
Eps 10
happy reading...
ššš
Disepanjang koridor sebuah rumah sakit terbaik di Jakarta. Terlihat beberapa perawat mendorong brangkar pasien dengan terburu - buru, dan diikuti oleh dua orang pria beda generasi.
Tepat didepan ruang UGD, mereka dihentikan perawat agar tidak ikut masuk ke ruang itu.
"Ya Allah dek.... Semoga kamu bertahan sayang..." Ucap Juan dengan harap - harap cemas.
Kemudian dia menoleh pada sosok paruh baya yang ada disampingnya.
"Pa...!" Panggilnya pada Mahendra.
"Adik kamu pasti akan segera pulih seperti sebelumnya Juan." Ucap Mahendra penuh harap. Walaupun dia benar - benar tahu kondisi putri semata wayangnya.
"Ya pa. Mia pasti segera pulih lagi." Juan pun ikut berharap dengan kondisi adiknya.
Beberapa jam menunggu. Akhirnya dokter yang selalu menangani Mia keluar dari UGD, dan menghampiri Mahendra dan Juan.
"Sebaiknya kita bicara di ruangan saya Tuan Mahendra." Ajak Dr. Roy. Dan tanpa menunggu lama Mahendra dan Juan mengikutinya.
Di ruangan Dr. Roy.
"Bagaimana dok?" Tanya Mahendra tak sabar.
"Kondisi pasien semakin lemah tuan Mahendra. Kita hanya bisa berdoa akan sebuah keajaiban datang kepada Mia. Semoga dia bisa bertahan lebih lama lagi." Dr. Roy mengatakan kondisi Mia yang sebenarnya.
Mendengar penjelasan itu, Mahendra dan Juan hanya bisa terdiam lesu. Putus asa dengan keadaan, satu - satunya wanita yang mereka sayangi harus berjuang menahan sakit selama ini.
Berbagai macam cara pengobatan yang telah mereka lakukan demi pengobatan untuk Mia. Namun takdir berkata lain. Mereka sudah pasrah atas kehendak yang Allah diberikan kepada mereka.
Satu - satunya hal yang masih bisa mereka lakukan adalah, memberikan segala kebahagiaan untuk Mia.
Setelah dari ruangan Dr Roy, Mahendra dan Juan menuju ruangan Mia untuk melihat kondisinya.
Ceklek...
Pintu dibuka, dan tampak seorang gadis berwajah pucat tengah terbaring di ranjang.
"Mas sayang banget sama kamu dek..." Juan meraih tangan Mia dan mengecup punggung tangannya.
Sedangkan Mahendra terduduk di sofa dengan tatapan kosongnya. Sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya.
****
Kali ini sepulang kuliah, Zia akan mengambil paket yang telah dikirimkan bundanya.
__ADS_1
Zia meminta pada bundanya untuk mengirimkan beberapa bumbu dapur yang tidak bisa dijumpainya di Korea. Itu dikarenakan Zia belum telalu bisa menyesuaikan lidahnya dengan masakan Korea.
Setelah urusan selesai, Zia langsung bergegas kembali ke kosan.
Sementara di dalam sebuah mobil terjadi perbincangan tentang skandal salah satu member Blue Ring.
Karena dalam waktu sebulan ini, selalu saja ada foto skandal itu yang beredar di Internet.
Dan hal itu menyebabkan penurunan popularitas Blue Ring di dunia K-Pop.
"Jadi kau sudah menanyakan itu pada Jessy, Ji-Sung?" Tanya Jae Su.
"Hemmm ya. Ternyata benar dia yang melakukannya. Dia tidak terima aku putuskan. Dan dia menggunakan cara itu agar aku menikahinya. Cihh... Dasar wanita licik." Tutur Ji-Sung.
"Semoga kau puas dengan hasil dari masalah yang kau buat ini, Ji-Sung." Sarkas Yong Su yang sudah geram dengan ulah Ji-Sung.
"Aku juga tidak tahu bakal begini jadinya." Jawab Ji-Sung lesu.
"Sudah lah, jadikan ini pelajaran bagi kita, terkhususnya kau Ji-Sung, jika dekat dengan seorang wanita." Tutur Jae Su bijak.
Terjadi keheningan beberapa saat. Hingga...
"Hei... Bukannya itu kakak ipar?" Tiba - tiba Tae Won menegakkan duduknya, tanpa sengaja melihat gadis yang sedang membawa kotak berukuran besar yang terlihat berat.
Serempak mereka melihat arah yang ditunjuk Jae Su.
"Dari mana dia?" Gumam Jae Su.
"Cepat juga dia." Decak Yong Su.
"Hai zia..." Sapa Jae Su.
Zia kaget, karena tiba - tiba ada seseorang berdiri disampingnya dan menyapanya.
"Oh... hai Jae Su." Sapanya balik.
"Kamu dari mana?" Tanya Jae Su ingin tahu.
"Aku dari mengambil kiriman dari ibuku." Tunjuknya pada kotak besar ditangannya.
"Oh... Perlu bantuan?" Jae Su menawarkan bantuan kepada Zia, mana tau bisa sekalian tahu rumah Zia, dan dipersilahkan mampir.
Harapan tinggal harapan.
"Engga usah. Itu rumahku sudah dekat." Tunjuk Zia pada bangunan yang berada di tak terlalu jauh dari mereka.
"Baik lah, ka-" belum sempat Jae Su melanjutkan ucapannya, terdengar suara mengintrupsi.
"Hai kakak ipar...." Sapa Ryung dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Zia dan Jae Su langsung mencari suara yang berasal dari dalam mobil. Dan alangkah kesalnya Jae Su karena Ryung memotong ucapannya.
"Hai..." Sapa Zia balik dengan senyumannya.
"Perlu bantuan? Kelihatannya kau membawa kotak yang terlalu berat." Ryung ikut - ikutan menawarkan bantuan.
Sedangkan Jae Su sudah memelototkan matanya memberi peringatan. Seolah berkata "jangan ikut campur usahaku".
"Enggak usah, terima kasih. Udah dekat kog. Oh iya... Kalau kamu mau, kamu bisa datang dengan Jae Su untuk mencicipi masakan ku hari minggu ini di tempat tinggal ku." Tawar Zia kepada Ryung.
Dan dengan senang hati Ryung menyetujuinya. Tiba - tiba kaca jendela mobil bagian belakang terbuka lebar.
"Apa kami akan kau ajak juga kakak ipar?" Dan menyembul lah kepala Tae Won yang menawarkan diri.
"Oh... Ada banyak orang dimobil ternyata." Zia kaget karena bukan hanya Jae Su dan Ryung dimobil. Ada tiga orang lagi didalamnya.
"Boleh boleh... Lebih ramai lebih baik bukan? Baiklah... Aku tunggu kedatangan kalian minggu ini. Kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa." Zia melambaikan tangannya keempat orang itu.
"Aku duluan Jae Su." Kini zia pamit pada Jae Su.
"Ya. Hati - hati."
Setelah Zia berlalu, Jae Su menuju ke kursi kemudi.
Blammm....
Jae Su menutup pintu mobil dengan kencang. Keempat orang didalam mobil pun terkaget.
"Kenapa kalian mengacaukan kencan pertamaku?" Sungut Jae Su kepada adiknya.
"Kami juga ingin mengenal kakak ipar Hyung." Ryung memberi alasan. Padahal tadi dia hanya berbasa basi saja.
"Ck... Awas nanti kalian berulah disana." Jae Su memberi peringatan.
"Kau tenang saja Hyung. Karena setahuku, orang Islam tidak boleh hanya berduaan antara laki - laki dan perempuan yang bukan suami istri. Mungkin karena itu kakak ipar setuju jika kami ikut denganmu." Terang Ryung.
"Dari mana kau tahu?" Tanya Yong Su penasaran.
"Dari internet. Semenjak Jae Su hyung mengatakan dia orang Islam, disitu aku cari tahu tentang Islam." Kata Ryung lagi.
Mereka hanya mengangguk mendengar penjelasan Ryung itu.
Sedangkan Jae Su, dia mulai berfikir, bahwa di harus mempelajari apa - apa saja tentang Islam. Agar dia tidak melakukan kesalahan agar wanitanya bisa lebih nyaman bersamanya.
...****************...
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...
Terima kasih sudah mampir buat baca karya author š
__ADS_1
jangan lupa untuk like dan komen