BERKULTIVASILAH BERSAMAKU

BERKULTIVASILAH BERSAMAKU
Bab 30 : Melawan Kultivator Langit Rendah Sendirian


__ADS_3

Krak krakk kraak


Xiao Shan mendengar suara aneh dalam tidurnya. Dirinya yang kelelahan setelah berlatih seharian tidak memperdulikan apapun di luar sana selama itu tidak membuatnya terancam.


Seorang kultivator terbiasa tidur sambil terjaga termasuk Xiao Shan yang baru diajari caranya oleh Roh Penjaga Hutan.


"...pengguna elemen kegelapan di bawah tahap cakrawala hanyalah sampah. Kau belum layak menggunakan kekuatan ini. "


Xiao Shan terbangun dengan kasar. Suara orang di mimpinya mirip suara ayahnya. "Kenapa harus suara ayah...? Padahal aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Kenapa harus dia...? "


Xiao Shan mencoba mensugesti dirinya sendiri agar kembali tidur.


Dan dia berhasil.


***


Di istana kaisar sedang menghukum para penjaga yang tidak becus menjaga kamarnya. Di ruang bawah tanah yang becek dan bau kaisar bahkan tak mau menyentuhnya. Kaisar memerintahkan algojo untuk menyiksa 2 penjaga yang sempat mendengar suara gaduh di kamar kaisar.


Dengan mulut penuh luka kedua penjaga mengulang ulang permintaan maaf yang sama.


"Maaf saja tidak cukup! Kalian harus membayar keteledoran ini masing masing dengan sebelah mata, sebelah telinga, sebelah rongga hidung, satu tangan, satu kaki, dan satu ginjal! "


Hukuman kejam itu diputuskan oleh kaisar setelah terpengaruh ucapan An Yanrou. Wanita rubah itu menggunakan air mata dan lebih gilanya melakukan Self-punishing agar menarik empati sang kaisar. Mengingat pada malam itu kaisar sedang bergaul dengannya.


Berkat Self-punishing selir An Yanrou, kaisar pun semakin marah kepada kedua penjaga itu, sehingga memberikan hukuman berkali kali lipat.


Selir An Yanrou menikmati penyiksaan terhadap kedua pria itu. Tujuannya tak lain adalah untuk melampiaskan kekesalannya karena tak bisa bertemu Xiao Shan dan tak bisa menghukum komandan Zhao Liu. Dia juga tidak bisa menghukum keluarga Qin yang sempat menghalangi pasukan kerajaan membawa Xiao Shan.


Setelah mengetahui sumur ajaibnya digunakan oleh seseorang, kaisar memerintahkan salah satu dari 3 kultivator langit rendahnya, untuk melacak lokasi yang dituju para pelaku.


Nama kultivator ini Luo Shinu. Dia di klaim merupakan yang terkuat dari 3 kultivator langit rendah yang menjaga kerajaan, dengan julukan terhormat Pedang Api Biru.


"Pastikan kau membawanya sebelum hari berganti. Jika selama itu kau belum kembali aku akan mengumumkan kematianmu dan mencabut semua gelar dan kekayaanmu. " Perintah kaisar bercampur ancaman yang nyata.


Luo Shinu membungkuk lalu mengucapkan sumpah. "Saya berjanji akan membawa rakyat yang telah lancang menggunakan pusaka suci tanpa izin yang mulia. "


Luo Shinu diizinkan untuk memasuki sumur suci dengan mengemban misi. Dia pun sampai di daratan utara yang dingin dan bersalju.


Kaisar Wei mempercayai kemampuan Luo Shinu. Karena dia adalah orang pertama yang dapat melacak destinasi sumur ajaib.


"(Ini daratan utara sebelah mana?)"


Luo Shinu memeriksa posisi matahari. Terlihat matahari berada tepat di atas kepalanya yang itu berarti dia ada di timur laut daratan bersalju.


Saat mendongak ke langit Luo Shinu juga melihat sesuatu yang aneh. Penampakan ikan terbang berjumlah 7 ekor. Fenomena seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya.


Di dekat sana Luo Shinu menemukan sisa sisa aura manusia. Khawatir ada orang yang membutuhkan pertolongan di daratan mati, Luo Shinu pun mengikuti jejak aura itu, berlari dengan kecepatan tinggi.


Untuk sesaat dia melupakan tugasnya mencari penyusup.

__ADS_1


Jejak aura berakhir di tubuh seorang bocah yang memiliki aura yang sangat kuat. Dengan penuh sopan santun Luo Shinu menyapa Xiao Shan.


"Permisi tuan, apa kau memerlukan bantuan? "


Xiao Shan menoleh ke pria asing di belakangnya. Mereka saling tatap selama beberapa detik sampai Xiao Shan sadar siapa orang itu setelah melirik ke kerah bajunya.


"Dia tentara istana?! "


Xiao Shan belum menguasai keterampilan berguna yang diajarkan Guan Yu, sehingga dia kesulitan mengetahui level prajurit itu.


"Sepertinya kau tidak butuh bantuan tuan. Tapi apa yang kau lakukan di daratan mati ini yang sangat dingin ini? "


Xiao Shan memilih jawaban dengan hati-hati hingga terpilihlah sebuah jawaban yang paling masuk akal dan tidak akan bisa disanggah.


"Aku dan istriku kawin lari lalu bersembunyi disini. " , "Jangan khawatir, kami bahagia walaupun hidup dalam pelarian. " Tambahnya.


Luo Shinu terdiam. Dia lantas berkata ke Xiao Shan. "Keluarga Luo memiliki jurus rahasia mata waktu. Dengan jurus itu kami bisa melihat kejadian di masa lampau.


Luo Shinu menarik pedangnya dengan pelan lalu menghunuskannya ke Xiao Shan.


"Aku tidak tahu apa motif dan tujuanmu memancing amarah sang kaisar. Yang jelas kau harus bertanggung jawab dengan cara bersujud di kakinya. "


Xiao Shan tertawa mendengarnya.


"Kalau aku menyerahkan diri yang selanjutnya akan terjadi adalah kaisar memerintah algojonya mencincang tubuhku dari ujung kaki. " Sahut Xiao Shan mengutarakan pemikirannya.


Luo Shinu mengayunkan pedangnya membentuk lingkaran sempurna. Itu adalah tebasan qi mentah yang sangat tajam dan destruktif.


"(Dia lambat.)"


"(Kakek bilang aku yang sekarang bisa bertahan melawan kultivator Cakrawala selama beberapa menit. Mari kita coba.)"


Xiao Shan menembakkan bola api sebanyak 8 kali ke Luo Shinu. Tapi semua bola apinya ditahan oleh sebilah pedang yang diselimuti api berwarna biru.


"Tunggu, jangan-jangan kau si Pedang Api Biru?! "


Luo Shinu mengukir senyum sombong lalu me-amplifikasi ukuran pedangnya berkali lipat.


Luo Shinu mengeluarkan jurus.


Tingkat Langit Rendah, Frostbite.


Luo Shinu mengayunkan pedangnya besarnya ke Xiao Shan.


Dengan sekuat tenaga Xiao Shan menahan serangan tebasan itu.


Pedang Luo Shinu menghantam tanah, mendorong Xiao Shan menembus tanah yang keras. Bersamaan dengan itu terdengar suara gemuruh dari langit.


Para ikan terbang yang tak lain adalah monster dugong panggilan Xiao Shan menyerang Luo Shinu dengan beringas.

__ADS_1


Namun alih-alih mengangkat pedangnya yang menancap di tanah, Luo Shinu justru membuat pedang kedua dengan jurus elemen besi, lalu bersiap mengeluarkan jurus yang sama.


Xiao Shan berhasil melindungi tubuhnya dari pedang. Di detik detik terakhir Xiao Shan berhasil memperkuat elemen tanah menjadi elemen besi yang bahkan lebih kuat dari metal biasa.


Karena tak bisa keluar dari celah tanah itu Xiao Shan pun meminta bantuan Alter egonya.


"Apa yang kau inginkan dariku? "


"Jangan sinis begitu. Pasukan istana mengejar kita. Kurasa dia ada di tingkat Cakrawala awal. " Tutur Xiao Shan.


"Jadi pasukan istana datang! Hahahaa... aku tidak sabar melihatmu disiksa sampai mati. "


"Berhenti melantur, aku butuh kekuatan kendali apimu untuk melelehkan tanah di sekitar kita. "


"Malas. "


Alter Ego menolak membantu sampai dia merasakan sendiri tekanan aura kuat dari atas sana. Alter Ego pun takut jikalau siksaan algojo berefek juga padanya.


"Akhh..! Baiklah! Tapi kau harus menang! "


Alter Ego menyentuh bintang api sembari duduk di atas kolam qi. Xiao Shan pun dapat peningkatan kontrol api sampai 100%.


"Sekarang angka presentasi mu yang payah itu sudah naik ke 100. Jangan membuat malu Xiao Shan! " (Alter Ego)


Selama Xiao Shan berbicara dengan Alter Ego Luo Shinu beres mengurus para monster dugong. Tidak masalah bagi Luo Shinu kalau satu targetnya mati. Karena masih ada 3 orang lagi yang bisa diserahkan ke kaisar.


Saat Luo Shinu hendak mencari lagi tanah yang dia pijak meleleh.


Seorang manusia obor keluar dari tanah.


"Kau pasti sudah gila. Padahal aku sudah menunjukkan kalau aku seorang master api. Tapi kau malah menantang bertarung dengan api. " Ucap Luo Shinu.


Badan Xiao Shan tertutup api sepenuhnya. Luo Shinu berbicara lagi. "Aku harus memujimu, tadi adalah jawaban yang sangat pintar. Kebanyakan orang pasti akan menganggapmu gila. "


"Lalu kau membalas, cinta membuat siapapun menjadi gila. " Luo Shinu masih mengoceh.


Xiao Shan yang muak pun langsung melelehkan es dan membuat lingkaran api yang sangat besar disana sini. Tujuannya adalah mengganggu fokus dan penglihatan Luo Shinu.


"Maaf aku banyak bicara. Menyerahlah sebelum kesabaranku habis! "


Xiao Shan merespon ancaman itu dengan mengeluarkan petasan berbentuk naga berkepala 2 di tangannya. Rencananya Xiao Shan akan membombardir tempat itu agar mendapat kesempatan untuk kabur.


.................................................................................


Dukung author dengan cara baca sampai habis. Like, favoritkan, dan komen.


Boleh mengkritik asal menggunakan bahasa yang sopan. Jadilah pembaca yang bijak agar kita sama-sama merasa nyaman. 😁


.................................................................................

__ADS_1


__ADS_2