Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 43


__ADS_3

Eps 43


happy reading....


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


"Oh, maaf Tuan, Nyonya." Hansel masuk keruangan Jae Su tanpa mengetuk pintu.


Pasangan itu menoleh pada Hansel dengan raut wajah yang berbeda. Zia yang penuh senyum ramah, namun Jae Su memberi tatapan tajam yang menghunus pada sang pengganggu.


"Ada apa paman? Sampai - sampai kau menghilangkan sopan santun mu saat memasuki ruangan atasanmu." Ucap Jae Su dingin.


"Jae Su! Jangan bicara kasar sama yang lebih tua." Lirih Zia. Namun Jae Su tak memperdulikan ucapan Zia, karena sudah terlanjur kesal dengan tingkah asistennya yang mulai sesukanya.


"Maaf jika saya mengganggu." Hansel membungkukkan badannya dengan kepala menunduk.


"Hemm." Jae Su hanya berdehem. "Diluar sudah ada model wanita utama yang sudah menandatangani surat kontrak kerjasama dengan JF Group. Dia ingin bertemu dengan Anda." Tutur Hansel.


"Sejak kapan untuk urusan model aku harus turun tangan langsung?" Alis Jae Su naik sebelah mendengar perkataan Hansel.


"Katanya dia,-" Belum sempat Hansel meneruskan kata - kayanya, pintu terbuka. Dan masuklah seorang wanita seksi keruangan Jae Su.


Sontak pandangan ketiga orang didalam ruangan itu menoleh kearah pintu.


"Astaghfirullah..." Zia beristighfar sambil menutup mata suaminya.


"Sayang! Kenapa mataku ditutup?" Tanya Jae Su.


"Jadi kamu mau lihat wanita seksi itu?" Ketus Zia.


"Bu, bukan begitu." Jae Su mulai gugup mendengar nada ucapan Zia yang mulai berubah.


"Hay tuan Jae Su. Senang bertemu dengan Anda." Sapanya genit pada Jae Su yang masih ditutup matanya oleh sang istri.


"Paman. Bawa wanita ini keluar dari ruangan ku, sebelum aku mengeluarkan mu dari perusahaan ini." Ancam Jae Su pada Hansel.


"Kenapa kau mengusir ku, Jae Su oppa? Kau tidak merindukan ku?" Tanya wanita itu dengan suara sedikit manja dan mendayu.


Deg.


Jae Su seperti mengenal suara ini. "Siapa dirimu?" Tanyanya untuk memastikan prasangkanya memang benar.


"Oouw. Ayolah Jae Su. Begitu bencinya dirimu padaku sampai - sampai tak mengenali ku lagi?" Cibir model wanita itu. Ia melihat Jae Su dengan seorang wanita yang diyakininya adalah istri dari pria itu.


"Kau, Kang Yora?" Tanya Jae Su sedikit ragu. Tadi Jae Su tak sempat melihat wanita itu karena keburu Zia menutup matanya.

__ADS_1


"Kau masih mengingat ku rupanya." Ucapnya dengan senyum merekah. Ia senang Jae Su masih mengingatnya.


Zia mengerenyit, apakah pernah ada hubungan sepesial diantara keduanya. Sampai detik ini, ia hanya menyimak sambil menutup mata suaminya agar tak melihat yang tak pantas dilihat.


Karena memang saat ini wanita itu berpenampilan begitu seksi. Bongkahan depan dan belakangnya tercetak dengan jelas dibalik gaun tipis nan mini itu.


"Sayang!" Panggil Jae Su pada Zia.


"Ya." Sahut Zia cepat.


"Apa wanita itu memakai baju tapi telanjang?" Tanya Jae Su sedikit konyol.


Zia yang tahu maksud dari suaminya hanya berdehem membenarkan.


"Paman Hansel." Panggilnya sedikit ketus.


"Ya Tuan."


"Kau ambil kain penutup jendela itu. Dan berikan pada Zia." Perintah Jae Su.


Hansel terheran dengan perintah sang bos pun mau tak mau melakukan yang diperintahkan padanya.


Srrreeek


Kain jendela terlepas dari tempatnya.


"Ini untuk apa Jae Su?" Tanya Zia. Ia bingung untuk apa kain ini diberikan padanya.


"Balutkan kain ini pada tubuh wanita itu. Bungkus tubuhnya dengan rapat. Aku tak mau melihatnya dengan pakaian yang kekurangan bahan seperti itu."


Yora yang mendengar ucapan Jae Su jadi tertawa sinis.


"Ceh... Bukannya kau sudah terbiasa dengan penampilan wanita seksi Jae Su? Oh... Ayo lah."


"Sayang lakukanlah yang ku katakan tadi, jika kamu tak mau aku melihat bentuk tubuhnya." Perintahnya lagi pada sang istri.


"Hemm. Baiklah. Tapi kamu harus tetap tutup mata. Jangan melihatnya sebelum aku memberi aba aba." Ucap Zia.


Setelah mendapatkan anggukan dari Jae Su, Zia beranjak kearah Yora.


"Sebaiknya kamu pakai ini jika ingin bicara dengan SUAMIKU." Ucap Zia dengan menekankan kata 'suamiku' kepada Yora.


"Ck. Kalian sungguh keterlaluan." Ketus Yora sambil meraih kain itu lalu membalutkannya ditubuhnya sendiri.


Zia berjalan menghampiri suaminya dan duduk disampingnya. "Sudah. Bukalah matamu. Dan selesaikan cerita masa lalu kalian yang belum selesai." Ucap Zia datar.

__ADS_1


Haaahhhh...


Alamat perang dingin ini nanti dirumah. Pikir Jae Su.


"Tidak ada cerita masa lalu yang belum selesai, sayang. Semua sudah selesai." Jae Su mencoba mendinginkan hati sang istri.


Zia hanya terdiam. Berusaha meredam hatinya yang sedang bergemuruh.


Sedangkan Yora hanya bisa manyun karena ia harus membungkus tubuhnya dengan kain jendela.


Yora berjalan menuju sofa dan duduk di sofa tunggal.


"Ada apa kau ingin menemui ku?" Tanya Jae Su dengan tatapan dinginnya.


"Ck. Tidak usah galak padaku Jae Su. Walau bagaimanapun, kita pernah memiliki hubungan yang indah dimasa lalu." Ucap Yora, seakan - akan memberi tahu pada Zia, bahwa ia dan Jae Su pernah punya hubungan spesial sebelumnya.


"Tidak usah menyinggung masa lalu. Karena semua itu tidak penting bagiku." Ketus Jae Su.


Yora yang mendengar perkataan Jae Su, hanya bisa menggeretakkan gigi dan mengepalkan tangannya dibalik kain yang menutup tubuhnya.


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Sekali lagi, Jae Su menanyakan niat kedatangan wanita itu.


"Aku hanya ingin melihat dan menyapamu saja. Karena aku penasaran dengan keadaanmu sekarang setelah kita tidak lagi bersama. Saat aku mengetahui bahwa kau adalah pimpinan di perusahaan ini, aku langsung memutuskan untuk bertemu denganmu." Tutur Yora.


"Dan sekarang kau sudah lihat keadaanku bukan? Aku sudah bahagia bersama wanita yang ku cintai saat ini, yaitu ISTRIKU, Zia Aulia. Jadi silahkan keluar dari ruangan ku dan jangan pernah datang lagi keruanganku. Walaupun kau salah satu model utama diperusahaan ku, bukan berarti kau memiliki akses bebas memasuki ruangan pimpinan sesuka hatimu. Dan segala urusan pekerjaanmu disini, cukup paman Hansel yang menghendelnya. Kau mengerti?" Ucap Jae Su tegas.


"Tapi,-" Wanita itu tak sempat meneruskan kata - katanya, Jae Su sudah meminta Hansel membawanya keluar.


Mau tak mau, Yora menuruti perintah Jae Su, yang merupakan atasannya sekarang selama enam bulan ke depan.


"Jadi dia mantan pacar kamu?" Zia mulai mengeluarkan suaranya.


"Ya. Hanya mantan. Orang dimasa lalu aku. Dan hanya kamu wanita dimasa sekarang dan masa depan aku." Pungkas Jae Su cepat sambil mengelus pipi sang istri dan mengecup keningnya, untuk menyalurkan rasa cintanya pada wanita yang sudah halal untuknya.


Jae Su tak ingin masalah Yora bisa menganggu hubungannya dengan sang istri.


Jae Su tak ingin istrinya murung maupun bersedih karena wanita dimasa lalunya. Karena saat ini kebahagiaannya hanya bersama Zia. Dan hanya ada pada Zia.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa like, komen dan masukan ke list favorit mu.


beri vote kamu juga ya.

__ADS_1


thanks udah mampir šŸ™


__ADS_2