Bidadari Sang Idol

Bidadari Sang Idol
Eps 34


__ADS_3

Eps 34


happy reading...


šŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Tampak seorang gadis turun dari taksi dengan berbagai macam belanjaan yang dibawanya.


Usai dari kantor Jae Su, Zia diminta untuk mampir oleh bundanya ke toko bahan kue dipasar. Karena memang stok bahan kue dirumahnya mulai habis.


"Eh... Mbak kog gak minta bantuin Mira buat pergi belanja ke pasar?" Mira menghampiri Zia yang sedang kesulitan membawa belanjaannya dan meraih belanjaan itu sebagian.


"Kalau mbak ajak kamu, terus yang jaga toko siapa? Bunda kan lagi ada acara pengajian siang ini." Tutur Zia.


"Kan mbak yang bisa jaga. Biar Mira aja yang kepasar." Mira sedikit kecewa tak bisa untuk kepasar.


"Emang ada apaan sih dipasar? Kog kamu kayaknya seneng kalau disuruh kepasar?" Tanya Zia penasaran.


"Hehehe.... Mira mau lihat cem ceman di toko bahan kue langganan bunda. Guwantenge pol mbak. Gak kalah - kalah amat lah sama Jae Su oppa." Cengir Mira.


"Astaga...." Zia menepuk jidatnya. "Kamu ini yah. Yang ada difikirkan kamu tuh apa cowok semua? Apa udah ngebet minta kawin?"


"Ya iya lah mbak... Masa mikirin cewek lain. Aku normal." Sewot Mira.


"Yang bilang kamu gak normal siapa Mira?" Tanya Zia gemas, kemudian berlalu dengan membawa sebagian belanjaan. Sedangkan belanjaan yang sebagian lainnya sudah ditenteng Mira.


****


Tin tin tin...


Bunyi klakson mobil Jae Su yang sudah terparkir di depan rumah Zia. Ia tak turun, karena memang setelah pulang dari butik ia akan mampir ke rumah Zia.


Mendengar itu, Zia langsung pamit pada sang bunda untuk pergi ke butik bersama Jae Su untuk fitting baju pengantin mereka.

__ADS_1


Di butik


Tak terlalu banyak pengunjung yang ada di butik ternama yang ada di kota Jakarta itu.


Walaupun begitu, tetap saja ada mata wanita yang selalu menatap kagum pada Jae Su. Ya iya lah, Jae Su kan salah satu artis K-Pop terkenal yang terdampar di negara ini. Sepertinya Zia harus mulai membiasakan diri akan hal itu. Udah jadi resiko punya imam yang tampan rupawan.


"Selamat siang Jae Su oppa." Sapa salah satu pegawai butik dengan wajah riangnya dapat berjumpa dengan Jae Su secara langsung tanpa ikut fan meeting. "Selamat siang mbak." Sapanya lagi pada Zia.


"Siang." Jawab Jae Su datar.


"Mau fitting baju pengantin nya ya? Ayo silahkan ikut saya. Sudah ditunggu Miss. Delia." Ajak sang pegawai.


Zia dan Jae Su jalan beriringan mengikuti pegawai itu. Banyak yang berbisik - bisik dengan keberadaan Jae Su. Ada juga yang kegirangan bisa melihat artis K-Pop itu. Zia hanya bisa menarik nafasnya. Dan itu tak luput dari perhatian Jae Su.


"Jangan cemburu." Bisiknya lirih pada Zia.


Mendapatkan godaan itu, Zia langsung mengerucutkan bibirnya.


Tak selang berapa lama, datang seorang wanita paruh baya dengan style elegan nya menghampiri mereka.


"Bagaimana dengan visual baju pengantin nya tuan Park, nona zia?" Tanya Miss. Delia.


"Masha Allah... Cantik. Saya suka. Sederhana tapi kelihatan mewah." Puji Zia pada gaun pengantin muslimah berwarna baby blue itu.


"Kamu suka? Atau mau diperbaiki dibagikan tertentu?" Tanya Jae Su memastikan bahwa tak ada yang kurang dari gaun itu.


"Aku suka Jae Su. Ini benar - benar indah, walaupun desainnya sederhana tapi ini tampak mewah dan indah." Tutur Zia.


Mendengar pujian dari pelanggannya, Miss. Delia merasa senang. Ternyata tak sia - sia ia membuat desain ini, desain satu - satunya yang selalu ditolsk karena desain itu kebanyakan dibilang terlalu biasa bagi kaum sosialita yang lebih suka dengan keglamoran.


"Baiklah kalau nona suka. Sekarang nona bisa mencobanya dan akan dibantu oleh pegawai saya." Ucap Miss. Delia. Ia pun ikut serta dengan Zia, memastikan sekali lagi pada gaun rancangannya, ada kekurangan atau tidak.


"Mari saya bantu nona. Pasti ini sangat cocok dengan anda." Sang pegawai mulai memasangkan gaun itu. "Saya turut bahagia, Jae Su oppa bersanding dengan seorang muslimah. Padahal dulu beritanya dia enggak percaya akan adanya Tuhan. Semoga pernikahan kalian langgeng dan dikaruniai anak - anak shaleh shaleha ya nona?" Tutur sang pegawai dan diaminkan Zia dan Miss. Delia.

__ADS_1


"Gak sabar rasanya lihat Park Jae Su junior. Pasti cakep dan cantik kaya emak bapaknya." Lanjut sang pegawai yang sedikit menghayalkan wajah anak - anak dari pasangan itu nanti.


"Mbak pasti salah satu fans dari Jae Su ya?" Tanya Zia. Ia yakin wanita ini fans berat dari calon suaminya.


Pegawai itu mengangguk cepat kemudian tersenyum penuh maksud.


"Boleh minta tanda tangan dan foto bareng kan mbak? Aku izin loh sama mbak nya yang sebagai calon istri." Pinta pegawai itu penuh harap. "Aku gak berani minta langsung ama Jae Su oppa. Ternyata benar ya mbak, kalau Jae Su oppa itu orangnya dingin. Tapi aslinya lebih dingin lagi deh kayaknya, ya kan mbak" Eh...? Si dia ngajakin calon istrinya buat gibahin Jae Su.


Mendengar penuturan itu, Zia sontak menggeleng dan tertawa. Berani bener nih orang.


"Tapi yang dingin - dingin gitu yang buat penasaran ya kan mbak?" Goda sang pegawai.


"Salahnya aku gak pernah penasaran tuh mbak. Wong kalau sama aku sikapnya ya hangat. Suka ajak bercanda juga. Tapi ya kadang serius juga. Tergantung waktu dan mood." Ucap Zia.


"Issss... Kamu ini malah ngajakin orang gibah sih, Yun. Yang kamu gibahin itu calon suami orang yang kamu dandanin ini loh. Astaga..." Dumel Miss. Delia.


"Hehe..." Sang pegawai hanya nyengir. "Dah selesai..." Serunya.


"Perfect..." Gumam Miss. Delia. Gaun ini memang lebih cocok bila Zia yang menggunakannya. "Ayo kita tunjukkan ke tuan Park." Ajaknya pada Zia. Namun ia menolak, dengan alasan biar menjadi kejutan dihari pernikahan mereka nanti.


Setelah selesai dengan urusan baju pengantin, kini mereka akan mengambil undangan pernikahan mereka yang sudah selesai di cetak. Tinggal menyebarkannya nanti.


Sebelum pergi, Zia memberitahukan keinginan pegawai yang membantunya tadi. Tanpa terpaksa, Jae Su pun menuruti permintaan sang pegawai. Satu foto hanya berdua dengan Jae Su, dan satu foto lagi dengan Jae Su dan Zia.


Pegawai itu merasa beruntung, ternyata ia di beri izin oleh Zia untuk berfoto dengan Jae Su. Sedangkan pegawai yang lain hanya bisa gigit jari melihat pemandangan itu. Karena Jae Su tak bersedia untuk berfoto dengan yang lain. Jae Su hanya tak ingin direpotkan lagi dengan hal - hal seperti itu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa beri dukungan kamu berupa like, komen, favorit, vote kamu.


thanks udah mampir ke karya author šŸ™

__ADS_1


__ADS_2