Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 15


__ADS_3

Eps 15


happy reading....


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Seminggu masa pemulihannya, Jae Su selingi dengan belajar mengaji dan sholat, dengan dibantu seorang ustadz yang diundang ke apartemen nya.


Sedangkan untuk intensitas kedekatan Zia dan Jae Su tetap berjalan lancar. Walaupun tidak saling bertemu, mereka tetap berhubungan melalui telepon dan via chat.


Namun disisi lain, para wartawan masih memburu tentang berita terbaru dari Jae Su, yang mengatakan bahwa dia sudah menjadi mualaf.


Dan itu mendatangkan kehebohan di agensi tempatnya bernaung. Terkhususnya dalam lingkup Blue Ring.


"Aku tidak menyangka Jae Su mengambil keputusan ini. Dan untungnya orang tua Jae Su tidak keberatan atas keputusannya." Ujar Ji-Sung.


"Hemmm... Ternyata pengaruh wanita bertutup kepala itu begitu besar bagi seorang Jae Su." Kini giliran Yong Su memuji Zia.


"Tutup kepala itu namanya hijab." Sahut Ryung dengan nada sewot mendengar kata bertutup kepala.


"Apa pun itu, semoga itu jadi hal baik bagi Jae Su hyung." Sambung Tae Won bijak.


"Hemmm benar. Semenjak Zia hadir dalam hidup jae Su, banyak perubahan positif yang terjadi pada nya. Jae Su seperti hidup kembali, dan dia lebih mudah untuk tersenyum." Tutur Yong Su.


Mereka bersyukur dengan pencapaian yang didapat Jae Su. Setelah pernah dikhianati sang mantan kekasih, Jae Su tak pernah terdengar dekat dengan wanita mana pun.


Kini Jae Su sudah pulih total, dan akan memulai aktifitasnya lagi. Hal pertama ia akan melakukan konferensi pers untuk mengklarifikasi kan berita itu.


Dan disinilah kini saatnya untuk Jae Su melakukan konferensi pers mengenai berita yang beredar tentang nya.


Dengan didampingi member Blue Ring yang lain dan sang manager. Jae Su duduk didepan para wartawan yang menyoroti nya dengan kamera.


"Selamat siang! Saya Jae Su, disini untuk mengkonfirmasi berita yang beredar tentang saya." Jae Su memulai perkataannya.


"Benar bahwa saya Park Jae Su telah memeluk agama Islam dan menjadi mualaf." Tutur Jae Su memberi keterangan.


"Apa ini karena gadis bertutup kepala itu Jae Su?" Tanya seorang wartawan.


Jae Su tersenyum. Tiba - tiba iya teringan dengan wajah gadis berjilbab bermata sendu itu.


Apakah ia harus jujur? Kalau ia jujur, Jae Su khawatir, para wartawan dan para fans nya akan mencari tahu tentang Zia. Dan itu akan berakibat ketidak nyamanan Zia, karena pasti privasi nya bakal terganggu.


"Bukan. Gadis itu adalah orang yang kebetulan saya minta bantuannya, untuk membimbing saya untuk agar bisa bertemu dengan orang yang bisa menjadikan ku seorang mualaf." Jae Su berusaha menutupi siapa Zia. Dia harus bisa melindungi Zia.


"Apa orang tua anda tidak keberangkatan untuk hal ini?" Tanya seorang wartawan yang lain.


"Tidak. Orang tua ku tidak keberangkatan. Mereka membebaskan semua keputusan itu padaku." Jawab nya lagi.


"Baiklah cukup sampai disini. Terima kasih." Jae Su memberikan kalimat penutupnya agar tak mendapatkan pertanyaan yang lebih banyak lagi.


Jae Su serta yang lain berdiri dan meninggalkan aula tempat konferensi pers itu.


****


Malam ini hujan turun dengan deras. Membuat seorang Zia Aulia tertidur diwaktu yang lebih awal dari biasanya, setelah menyelesaikan shalat isya nya.


Hingga subuh menjelang, ia baru terbangun dan langsung melaksanakan tugas nya sebagai seorang muslim. Tak lupa menyempatkan sebentar untuk membaca Al Qur'an.


Setelah nya, Zia bergegas ke dapur membuat sarapan dan bekal makan siangnya. Kemudian bersiap membersihkan dirinya dan berangkat kuliah.


"Astaghfirullah..." Zia mengelus dadanya karena kaget, saat membuka pintu, ternyata ada orang tepat didepan pintu, lengkap dengan senyumannya.

__ADS_1


"Assalamualaikum..." Ucap salam dari seseorang. Dan itu ternyata adalah Jae Su.


"Wa allaikumussalam. Jae Su. Kamu udah sehat?" Tanya Zia, dibalas anggukan Jae Su.


"Mau pergi kuliah?" Tanya Jae Su melihat Zia sudah rapi.


"Iya. Ada kelas pagi ini." Jawab Zia.


"Ayo aku antar." Tawar Jae Su.


"Kamu tidak sibuk? Pagi sekali sudah sampai sini?"


"Tidak. Aku memang mau mengantarmu ke universitas." Tutur Jae Su.


"Baik lah kalau kamu tidak sibuk dan repot." Ajak Zia.


Didalam perjalanan, mereka membahas tentang proses pembelajaran Jae Su tentang Islam. Dan sejauh ini semua berjalan dengan lancar.


Tak lama mobil berhenti didepan universitas dimana Zia menimba ilmu.


"Belajar yang rajin. Biar cepat lulus. Semangat...!" Jae Su memberi semangat.


"Ya terima kasih. Assalamualaikum." Pamit Zia.


"Wa allaikumussalam." Jae Su tersenyum hangat.


****


Dikelas


"Tadi diantar siapa Zi?" Tanya Joana yang melihat Zia diantar seseorang.


"Pasti cowok mu ya kan?" Tebak Joana.


"Bukan Jo. Cuma teman. Aku kan gak mau yang namanya pacaran - pacaran. Mau langsung nikah." Bantah Zia.


"Oo... Jadi calon suami?" Dengan seringai kecil Joana menggoda Zia.


"Isshh... Apa si Jo? Masih kecil udah bahas calon suami aja kamu. Kuliah dulu yang bener. Baru mikirin calon suami." Sewot Zia.


"Iya juga gak apa Zi. Sah - sah aja kan?" Joana masih menggoda.


Tak tau kah Joana, kalau sekarang Zia menahan malu karena godaannya.


****


Enam bulan berlalu, kini tiba saatnya libur semester pertama pun dimulai.


Dan hubungan antara Zia dan Jae Su berjalan lancar seperti jalan tol tanpa hambatan untuk saat ini. Walaupun hubungan mereka tanpa memiliki komitmen, tapi mereka tetap menjalani apa adanya dengan masih dalam batas - batasan yang tak dilanggar.


"Huffff.... Aku lelah... Aku ingin liburan...." Teriak Tae Won frustasi, karena benar - benar lelah dengan kegiatan Blue Ring sebulan ini tanpa henti.


"Ide bagus." Sahut Ryung bersemangat.


"Hemmm... Gimana kalau liburan di danau xx untuk beberapa hari?" Yong Su memberi rekomendasi tempat yang bagus.


"Boleh bawa teman kencan?" Ji-Sung mode Playboy on.


"Terserah, asal kau jangan sampai membuat masalah yang dapat merusak reputasi Blue Ring." Yong Su memperingati.


"Ok!" Ji-Sung membentuk tanda O dijarinya.

__ADS_1


"Kau akan membawa Zia, Hyung?" Tanya Tae Won pada Jae Su.


"Kalau dia bersedia, kenapa tidak." Jawab Jae Su cepat.


"Aku rasa Zia akan ikut bila ada wanita yang ikut dengan kita." Tae Won memberi kemungkinan.


"Ya. Dan aku akan membawa teman wanitaku untuk menemani Zia." Jawab Ji-Sung semangat untuk masalah wanita.


"Ya, bawalah teman wanita kalian agar Zia nyaman ikut dengan kita untuk berlibur. Aku akan mengabarinya." Jae Su menyetujui ide member lainnya.


šŸ“± Tuuut... Tuuut... Tuuut...


šŸ“² "Halo... Assalamualaikum." Terdengar sahutan dari seberang telepon.


šŸ“² "wa allaikumussalam. Sedang apa?" Tanya Jae Su sedikit berbasa - basi.


šŸ“² "Baru selesai mengecek pesanan dari online shop ku. Ada apa Jae Su?"


šŸ“² "Ini kan sudah memasuki waktu libur semester. Apa kamu mau ikut dengan ku dan yang lainnya untuk liburan?" Ajak Jae Su.


šŸ“² "Liburan? Kemana?" Tanya Zia.


šŸ“² "Ke daerah xx. Disana kami memiliki resort sederhana dipinggir sebuah danau. Kamu mau ikut?" Ajaknya lagi.


šŸ“² "Emm... Tapi kalian semua laki - laki, aku akan kurang nyaman nantinya." Zia ragu menerima tawaran Jae Su.


šŸ“² "Tidak usah khawatir. Ji-Sung akan membawa teman wanitanya. Kemungkinan yang lain juga akan membawa teman wanita mereka." Jae Su mencoba meyakinkan Zia.


šŸ“² "Berapa lama?"


šŸ“² "Mungkin tiga atau lima hari." Jawab Jae Su.


Zia tampak berfikir dan menimbang akan ikut atau tidak.


Dan akhirnya dia menyetujui ajakan Jae Su.


šŸ“² "Baiklah, minggu pagi aku jemput." Akhirnya Jae Su berhasil mengajak Zia.


šŸ“² "Iya."


šŸ“² "Ya sudah aku tutup telepon nya. Istirahatlah, jangan terlalu lelah untuk mencari uang. Bila kau ingin aku bisa membiayai kebutuhanmu." Tawar Jae Su, dan ditolak mentah - mentah oleh Zia.


šŸ“² "Ya sudah. Aku tutup telepon nya. Assalamualaikum." Jae Su mengakhiri percakapan.


šŸ“² "Wa allaikumussalam."


Setelah panggilan berakhir Jae Su langsung berdiri ingin kembali ke apartemen untuk istirahat.


"Heyy Hyung... Bagai mana?" Seru Tae Won yang melihat Jae Su berdiri hendak pergi.


"Zia akan ikut. Dan pastikan ada wanita lain selain dia disana nanti." Setelah berucap itu, Jae Su langsung meninggalkan mereka.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


berikan dukungan kalian untuk novel ini ya.


jangan lupa like dan komen nya


thanks for all šŸ™

__ADS_1


__ADS_2