musuh kita masih sangat kuat! " teriak komandan Zhao Liu disusul panggilan kultivator lainnya.


Qin Yuan lalu berkata, "aku sudah membantu meningkatkan kekuatan kalian dengan jurus unik keluarga ku. Apa kalian masih harus ku bantu? Lagipula ada orang yang lebih cocok untuk pekerjaan ini. "


Komandan Zhao Liu menganggap Qin Yuan sudah gila. Namun tak lama kemudian sebuah panah api meleset diantara mereka. Panah itu menancap di dada komandan Centaur lalu berubah menjadi kobaran api yang besar saat disentuh.


Panah api yang tak lain berasal dari Xiao Shan yang mulai paham cara kerja elemen apinya. Singkatnya elemen apinya sangat sensitif pada amarah maupun semangat dalam jiwa. Karena itulah Xiao Shan harus mengosongkan pikiran untuk bisa mengendalikan bentuk perubahan api itu.


"aku harus tenang kalau ingin mengendalikan api ini. Sekalipun tanganku terbakar aku harus tetap tenang, jangan terbawa sifat api. "


Sambil menahan panas di tangannya Xiao Shan menembakkan panah api terkali kali ke komandan Centaur. Berkat usaha keras para kultivator menghancurkan zirah monster itu Xiao Shan jadi lebih mudah membunuhnya.


"keuukkkhhh... " rintih komandan Centaur sebelum mati dilalap api.


Melihat betapa dahsyat nya serangan para kultivator pasukan Centaur yang tersisa pun memutuskan untuk mundur.


Fenomena Eclipse pun berakhir setelah kekalahan komandan Centaur. Xiao Shan yang mendengar teriakan suka cita para kultivator merasa semuanya sudah selesai, dan memutuskan untuk tidur di bawah rembulan yang kini telah kembali normal.


"gerhana yang aneh itu sudah hilang rupanya. Baguslah. Disini lebih nyaman ketimbang di rumah keluarga Qin yang banyak gagaknya. " celoteh Xiao Shan sebelum memejamkan mata.


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.

__ADS_1


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁


.................................................................................


__ADS_2