Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 27


__ADS_3

Eps 27


happy reading.....


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh dan melelahkan yang memakan waktu tujuh jam lebih, kini Zia dan rombongan pun tiba di bandara Soekarno Hatta.


Terlihat binar bahagia yang terpancar dari seorang Zia Aulia yang telah dapat kembali menginjakkan kakinya di tanah air tercinta, selama empat tahun lebih menuntut ilmu untuk meraih cita - citanya sebagai seorang ahli IT.


"Kamu senang sudah sampai Indonesia?" Tanya Jae Su.


"Ya. Akhirnya aku kembali, dan dapat berkumpul lagi dengan Bunda." Zia menyusut sudut matanya yang berair karena tangis bahagia.


"Ibu mu pasti senang mendapat kejutan darimu karena kamu sudah kembali ke Indonesia." Jae Su ikut senang dengan kebahagiaan Zia.


Sedangkan kedua orang tua Jae Su hanya memperhatikan kedua sejoli itu. Tampak pancaran cinta yang terlihat dari tatapan keduanya.


Ketika mereka sudah sampai bagian crub bandara, banyak pengunjung yang histeris karena mendapatkan seorang Jae Su 'Blue Ring' berada di bandara ini.


Dan itu berhasil membuat kehebohan di bandara. Banyak kamera yang mengarah pada mereka hanya untung mendapatkan foto seorang Jae Su. Dan untung saja kehebohan itu tidak berakhir dengan kericuhan.


"Ck, inilah kenapa Ibu malas pergi bersama dengan mu, Jae Su." Decak ibu Jae Su. "Selalu saja ada hal yang membuat ku tak nyaman dengan teriakan - teriakan para fans mu itu." Gerutunya lagi.


"Kami akan beristirahat ke rumah pribadi kami yang ada di Indonesia terlebih dahulu. Kemudian malamnya kami akan berkunjung kerumah mu, Zia. Untuk membahas tentang hubungan kalian." Tutur ayah Jae Su.


"Baik paman. Paman dan bibi beristirahatlah terlebih dahulu." Sahut Zia.


"Jae Su, kau antarlah Zia kerumahnya. Agar malam nanti kau bisa jadi penunjuk jalan untuk kami. Semoga kau tak lupa arah jalan menuju rumah Zia nanti malam." Ucap ayah Jae Su dengan candaannya.


"Baik ayah. Jadi kita berpisah disini? Kami akan pergi setelah ayah dan ibu sudah dijemput oleh supir." Jawab Jae Su.


Ayah Jae Su hanya mengangguk menanggapinya. Hingga tak berapa lama supir pun tiba, dan membawa kedua orang tua Jae Su menuju rumah mereka yang ada di Indonesia.

__ADS_1


Tak berapa lama, taksi pesanan mereka pun tiba. Kini mereka menuju sebuah rumah, dimana Zia dibesarkan dengan penuh kasih sayang.


Kini sampailah mereka di depan sebuah rumah tepat dipinggir jalan besar, sebuah rumah sederhana dengan halaman rumah lumayan luas yang terdapat sebuah pohon bunga tabebueya besar sebagai peneduh halaman rumah, dan terdapat sebuah toko kue yang tak terlalu besar yang berdempetan langsung dengan sebuah rumah minimalis itu.


Tampak seorang wanita paruh baya yang sedang menlayani pembeli dengan begitu ramahnya. Wajah yang mulai menua dimakan usia, tapi dengan tubuh yang masih gesit bergerak kesana kemari. Wanita yang begitu ia rindukan pelukannya selama empat tahun terakhir ini.


"Assalamualaikum Bunda...." Sapa Zia dengan suara bergetar menahan tangis dan rindu nya.


Gerakan bunda Rumi terhenti tatkala mendengar suara seorang wanita. Rumi seperti mengenal suara lembut ini, seperti suara putri tercinta yang telah lama pergi menimba ilmu di negeri orang.


Kini bunda Rumi berbalik untuk melihat sosok yang telah memanggilnya bunda. Betapa terkejutnya ia, ternyata benar itu suara sang anak tercinta. Putri satu - satunya. Ia melangkah mendekati sang putri, dan langsung menyentuh pipinya untuk dibelai.


"Ini beneran kamu zi?" Ucap bunda Rumi lirih tak percaya, putrinya ada didepan matanya.


Zia hanya mengangguk cepat dan tak bisa berkata. Kemudian keduanya langsung saling memeluk menyalurkan rasa rindu yang sudah lama tertahan. Dengan Isak tangis bahagia penuh rasa syukur bisa dipertemukan lagi setelah sekian lama.


"Kenapa gak kasih kabar ke Bunda kalau kamu sampai hari ini. Bunda kan bisa jemput kamu, terus masakin makanan kesukaan kamu nak." Ucap bunda Rumi sambil melepaskan pelukannya.


"Ya udah ayo masuk , istirahat dulu. Biar Bunda masakin makanan kesukaan kamu dulu." Ajak bunda Rumi.


Saat ingin menggandeng tangan Zia, kemudian ia baru sadar, bahwa sang putri datang tak sendiri, melainkan membawa seorang pria, yang jika dilihat keturunan orang Asia bermata sipit.


"Dia siapa Zi?" Tanya bunda penasaran melihat pria tampan yang tak dikenalnya itu.


"Dia Jae Su, Bun. Yang pernah Zia ceritain." Jawab Zia.


"Oh... Ini toh yang namanya Jae Su, yang sering ngedeketin kamu sampai - sampai dibela - belain jadi mualaf? Ganteng banget ya Zi. Tinggi lagi." Puji bunda dengan wajah mesam - mesem.


Idih... Si bunda mulai genit. Mentang - mentang ada cowok kece badai yang yamperin.


"Iya Bu. saya Jae Su, teman Zia." Bukan Zia yang menjawab, melainkan Jae Su yang menjawab.


Dan lebih hebatnya lagi ia menjawab dengan mengunakan bahasa Indonesia. Dan itu sontak membuat Zia dan bunda terperangah. Tak menyangka saja bahwa Jae Su bisa menggunakan bahasa Indonesia meski sedikit terbata.

__ADS_1


"Kamu bisa bicara pakai bahasa Indonesia, Jae Su? Sejak kapan?" Tanya Zia heran.


"Ya aku bisa bahasa Indonesia. Sudah belajar selama setahun lebih. Supaya lebih mudah beradaptasi di Indonesia." Jawab Jae Su sambil tersenyum.


"Masya Allah... Segitu niatnya kamu Jae Su? Terima kasih telah melakukan sejauh ini." Ucap Zia skeptis.


"Demi kamu." Sahut nya. Meskipun sederhana, namun dua kata itu dapat menyentuh hati Zia.


"Udah yuk masuk dulu, istirahat." Ajak bunda. "Suruh Jae Su istirahat di kamar tamu Zi, kamu juga istirahat. Kalian pasti capek."


Tanpa menunggu lama, Zia mengantar Jae Su ke kamar tamu untuk beristirahat sebelum makan siang. Karena memang mereka tiba di Indonesia cukup pagi hari.


"Mir, urus toko bentar ya. Bunda mau masak dulu buat Zia dan temennya." Perintah bunda pada pegawainya. Kemudian berlalu kedalam rumah.


Sedangkan si pegawai masih melongok tak percaya, kalau ada seorang idol nongol di toko kue tempatnya bekerja.


Setelah Bunda selesai dengan acara memasaknya, ia menuju toko kuenya untuk mengecek toko. Ternyata toko cukup ramai pengunjung. Tapi tentunya bukan untuk membeli kue, melainkan untuk melihat sosok Jae Su yang ada di rumah bunda Rumi.


Berita kedatangan Zia dan teman artisnya itu, ternyata mampu menarik perhatian para tetangga bunda Rumi.


"Jeng Rumi! Emang bener Zia udah balik ya? bawa temen cowok artis juga ya jeng?" Tak salah satu tetangga yang kepo.


Bunda Rumi hanya bisa tersenyum dan mengangguk. "iya Bu, lagi istirahat orangnya."


"Wah.... Hebat si Zia bisa temenan sama artis Korea ya? Bisa gak ya dikenalin ke anak saya? Dia suka banget sama artis Korea." Kata tetangga yang satunya.


"Emang tuh artis mau jadi suaminya si Mega Bu? Mega kan banyak cowok nya? Tiap hari yang ngantar pulang kuliah ganti - ganti terus?" Tanya ibu yang satunya.


Terjadilah cek cok antar tetangga itu yang ingin berebut Jae Su. Hal itu membuat bunda Rumi jengah. Dan tanpa permisi ia kembali kedalam rumah membiarkan ibu - ibu kaum julita itu beradu mulut.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2