
Eps 46
happy reading....
ššš
"Sayang!" Jae Su memanggil istrinya dari dalam kamar mandi.
"Sayang! Zia!" Panggil Jae Su lagi. Tapi ia tak mendapat jawaban dari sang istri.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka, dan Jae Su menyembulkan kepalanya. Melihat dan mengitari sekeliling kamar. Namun ia tak menemukan istrinya itu.
"Kemana Zia?" Tanya Jae Su pada dirinya sendiri.
Dengan terpaksa, Jae Su keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benang pun yang membalut tubuhnya.
Dengan santainya Jae Su berjalan kearah lemari untuk mencari handuk bersih. Dikamar mandi tadi, handuk yang ia bawa terjatuh kedalam bathtub. Dan otomatis handuk itu menjadi basah.
"Aaaaaaa...." Zia tiba - tiba masuk ke kamar dan langsung berteriak. Dan itu berhasil membuat Jae Su kaget dan panik seketika tanpa memperdulikan penampilannya saat ini.
Jae Su langsung berlari kearah istrinya yang sedang memunggunginya dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ada apa Zia, sayang?" Ia memegang pundak istrinya.
"Itu..." Tunjuk Zia kearah bawah, dan Jae Su mengikuti arah yang ditunjuk istrinya.
"Itu apa sih? Gak ada apa - apa disini kecuali kita berdua." Jae Su bingung yang dimaksud istrinya.
"Itu. Itu kelihatan Jae Su. Kenapa kamu gak pakai celana?" Ucap Zia masih menutup wajahnya.
Jae Su melihat ke arah tubuhnya. Dan ternyata? Dia belum memakai apapun sangking paniknya dia dibuat sang istri yang tiba - tiba menjerit.
Senyum usil tercetak diwajah tampan itu. "Jadi kenapa berbalik dan menutup wajah seperti itu, hem?" Jae Su merapatkan dirinya pada punggung sang istri.
"Iiiss. Kamu gak malu ya? Pakai baju dulu sana." Zia mendorong pundak suaminya dengan mata tertutup.
Jae Su tertawa kecil. Lucu sekali istrinya ini. Bukan hanya melihatnya, bahkan istrinya itu sudah meraba dan merasakan apa yang ada ditubuhnya ini.
"Kog kamu takut buat lihat aku?" Tanya Jae Su, ia masih ingin mengusili istrinya.
"Aku gak mau lihat kamu gak pakai baju. Kan aku yang jadinya malu." Sewot Zia.
"Ha ha ha.... Kamu ini." Jae Su melangkah ke depan istrinya. "Gak ada gunanya lagi untuk malu, sayang. Kamu 'kan udah sering lihat semuanya hampir setiap malam? Udah merasakannya juga kan?" Goda Jae Su.
"Eh?" Zia tertegun dan seketika menurunkan tangannya dan membuka matanya. Ia juga ya? Pikirnya.
__ADS_1
Jae Su hanya mengulum senyumnya saat melihat wajah bengong istrinya. Dan dengan secepat kilat ia memberi hadiah sebuah kecupan singkat dibibir sang istri. Dan dengan santainya pula ia memakai pakaiannya didepan istrinya itu.
Usai kejadian konyol yang terjadi dikamar tadi, kini Jae Su dan Zia sudah berada di meja makan. Mereka menyantap sarapan sederhana dengan menu sepiring omlate dan segelas susu.
"Jae Su!"
"Ya?" Sahut Jae Su singkat.
"Hari ini antar aku buat belanja bulanan ya?" Pinta Zia.
"Hem, ok. Kamu mau kemana saja pasti aku antar, sekalipun itu kebulan." Senyum Jae Su tercetak lebar, karena berhasil menggoda istrinya.
"Gombal." Sungut Zia, namun tak ayal itu berhasil membuat hatinya bahagia.
"Aku gak lagi gombalin kamu. aku cuma mau buat istri aku tersenyum dan bahagia. Aku akan dapat pahala yang banyak kalau berhasil buat istri ku ini senang." Jae Su mengedipkan sebelah matanya.
****
"Sudah siap?" Tanya Jae Su saat ia melihat istrinya menuruni tangga.
"Udah, ayo." Zia mengulurkan tangannya untuk digandeng Jae Su.
"Bik! Aku sama Jae Su mau belanja bulanan dulu ya?" Pamit Zia pada bik Marni yang sedang membersihkan ruang tamu.
"Iya, Nya." Sahut bik Marni.
"Kita ke pasar tradisional aja ya?" Ajak Zia.
"Kenapa kepasar tradisional? Bukankah lebih baik dan nyaman kita belanja di supermarket saja?" Jae Su mengerenyit sampai - sampai alisnya akan menyatu.
"Kalau belanja di pasar tradisional 'kan barangnya bisa di tawar." Zia sudah terjangkit virus perhitungan emak - emak.
"Memang uang yang aku beri masih kurang buat menuhi kebutuhan bulanan kita? Sampai - sampai kamu harus menawar bila mau beli sesuatu?" Tanya Jae Su. Ia takut materi yang diberikan kepada istrinya itu kurang.
"Enggak. Lebih malah." Zia menjeda ucapannya. "Kalau masih bisa berhemat, kenapa enggak?" Lanjutnya lagi.
"Astaga sayang!" Jae Su menepuk jidatnya. "Kamu lupa warna kartu yang aku kasih sama kamu?" Tanya Jae Su.
"Warna hitam 'kan?" Jawab Zia polos.
"Yup. Benar." Jae Su menjentikkan jarinya. "Apa kamu akan belanja di pasar dan membayar pakai black card itu, sayang?"
"Kan kamu juga kasih uang tunai." Kekeh Zia.
"Itu kan untuk keadaan emergency." Keduanya jadi berdebat.
"Iya deh iya." Zia mengalah dan tak mau mendebat suaminya lagi.
__ADS_1
"Itu baru istri seorang Park Jae Su." Jae Su mengelus pipi Zia. "Masa seorang artis terkenal dari Korea masuk pasar sih, sayang?" Jae Su mengerucutkan bibirnya.
"Hahaha... Aku sampai lupa siapa suami aku ini." Zia menyolek dagu suaminya.
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka sampai ke supermarket.
Saat mereka masih berada di bassman dan memasuki lift, suasana masih aman terkendali.
Tepat dilantai satu pintu lift terbuka. Beberapa wanita yang hendak masuk seketika tertegun dan tak mengedipkan mata ketika melihat sosok idola tampan itu tepat dihadapan mereka.
Karena para wanita itu tak kunjung masuk, akhirnya pintu lift pun tertutup. Dan meninggalkan wanita - wanita itu yang masih terpesona oleh seorang Jae Su.
"Omo Omo Omo! Pintunya ketutup." Panik seorang dari wanita itu. "Buka, buka, buka pintu lift nya." Wanita itu tetiba menjadi bodoh karena menggedor pintu lift yang sedang tertutup.
Sedangkan didalam lift, Zia mulai menampakkan wajah cemberutnya.
Emang susah ya? Jalan sama cowok ganteng. Harus tabah bila ada kejadian begini.
Ting
Lift terbuka kembali dilantai dua. Belum ada yang menyadari siapa yang keluar dari dalam lift itu.
Jae Su langsung menggandeng tangan Zia. Zia yang mendapat perlakuan manis itu tersenyum senang saat melihat tangannya digandeng oleh lelaki disampinnya. Hingga telinganya menangkap bisik - bisik dan pekikan tertahan dari sekitarnya.
Seketika ia sadar, bahwa mereka saat ini sudah menjadi bahan perhatian pengunjung supermarket ini.
"Ya ampun. Itu kan Park Jae Su? Ya Tuhan, ternyata lebih tampan di real life nya ya." Bisik seorang pengunjung.
"Ho oh." Temanya mengangguk cepat. "Apa itu istrinya ya?" Dan dengan berani ia menghampiri Jae Su dan Zia.
"Hay Jae Su oppa!" Sapa gadis itu.
Dan sebagai sopan santun, Jae Su membalas sapaan itu dengan senyum ramahnya.
"Aaaaaaa..." Gadis itu melompat kegirangan karena mendapat sapaan balik dari Jae Su.
Tanpa menghentikan langkahnya. Jae Su terus berlalu. Jika itu ia lakukan, ia yakin pasti akan terjadi kehebohan di sana. Karena Jae Su memberi mereka kesempatan untuk lebih dekat lagi.
Dan untungnya para fans nya itu hanya menyapanya dari jarak kurang lebih dua meter saja.
"Harusnya tadi pakai masker aja." Gerutu Zia.
"Resiko punya suami tampan, sayang!" Ucap Jae Su dengan entengnya. Dan tambah mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Zia.
...****************...
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...
__ADS_1