Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 39


__ADS_3

Eps 39


happy reading....


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Siang menjelang sore, rombongan Zia bertolak ke Cross Wreck yang masuk dalam salah satu daftar destinasi yang harus wajib mereka kunjungi ketika berlibur ke Raja Ampat.


Di spot ini, mereka bukan hanya akan dimanjakan oleh biota laut yang berwarna-warni, tetapi mereka juga akan melihat sebuah bangkai kapal milik Angkatan Laut Jepang yang tenggelam pada masa Perang Dunia II, setelah mereka menyelam sedalam kurang lebih 18 meter.


Mereka semua dibuat penasaran dengan wujud kapal bersejarah tersebut. Yang katanya mereka dapat mengeksplorasi kapal tersebut sembari ditemani oleh berbagai macam ikan yang tinggal di bangkai kapal itu.


Kini kelima pria tampan itu sedang bersiap dengan perlengkapan menyelamnya.


Sedangkan Zia lebih memilih untuk menemani Eunjo. Lagi pula saat ini ia masih merasa tidak nyaman pada bagian bawahnya.


"Kamu yakin tidak ikut menyelam dengan kami, sayang?" Tanya Jae Su.


"Enggak. Aku disini aja sama Eunjo." Tolak Zia.


"Aku jadi merasa tidak enak, kakak ipar." Ucap Ji-Sung sedikit sungkan.


"Tak apa Ji-Sung. Nikmatilah kegiatan menyelam kalian. Mumpung masih di Indonesia." Ucap Zia menepis rasa sungkan Ji-Sung.


"Baiklah kalau begitu. Aku percayakan Eunjo padamu, kakak ipar." Ucap Ji-Sung. "Dan untukmu Eunjo, patuhlah pada bibi Zia. Apa kau mengerti?" Perintahnya pada sang anak.


"Ya ayah." Jawab Eunjo singkat.


"Kalau begitu aku akan menyelam dulu. Jangan kemana - mana. Jangan lirik pria lain." Ucap Jae Su memperingati sang istri.


Zia yang mendapatkan peringatan tak masuk akal sang suami, hanya bisa memutar bola matanya jengah.


Gimana Zia akan melirik pria lain, kalau nyatanya dia telah memiliki lelaki shaleh dan baik hati seperti Jae Su.


"Bibi!" Panggil Eunjo.


"Ya?"


"Bibi apakah tahu ibuku dimana berada?" Tanya Eunjo.


Mendengar pertanyaan dari bocah itu, Zia sontak terperanjat. Tak tahu harus bagaimana cara menjelaskan keberadaan ibunya.


"Euummm..." Zia harus bisa memilah kata yang tepat untuk menjelaskan masalah ini.


"Bibi tidak tahu dimana ibu kamu, sayang. Kenapa tidak bertanya langsung pada ayah kamu?"

__ADS_1


"Sudah. Aku sudah menanyakan dimsn ibu. Tapi ayah juga menjawab tidak tahu." Ucap Eunjo dengan wajah yang sedih.


"Eunjo...!" Panggil Zia dengan nada lembut, lalu mengangkat Eunjo keatas pangkuannya. "Eunjo sayang pada ibu?" Tanya Zia.


Eunjo diam dan berfikir sejenak. Mungkin ia bingung dengan perasaannya.


"Enggak tahu." Jawab bocah itu singkat.


"Kenapa?" Tanya Zia heran.


"Aku kan belum pernah lihat ibu." Jawabnya dengan polos. Astaga... Sungguh kasihan anak ini .


Zia mengelus lembut kepala Eunjo kecil. Kemudian mengecup ubun - ubunnya dengan penuh rasa sayang.


"Eunjo!" Zia menangkup kedua pipi bocah itu, dan mengarahkan agar menatap Zia.


"Walaupun Eunjo belum pernah lihat ibu. Eunjo harus tetap sayang sama ibu kamu. Karena apa?" Zia menjeda ucapannya.


"Itu karena, ibu sudah melahirkan Eunjo ke dunia ini. Jadi, dimana pun ibu berada, Eunjo harus berdoa untuk segala kebaikan bagi ibu Eunjo. Karena apa?"


"Apa?" Tanya Eunjo cepat.


"Karena Eunjo juga anak ibu. Wanita hebat yang udah berjuang buat jaga Eunjo waktu masih didalam perut ibu. Eunjo ngerti?" Zia menuntut pemahaman dari Eunjo.


"Iya bibi. Aku akan sayang pada ibu."


Setelah pembicaraan sensitif itu, Zia mencoba mengalihkan perhatian Eunjo kecil dengan mengajaknya bermain dan bercanda agar tak lagi membahas sang ibu yang entah ada dimana.


Hingga senja mulai muncul, dan muncullah kelima pria yang asyik menyelam sedari tadi.


"Woaaahhh... Ini sungguh keren. Akan ku pastikan, jika datang ke Indonesia lagi, aku akan mendatangi tempat ini lagi." Seru Tae won yang puas dengan acara menyelamnya.


"Hemm benar. Ini benar - benar keren." Yong Su pun merasa puas dengan wisata bawah laut ini.


"Kalian benar - benar suka?" Tanya Zia.


"Ya sayang." Jawab Jae Su cepat.


"Kalau begitu, masih ada beberapa tempat wisata bawah laut lain yang tak kalah keren dari tempat ini. Kalian bisa mencobanya besok kalau kalian mau." Tutur Zia.


"Benarkah?" Tanya Ryung antusias. Dia jadi ketagihan dengan olahraga diving ini.


Zia mengangguk mengiyakan. Hingga selang tak berapa lama datang seorang menyapa Zia.


"Zia...!?" Panggil seorang pria. Sontak Zia menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"Bang Juan!" Seru Zia riang.


"Kamu disini?" Tanya Juan.


Zia mengangguk. "Sama suami dan teman - teman." Ucapnya.


"Oh..." Juan melihat para pria yang ada disekitar Zia. "Maaf abang gak bisa datang. Melda lagi hamil tua. Dan udah tiga bulan ini kami tinggal disini. Papa suruh abang ngelolah urusan disini untuk sementara. Kalau papa, udah satu tahun ini tinggal di Ausi buat urus perusahaan yang disana. Abang dapat kabar kamu nikah aja dari ART yang ada dirumah." Tuturnya panjang lebar.


"Iya gak apa bang. Yang penting doa yang baik buat Zia sama suami. Oo..." Belum sempat Zia melanjutkan perkataannya, ia sudah mendengar suara deheman sang suami.


"Eeekkkemm..."


Zia menoleh kearah sang suami. Ia meringis karena sempat melupakan keberadaan suaminya ini.


Sedangkan keempat pria lainnya hanya bisa menyimak obrolan yang tak mereka mengerti itu.


"Oh iya bang, kenalin ini Jae Su, suami Zia." Zia memperkenalkan suaminya.


"Jae Su, ini bang Juan. Kakak dari almarhum sahabat aku. Kalian udah pernah sekali sebelumnya di Korea kog." Ucap Zia sedikit kikuk karena sudah melihat raut wajah sang suami yang mulai berubah.


Juan dan Jae Su saling berjabat tangan. Walaupun enggan, Jae Su harus tetap melakukannya demi menghormati sang istri.


"Dan mereka ini adalah sahabat suami Zia, bang." Kini Zia memperkenalkan member x-Blue Ring pada Juan. Mereka hanya saling menunduk memberi hormat satu sama lain.


"Jadi ini ceritanya bulan madu sambil bawa pasukan nih?" Canda Juan.


"Hahaha... Ya begitulah." Ucap Zia membenarkan.


"O ya Zi, kalau kamu masih lama disini. Kamu bisa mampir ke resort abang. Pasti Melda seneng bisa ketemu kamu. Apalagi kalau bertemu dengan suami mu dan temannya. Nomor ponsel abang masih yang lama. Jika ada waktu luang, datanglah ketempat tinggal Abang sama mbak Melda ya." Juan mengundang Zia dan yang lainnya.


"Insha Allah Zia mampir bang." Ucap Zia.


"Ya udah, Abang duluan. Udah mau magrib. Kasihan ibu hamil dirumah lagi nungguin. Assalamualaikum." Pamit Juan.


"Wa allikumussalam." Jawab Zia dan Jae Su kompak.


Setelah kepergian Juan. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke hotel.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa untuk dukung karya aku ya.


beli like kamu, komentar kamu, vote kamu. dan tambah ke list favorit kamu.

__ADS_1


terima kasih sudah mampir ke karya aku šŸ™


__ADS_2